Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Drama Zayn dan Keina


__ADS_3

Sudah tiga hari mereka semua berada di negara Mikha. Kondisi Tita pun sudah jauh lebih baik. Dan selama di sana Keina begitu baik menjaga Zayn yang usianya satu tahun lebih muda darinya.


Keina rela membagi makanan ataupun mainannya pada Zayn yang dia panggil abang walaupun usianya lebih muda. Sementara Zio dan Daren bermain bersama karena usia mereka yang juga hanya terpaut satu tahun.


Zio fasih berbahasa inggris karena memang selalu di ajarkan oleh Olla dan Tanio begitu juga dengan Keina dan Zayn. Sedangkan Daren kesulitan berbahasa Indonesia karena Mikha yang juga tak begitu fasih berbahasa Indonesia.


"Rasanya begitu berat memisahkan mereka berempat." Ucap Ken menghembuskan nafasnya.


"Ya. Mereka sudah sangat dekat." Tanio.


"Daren akan sangat kehilangan setelah kepergian kita." Ken.


"Kau benar." Tanio.


"What's the matter? What are you guys talking about?" Mikha.


"We're talking about your boys. It's hard to keep them apart. Especially your sons would have lost all three of their brothers." Tanio.


"Yeah, you're right. But let them feel the separation to let their sense of loss grow." Mikha.


Ketiga pria dewasa itu pun saling membicarakan anak-anak mereka yang akan segera berpisah. Sementara Ketiga wanita dewasa di bantu satu baby sitter yang di nawa Olla tengah bersiap untuk pulang ke negara asal mereka.


"We're gonna miss you guys so much." Tita.


"So were we." Angel.


Mereka bertiga pun berpelukkan. Saling menitipkan diri. Berpesan apapun yang menjadi kekhawatiran mereka. Disini Olla lah yang menjadi tertua walaupun usianya dan Angel lebih tua Angel beberapa bulan.


Olla pun sangat menyayangi kedua adik iparnya tersebut. Olla mengecup kening adik iparnya secara bergantian. Mereka pun kedepan dengan membawa koper masing-masing. Ken melihat istrinya sudah mendorong koper dengan sigap Ken pun mengbil alih koper tersebut begitu juga dengan Tanio.


Sementara Baby sitter membawa koper dirinya dan juga koper Anak-anak Tanio. Koper Keina sudah di bawa Ken. Mereka pun segera menuju bandara untuk mengantarkan kepulangan saudara mereka.


"Daren, play to our country. We'll welcome you." Zio.


"Yeah sure. I'm going there with mom and dad." Daren.


"Okay. um... We await your arrival." Zio.


Perpisahan yang semula di khawatirkan akan sangat sulit ternyata begitu manis. Daren dan Zio cukup dewasa menyikapi perpisahan mereka. Begitu juga dengan Keina dan Zayn yang tak rewel. Zayn yang merasa nyaman bersama Keina tak mempermasalahkan perpisahannya dengan Daren.


Setelah berpamitan dengan segala pesan mereka akhirnya kini Keluarga Ken dan Tanio sudah berada di dalam pesawat mereka menuju negera tercinta.


"Syukurlah mereka tak rewel saat berpisah tadi." Tanio.


"Kenapa?" Olla.

__ADS_1


"Karena tadi Mas dan Ken berfikir akan sulit memisahkan anak-anak." Tanio.


"Anak kita sudah besar Ayah." Olla.


"Kau benar Bun. Apa Zayn perlu adik?" Goda Tanio.


"Ceh, sudah ada Keina adik Zayn." Olla.


"Sayang, ayolah." Goda Tanio.


"Hei, kau tak malu dengan kedua adikmu itu?" Tunjuk Olla pada Ken dan Tita yang terdiam melihat tingkah kakak dan istrinya.


"Hei, apa yang kalian lihat. Kenapa kalian melihat kami seperti itu?" Tanio.


Dengan kompaknya Ken dan Tita menggelengkan kepala mereka.


"Kenzo, Tita. Kalian ini ya." Geram Tanio.


"Hah! Ada apa? Kakak ada masalah dengan kami?" Tanya Tita polos.


"Hah! Sudahlah. Biarkan saja mereka sayang. Ayo kita sayang-sayangan." Ajak Tanio pada Olla.


"Ish... Nyebelin." Olla.


Kebersamaan mereka yang sudah sangat jarang kini mereka memanfaatkan kesempatan yang sangat langka itu. Mereka bercengkrama melupakan kesedihan mereka. Karena hidup harus tetap berjalan.


Tanio tak hentinya merasa bersyukur karena Tita begitu bahagia bersama Ken. Karena Ken selalu memprioritaskan Tita di saat seperti apapun. Tita dan Keina adalah segalanya bagi Ken.


"Kakak, selalu berfikir sejak meminta restu Kakak. Bagaimana mungkin kalian tidak mengetahui satu sama lain jika Tita adik Kakak dan Ken sahabat Kakak." Tanio.


"Karena Tita terlalu bucin dengan pasangannya dulu." Goda Ken.


"Ceh, bukannya Mas yang bucin dengan pasangan Mas dulu." Tita.


"Ya kalian sama-sama bucin dan sama-sama di khianati." Olla.


"Iya tidak seperti mu. Yang sekali di nyatakan cinta oleh si Kakak yang Kaku itu langsung iya mau aja." Tita.


"Karena Kakak mu yang Kaku ini yang membuatku tak berdaya." Olla.


"Tak berdaya di atas ranjang." Goda Tita.


"Nah, kalo itu kayanya Kakak yang tak berdaya deh." Tanio.


"Hei,,, awas ya ngga ada jatah sebulan." Olla.

__ADS_1


"Eh, jangan dong sayang." Rengek Tanio.


"Maksud Mas tak berdaya jika kau tak memberinya." Ucap Tanio lagi.


Ken dan Tita pun tertawa terbahak melihat Kakaknya yang begitu bucin kepada Olla.


"Begitupun Kau yang selalu membuat ku mabuk sayang." Ucap ken menoel dagu Tita.


"Mas,,, ih." Jawab Tita tersipu.


Kebersamaan mereka terasa begitu singkat saat pilot mengatakan jika pesawat yang mereka tumpangi akan segera mendarat. Sampailah mereka di tanah air. Karena anak-anak terbangun Keina pun berjalan di tuntun Tita dan Ken membawakan koper mereka dan Keina.


Karena Zayn sedih akan berpisah dengan Keina Zayn pun murung dalam gendongan Tanio. Sementara Zio berjalan di samping Olla dengan membawa kopernya. Karena Zio sekarang sudah memasuki sekolag dasar di usianya yang sudah enam tahun lebih.


"Anti tita tetemu agi ya Bang Zayn." Ucap Keina menenangkan Zayn.


"Tuh denger Adik Kei bicara. Rumah kita berdekatan sayang. Jadi kapanpun adik ingin bertemu dengan adik Kei bisa sayang tidak perlu memggunakan pesawat seperti adik bertemu dengan Adik Daren." Jelas Tanio.


Sementara Zayn masih tetap diam cemberut.


"My ,Dy, anti tita tetemu abang zayn agi tan?" Keina.


"Tentu sayang. Jika ada senggang kita akan berkunjung ke rumah Onty On Oncle." Tita.


"Tapi to abang asih alah." Keina.


"Ngga kok sayang. Abang ngga marah. Abang hanya lelah saja." Tita.


"Abang edih ya My?" Keina.


"Sedikit." Tita.


Kemudian Keina menghampiri Tanio dan meminta Tanio menurunkan Zayn. Tanio pun menurutinya. Tanio memangku Zayn di sebelah kakinya. Tanpa banyak bicara lagi Keina memeluk Zayn dan mencium pipi gembul Zayn.


"Abang anan edih ya. Anti Eina ain umah Abang." Keina.


"Kei, Abang tidak di peluk juga?" Pinta Zio.


Tanpa menjawab Keina pun memeluk Zio dengan erat. Zio mengusap lembut kepala Keina. Kemudian Keina segera berlari menuju Mommy nya kembali.


Dan mereka pun berpisah menggunakan jemputan masing-masing dengan sedikit drama dari ketiga bocah yang di perkirakan akan ada drama saat bersama Daren ternyata disinilah di negara tercinta drama terjadi antara Zayn dan Keina.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2