
Pagi ini acara pernikahan Daren akan di laksanakan. Bunga sudah di rias oleh MUA ternama di kota tersebut. Karena Angel ingin yang terbaik untuk Bunga. Perempuan yang mau menerima Daren apa adanya dan tanpa memperdulikan siapa Daren.
Sebuah kata SAH menggema di ballroom hotel dimana Daren telah mengucapkan janji sucinya. Ya Daren dan Angel mengikuti agama Tita dan Tanio setelah mereka menutuskan untuk berpindah negara. Tita dan Olla senantiasa mengajarkan Angel tentang agama mereka berdua.
Setelah akad acara resepsi pun di langsungkan siang itu juga. Daren tak ingin menggunakan waktu malamnya bersama Bunga. Maka dari itu acara pernikahannya di adakan siang hari. Tamu undangan satu persatu datang di acara resepsi bahkan para teman Daren dari LN pun datang.
Mereka sangat antusias menghadiri pernikahan Daren memngingat pernikahan sebelumnya penuh kepalsuan. Dan Daren hanya berpasrah menerima keadaannya. Daren berfikir jika dirinya tak ingin menyakiti sang istri dengan menuntut lahirnya keturnan dirinya karena istrinya tak kunjung hamil.
Mantan istri Daren yang baru saja membuka matanya melihat ke luar dari jendela kamar tempatnya menginap dirinya melihat ada keramaian di hotel sebrang. Semula dirinya acuh tak acuh namun begitu melihat teman sesama modelnya hadir di sana dengan menggandeng seorang pria bule juga di situlah otaknya mulai bekerja.
Maria mantan istri Daren segera membersihkan diri dan merias wajahnya. Kemudian dirinya akan datang ke acara pernikahan Daren sebagai tamu undangan. Maria bersemangat sekali keluar dari dalam kamarnya menuju hotel tempat di adakannya acara Daren.
Namun, pil pahit harus di telan olehnya karena semua tamu undangan harus menunjukan barcode undangan untuk bisa memasuki ballroom hotel. Maria mencari seribu alasan agar dirinya dapat masuk ke dalam.
"Sorry madam. We can't help you enter without the invitation you brought." Ucap salah satu keamanan.
"But I'm a friend of the bride." Maria.
"Still can't miss, we're sorry." Ucap keamanan lagi.
Maria menghentakan kakinya kesal karena tak kunjung jua di beri ijin untuk memasuki hotel. Maria pun terus mencari celah dari berbagai penjuru demi bisa masuk ke dalam hotel namun sayang pengamanan begitu ketat. Penjagaan pun berlapis. Ketika bisa lolos dari satu penjaga maka akan ada penjaga lainnya yang akan menanyakan perihal kedatangan kalian.
Maria terus mengumpat mantan suaminya yang dengan sangat berani menikah kembali tanpa sepengetahuan dirinya. Karena menurut versinya Daren haruslah meminta ijin darinya terlebih dahulu atau minimal mengundangnya.
__ADS_1
Sampai akhirnya Maria memutuskan untuk pergi saja dari tanah air. Maria langsung bergegas kembali ke hotel memesan tiket pesawat dan segera pergi. Bukan kembali ke negaranya melainkan ke negara lain untuk melepas penatnya.
Sementara di dalam hotel suasana begitu megah dan penuh kehangatan. Daren tak henti memuji kecantikan Bunga walau hanya dengan riasan sederhana. Namun, ada sedikit rasa was-was di hatinya bagaimana jika memang dirinya lah yang bermasalah dalam memberikan keturunan untuk istrinya.
Bunga menangkap raut kecemasan dari Daren yang kjni sudah menyandang status suami dirinya. Bunga menautkan jemarinya dengan jemari Daren. Menyatukannya dan mengeratkannya seolah menyiratkan semua baik-baik saja. Walaupun tak dapat di pungkiri Bunga pun mencemaskan hal yang sama.
Tita mengerti akan ketakutan dari pasangan tersebut. Tita mengulas senyumnya ketika pandangan Tita dan Bunga bertemu. Tita memberi isyarat mata pada Bunga agar mereka berdua bisa sama-sama menguatkan.
Acara usai sudah semua keluarga berkumpul di ballroom sebelum meninggalkan hotel dan kembali ke rumah masing-masing. Mereka pun akan mengadakan makan malam nanti sebagai perpisahan bagi keluarga Angel. Olla dan Tita sudah menyiapkannya.
"Ta, apa akan pulang ke mansion?" Olla.
"Iya Kak. Nanti malam saja kembali ke hotel lagi." Tita.
"Iya. Kasian bayi-bayi ini kelelahan. Kalian tak apa tak ikut bergabung makan malam." Olla pada Sinta dan Zizi.
"Baiklah itu lebih baik agar bayi kalian tidak terlalu kelelahan untuk pulang pergi ke hotel." Tita.
Akhirnya Semua pun pergi meninggalkan ballroom. Saat akan berpamitan Tita memegang kedua tangan Pengantin baru satu tangannya memegang tangan Daren dan satu lagi memegang tangan Bunga. Tita menatap Daren dan Bunga bergantian.
"Yakinlah dengan apa yang kalian akan jalani. Jangan membuka kembali buku lama jika itu menyakitkan. Tak ada masa lalu yang ada sekarang masa depan. Masa depan kalian berdua. Apapun hasilnya jangan pernah berputus asa. Terus saling bergandengan jangan saling menjatuhkan." Ucap Tita panjang lebar.
Disinilah sekarang pasangan pengantin baru. Di dalam kamar pengantin yang sudah di rias sebagus mungkin. Bunga masih duduk di deoan meja rias membersihkan riasan wajahnya setelah berhasil membuka riasan di kepalanya. Sementara Daren masih sibuk dengan ponselnya. Mengatur keberangkatan mereka besok siang ke negara yang di inginkan Bunga untuk di datangi.
__ADS_1
"Mas, Bunga mandi duluan ya." Bunga.
Daren mengalihkan pandangannya dari ponsel miliknya ke arah wajah Bunga. Bunga pun menaikan alisnya seolah bertanya ada apa. Kemudian Daren memyimpan ponselnya di atas meja dan berjalan menghampiri Bunga.
"Kita mandi sama-sama." Daren.
"Tapi," Ucap Bunga terhenti.
"Kita harus memulainya dari hal ping kecil sayang. Karena apapun hasilnya kedepan Mas ingin kita selalu bersama hingga maut memisahkan. Seperti yang di katakan Onty. Kita harus selalu bergandengan untuk saling menguatkan." Daren.
Bunga pun hanya menjawab dengan anggukan saja. Mereka pun memasuki kamar mandi bersamaan. Daren menyiapkan air hangat di dalam bathtub, Bunga berusaha membuka gaun yang di kenakannya. Karena Bunga kesulitan Daren pun membantunya melepaskan gaun yang di kenakan Bunga atas inisiatifnya sendiri sebelum Bunga meminta bantuannya.
"Terima kasih Mas." Bunga.
Melihat punggung Bunga membuat jiwa laki-lakinya muncul. Daren pun meminta ijin pada Bunga bahwa dirinya menginginkan Bunga saat ini.
"Sayang, bolehkan aku memintanya sekarang?" Tanya Daren dengan suara yang parau.
"Kapan pun Mas inginkan datangilah aku. Karena semua ini milikmu." Jawab Bunga dengan sedikit malu-malu.
"Terima kasih sayang." Ucap Daren mendaratkan bibirnya di kening Bunga.
Namun, Daren tak ingin membuat kesan pertama bersama sang istri di dalam kamar mandi. Daren pun memutuskan untuk segera membersihkan diri mereka berdua dengan saling bantu membersihkan satu sama lain dan itu saja membuat gairah Daren memuncak. Dengan tak sabar Daren segera membawa Bunga ke dalam kamar. Daren memulainya di atas tempat tidur.
__ADS_1
Bunga memasrahkan dirinya seutuhnya pada lelaki yang baru di kenalnya yang kini telah menyandang status suami baginya. Bunga tak perduli lagi jika memang Daren tak dapat memiliki keturunan menurut versi mantan istri Daren. Karena menurutnya Daren pria normal dan dapat membuahi rahimnya.
🌻🌻🌻