
Rehan tiba di rumah utama tapi rumah terlihat sepi Rehan pun bertanya kemana semua penghuni rumah Bibi pun memberitahukan jika semua tengah berada di kolam renang. Rehan pun menyusul anggota keluarga yang lainnya.
Rehan melihat Keina tengah asik bermain bersama Angga dan Ken berenang sendiri. Tiga wanita tengah asik bergosip.
"Yaya..." Teriak Keina.
Semua pun menoleh ke arah Rehan.
"Hai anak Ayah. Asik banget ya main airnya?" Tanya Rehan.
"Main ail Yaya." Jawab Keina.
"Loh, ngga berenang?" Rehan.
"Cuda tama Daddy." Jawab Keina.
"Terus sekarang main air sama Kakak?" Rehan.
Keina pun menjawab dengan anggukan kepalanya.
"Hai sayang..." Sapa Ayumi.
"Kalian tidak ke rumah Aiko?" Rehan.
"Ibu dan Ayah ke sana. Dan Ibu menitip pesan pada Tita agar tetap di rumah sebelum Ibu atau Ayah memberi kabar." Ayumi.
"Tante Ai kenapa Yah?" Tanya Gladys.
"Ai terjatuh saat mengasuh Duo A. Dan sepertinya Ai stroke." Rehan.
"Ya Tuhan! Jatuh dari mana?" Ayumi.
"Jatuh begitu saja saat mengejar Duo A." Rehan.
"Lantas sekarang di rumah saja tidak di bawa ke rumah sakit?" Tita.
"Sudah. Dan sudah di bawa pulang lagi. Aiko tidak mau bermalam di rumah sakit." Rehan.
"Bagaimana keadaannya sekarang Kak?" Tanya Ken yang baru saja naik dari kolam dan mengeringkan badannya menggunakan handuk.
Ken terlihat begitu se*si di mata Tita. Apalagi badan Ken yang basah terkena air menambah ke se*siannya. Ken melirik Tita yang tersipu ketika dirinya berjalan mendekatinya.
"Sudah membaik hanya bagian kanan tubuhnya yang bermasalah. Akan kembali normal jika Ai mau melakukan terapi dengan rutin." Rehan.
"Menggunakan jasa perawat di rumah?" Tanya Tita mengalihkan perhatiannya dari Ken.
"Sepertinya akan begitu mengingat Jessie juga kerepotan dengan duo A." Rehan.
"Kita ke sana Yah?" Gladys.
"Ya. Makan malam nanti kita ke sana. Minta Bibi menyiapkan makan malam untuk di bawa ke sana." Rehan.
"Tapi, Ibu dan Ayah tidak memberi kabar bagaiamana?" Tita.
"Tadi Kakak dari sana sebentar dan itu ide Ibu. Agar Aiko juga merasa terhibur dengan kedatangan kita." Rehan.
"Baiklah. Keina, ayo mandi Nak." Ajak Ken.
"Au ma Tata Dy." Jawab Keina.
__ADS_1
"Hah! Ayo sama Kak Glad." Ajak Gladys.
"No." Jawab Keina.
"Tapi, sama Kakak nanti kita main busa gimana?" Tawar Gladys.
"Au tata Au." Jawab Keina.
Mereka pun bersiap untuk makan malam di rumah Aiko. Tita sedikit ragu untuk pergi kesana mengingat Jessie yang begitu cemburu padanya kemarin. Ken melihat perubahan itu dari Tita.
"Karena semua makan di sana bagaimana jika kita diner di luar?" Tawar Ken.
"Mana bisa begitu Mas. Ga enak sama yang lain." Tita.
"Tidak apa-apa. Kita kesana sebentar lalu pergi." Ken.
"Bagaimana dengan Keina Mas?" Tita.
"Biarkan Keina sama Gladys dan Angga. Pastinya juga dia akan asik bermain bersama Duo A." Ken.
"Tita ikut aja deh." Tita.
"Kalo gitu kita mandi bersama sekarang." Ken.
"Mas, tita belum habis nifas." Rengek Tita.
"Loh, memangnya kita mau apa? Kita kan mau mandi." Goda Ken.
"Ish... Maass..." Rengek Tita.
"Ayolah sayang. Hanya mandi." Ajak Ken.
"Kenapa Hm?" Rayu Ken.
"Tapi, janji ya hanya mandi.." Tita.
"Tergantung sayang." Ken.
"Mas ih..." Tita.
Mereka pun mandi bersama. Dan benar saja saat Ken tau Tita sudah tak mengenakan penampung lagi Tita habis di lahap Ken. Sebelumnya Tita bersembunyi-sembunyi ibadah karena takut Ken melahapnya tapi jika sudah begini apa mau di kata.
Darah nifas Tita memang lebih cepat berhenti kali ini. Mungkin karena memang belum saatnya melahirkan atau apa entahlah. Yang pasti hanya sepuluh hari saja Tita mengeluarkan darahnya.
"Sementara Gladys, Angga dan Keina mandi bersama di kamar mandi Gladys. Mereka asik bermain busa. Jika ada yang melihat mungkin mereka akan berfikir jika mereka keluarga kecil bahagia. Tapi, ya mana ada yang melihat karena mereka mandi di dalam bukan di luar 😁🤭.
"Kenapa anak-anak lama sekali? Tita dan Ken juga?" Tanya Rehan pada Ayumi.
"Anak-anak sepertinya asik bermain busa." Ayumi.
"Lantas Ken dan Tita kemana lagi?" Rehan.
"Astaga! Jangan bilang mereka olah raga sore." Ayumi.
"Hus... Bukannya Tita masih masa nifas ya?" Tanya Rehan.
"Hah! Kau benar. Eh, tapi sudah hampir sebulan juga." Ayumi.
"Tapi, belum usai juga kan sayang." Rehan.
__ADS_1
"Ish... Kenapa kita jadi ngomongin itu sih. Ayu lihat anak-anak dulu." Ayumi.
"Awas lih sayang. Menantu kita juga ikut mandi sepertinya." Rehan.
"Tentu sayang." Ayumi.
Ayumi naik menuju kamar anak menantunya. Di ketuknya pintu kamar tapi tak ada jawaban dari dalam kamar. Ayumi pun mencoba membuka pintu kamar dan ternyata tidak terkunci.
Ayumi masuk dan mengetuk pintu kamar mandi. Terdengar dari dalam kamar mandi teriakan dan canda tawa ketiganya. Ayumi hanya menggelengkan kepalanya.
Tok... Tok...
"Glad, Angga, Keina. Ayo cepat jangan terlalu lama bermain. Ayah sudah menunggu." Teriak Ayumi dari luar kamar mandi.
"Iya Bunda.. Sebentar lagi. Kita sedang membilas busa." Teriak Gladys.
Ayumi pun keluar setelah memastikan ada jawaban dari anaknya. Ayumi menuju kamar Tita dan Ken. Ayumi dengan ragu mengetuk pintu kamar. Tapi, saat ketukan pertama pun sudah ada jawaban dari dalam.
Tok...Tok...
"Ya. Siapa?" Tanya Ken dari dalam.
"Apa kalian sudah siap?" Tanya Ayumi.
"Sebentar kami turun Kak." Jawab Ken.
"Baiklah. Jangan buat Ibu dan Ayah menunggu di sana ya." Ayumi.
"Iya Kak." Ken.
Setelah siap Ken dan Tita pun keluar. Dan terlihat hanya ada Rehan dan Ayumi di ruang utama. Putri cantiknya dan juga kedua kakaknya belum terlihat disana.
"Kemana anak-anak?" Tanya Ken.
"Pasti mereka bermain sabun hingga lupa." Tita.
"Seperti Mas yang selalu lupa jika sudah berhadapan dengan kamu sayang." Bisik Ken.
"Mas.... Ih... Malu di lihat Kak Ayu sama Kak Rehan." Ucap Tita.
"Mereka juga seperti kita sayang." Ucap Ken membawa pinggang ramping Tita mendekatinya.
"Astaga! Kemana anak-anak belum juga turun." Umpat Ayumi bangkit dari duduknya dan melihat Ken dan Tita di anak tangga.
"Kenapa Kak?" Tita.
"Kalian dari mana saja sih? Anak-anak juga. Lauk untuk makan malam bahkan sudah dingin." Kesal Ayumi.
"Bukankah bibi baru saja meletakkannya di meja. Mana mungkin sudah dingin Kak." Ken
"Ish... Menyebalkan kamu." Ayumi.
Tak lama Keina, Gladys dan Angga pun keluar dengan wajah yang sudah tampak segar. Mereka pun segera pergi menggunakan dua mobil. Karena Ken dan Tita berencana akan pergi makan malam berdua saja.
Bukan tidak ingin berkumpul bersama keluarga. Hanya saja Ken menjaga hati Tita karena walau bagaimana pun pastilah hati Tita terluka karena sikap Jessie padanya.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1