Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Zizi dan Damar


__ADS_3

Sore ini semua sudha berkumpul di hotel milik keluarga Durant. Mikha datang seorang diri menghadiri pertunangan keponakannya. Sama halnya ketika Keina bertunangan dirinya hanya bisa datang seorang diri.


"Zizi sayang, sini nak." Panggil Melan.


Zizi pun menghampiri Melan yang terlihat sedang berbincang bersama kolega Abi beserta keluarganya.


"Nah Jo kenalin ini Zizi anak bungsu Olla yang udah aku anggep anak sendiri. Zi, kenalin ini Om Jo." Melan.


"Zizi." Ucap Zizi menjabat tangan Jojo.


"Jojo. Ini istri saya Linda dan ini putra saya Damar." Ucap Jojo memperkenalkan keluarganya.


"Zizi,, salam kenal Tante, Kak." Ucap Zizi ramah.


"Kamu cantik banget sayang." Ucap Linda istri Jojo.


"Terima kasih Tante." Zizi.


"Kamu masih sekolah?" Jojo.


"Baru aja selesai ujian sekolah Om." Zizi.


"Aduh, gemes banget sih kamu sayang." Linda.


Damar hanya memperhatikan interaksi orang tuanya dan Zizi. Dan kedekatan mereka pun tak luput dari pandangan Andre. Ada rasa sesak di dadanya melihat kedekatan Zizi dengan orang tua Damar. Andre nengenal Damar sebagai pengusaha muda yang cukup sukses.


"Kamu mau lanjut sekolah di mana sayang?" Linda.


"Mau nya ke LN tante. Tapi, Mami sama Bunda ngelarang jauh-jauh." Zizi.


"Aduh, gimana ga khawatir sayang. Tante juga pasti larang kamu Hahaa..." Linda.


"Nah, ini dia pemilik resminya." Ucap Abi melihat Nio dan Olla berjalan ke arah mereka.


"Ada apa ini? Sepertinya pembicaraan serius." Nio.


"Hahaa... Kau bisa saja. Aku baru tau kalo kau punya anak gadis yang super cantik." Jojo.


"Alhamdulillah... Terima kasih pujiannya." Nio.


"Produk Pak Nio sama Jeng Olla produk unggul semua ya." Linda.


"Eh," Olla.


"Hahahaaa...."


Semua pun tertawa mendengarnya. Keseruan pembicaraan mereka harus terhenti ketika semua telah datang berkumpul. Nio dan Olla menempati posisinya begitupun dengan Jojo beserta keluarga dan Abi beserta keluarganya.


Acara pertunangan pun berjalan lancar. Kini Raya telah resmi menjadi tunangan Zio. Keina yang datang bersama Daren mengucapkan selamat pada sahabatnya dengan memberikan pelukkan hangat.


"Selamat sayang. Sekarang bukan hanya sahabat tapi kita saudara." Keina.


"Iya beb. Ga nyangka ya." Raya.

__ADS_1


"Awas ya Abang jangan sakitin Raya." Ancam Keina.


"Hei,, mana mungkin. Hal yang sama Abang ucapkan pada Daren." Zio.


Semua pun menikmati suasana acara pertunangan Zio dan Raya. Tak banyak undangan yang datang hanya ada beberapa kolega dan keluarga saja. Semua tampak bahagia. Zizi selalu berada di dekat Zayn. Dan Zayn pun tak segan merangkul adik kesayangannya itu.


Saat Zayn harus menyapa salah satu koleganya Zayn meninggalkan Zizi seorang diri. Zizi pun duduk di bangku dekat minuman karena dirinya merasa haus.


Andre yang melihat Zizi duduk sendiri berniat mendekati Zizi namun langkahnya terhenti kala melihat Damar mendekati Zizi.


"Hai Zi." Sapa Damar yang datang mendekati Zizi.


"Hai Kak." Sapa Zizi.


"Boleh duduk?" Damar.


"Boleh Kak. Kosong kok bangkunya." Zizi.


"Makasih." Damar.


Sejenak keduanya tampak canggung. Damar pun tak tau harus memulai pembicaraannya dari mana begitupun dengan Zizi yang tak pernah berinteraksi dengan lawan jenis selain Kakak dan Ayahnya.


"Hm... Sekarang sibuk apa Zi?" Tanya Damar memecah keheningan diantara keduanya.


"Mm.. Belum ada kesibukkan Kak. Mau rehat dulu baru aja selesai ujian tadi pagi." Zizi.


"Owh! Begitu ya. Sudah ada kampus yang di minati?" Damar.


"Belum." Jawab Zizi singkat.


"Iya. Kok Kakak tau?" Zizi.


"Saya pernah bekerja sama sama Om Ken dan pernah bertemu dengan Daffin beberapa kali." Damar.


"Owh! Pasti Kakak ngincer Kak Keina ya?" Goda Zizi.


"Eh, ngga." Damar.


"Yakin?" Zizi.


"Yakin. Soalnya saya punya pacar." Damar.


"Oooh... Pasti cantik ya Kak pacarnya?" Zizi.


"Semua perempuan pasti cantik dong." Damar.


"Iya sih. Kenapa ga di bawa Kak pacarnya?" Zizi.


"Udah putus." Damar.


"Aduh... Maaf ya Kak." Zizi.


"Ga apa-apa. Udah lama. Dia nikah sama sahabat Kakak." Damar.

__ADS_1


"Eh," Zizi.


Mereka berdua pun asik berbincang sepertinya Zizi bisa berbaur dengan Damar karena sikap humoris Damar. Dan Damar pun bisa mengimbangi sikap Zizi yang cukup dewasa menurutnya.


Tak jauh dari mereka ada sepasang mata yang terus memperhatikan dengan aura kesalnya. Keina yang juga memperhatikannya pun mendekatinya. Keina menepuk bahu calon adik iparnya.


"Penyesalan itu di belakang Dre bukan di depan. Karena kalo di depan itu namanya pendahuluan." Keina.


"Apaan sih Lu?" Andre.


"Udah ga perlu Lu tutupin lagi. Gw tau semuanya kok." Keina.


"Maksud Lu?" Tanya Andre gelagapan.


"Gw tau Lu kecewa sama Mami dan Papi kan?" Keina.


"Apa sih. Udah sana Lu. Ntar Abang gw nyariin lagi." Andre.


"Gw tau lu suka sama gw dre. Dan lu kecewa karena Mami malah jodohin gw sama Abang Lu. Lu bukannya ga suka sama Zizi tapi penolakan Lu hanya sebagai pengalihan rasa kecewa lu." Keina.


"Asal apa yang Lu rasa ga membuat lu menyesal seumur hidup lu. Itu semua ga masalah. Tapi, asal Lu tau Kinan juga punya perasaan jangan seenaknya lu mainin. Gw tau kinan cuma pelarian lu." Keina.


Setelah mengucapkan apa yang di rasanya Keina pun beranjak meninggalkan Andre. Andre hanya diam mematung tak percaya jika Keina mengetahui apa yang dia rasakan. Karena setahunya dirinya tak pernah mengatakannya pada siapapun.


"Darimana dia tau." Gumam Andre.


"Siapa?" Tanya Zayn yang duduk di samping Andre dan Andre tak menyadarinya.


"Apanya siapa?" Andre.


"Lu tadi bilang. Darimana dia tau. Siapa?" Zayn.


"Ah, masa kayanya ngga deh." Elak Andre.


"Ceh.." Zayn.


"Lu ngapain di sini. Sana kataya lagi kangen sama adik lu." Sindir Andre.


"Adek gw lagi pendekatan sama calon adik ipar gw. Jadi biar aja. Gw pantau dari jauh aja biar adek gw ga risih." Zayn.


"Serah lu dah." Andre.


"Kenapa sih lu. PMS lu sewot aja perasaan dari tadi." Zayn.


"Itu perasaan lu aja kali." Andre.


Sementara Zayn dan Andre terus berdebat berbeda hal dengan Zizi dan Damar. Keduanya bahkan sudah saling bertukar nomer ponsel. Damar dapat melupakan sakit hatinya di khianati kekasih dan sahabatnya dengan berbincang bersama Zizi.


Melan mengulas senyumnya melihat kedekatan Damar dan Zizi. Melan tak ingin egois untuk tetap menjodohkan Andre dan Zizi. Karena semua akan tidak baik untuk Zizi. Karena Melan tau bagaimana sikap Andre.


Melam tak ambil pusing dengan siapa Andre akan bersanding asalkan Andre dapat mempertanggung jawabkannya. Andre sudah cukup dewasa untuk tau mana yang baik untuknya tanpa harus di beri tahu.


Begitu pun dengan Olla. Dirinya tak menaruh dendam apapun pada Melan dan Andre karena perlakuannya terhadap Zizi. Karena menurutnya semua masih dalam batas wajar. Dan Olla yakin Zizi mampu mengendalikan dirinya.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2