Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Tenang


__ADS_3

Seperti janjinya Tita pulang saat jam makan siang. Tita memarkirkan mobilnya di tempat biasa. Tanio pulang ke rumahnya untuk makan siang dan kembali ke kantornya setelah mengadakan meeting di perusahaan Tita.


Tita tidak langsung mengambil keputusan kali ini. Dirinya akan menyelidiki lebih rinci lagi dan akan bolak balik ke perusahaan seperti yang sudah di diskusikan dengan Ken kemarin malam.


Tita berjalan memasuki pintu utama di dengarnya suara Keina yang terus menangis. Hatinya mulai ragu bagaimana dia akan meninggalkan Keina terus jika Keina seperti itu. Tapi, Tita tetap optimis karena ini hanya sementara.


"Sayang, anak Mommy kenapa menangis?" Sapa Tita yang melihat Keina menangis di pangkuan Nyonya Laura.


"Mommy...."


Keina memanggil Tita dan langsung beringsut turun dari pangkuan Nyonya Laura dan berlari menuju Tita. Tita berdiri di atas lututnya menyamakan tinggi dengan Keina. Keina memeluknya erat dan Tita pun membalas pelukannya.


"Kenapa menangis Hm?" Tanya Tita mengurai pelukkannya.


"Huaaa.... huaaa....."


Keina malah kembali menangis.


"Loh, sssttt.... Sudah. Anak Mommy kan kuat." Ucap Tita menenangkan karena Tita fikir Keina habis terjatuh.


Tita membawa Keina duduk di sofa dekat Nyonya Laura dan Laras. Mereka bertiga masih diam melihat Keina menangis mengadu pada Tita.


"Hm... Ta, Keina kenapa tak ingin di dekati Duo A?" Tanya Tuan Ito mengalihkan suasana.


"Maksud Ayah?" Tanya balik Tita.


"Tadi baru saja ada Jessie datang bersama duo A. Tapi, Keina tak mau di dekatinya. Bahkan Keina menjerit histeris ketika mereka memegang mainannya." Tuan Ito.


Tita terlihat menarik nafas panjang mendengar penjelasan Ayah mertuanya. Tita bingung harus memulainya dari mana. Sementara firinya masih diam.


"Setelah Jessie dan Duo A pulang kami menanyakannya pada Keina tapi hanya menangis seperti itu sejak tadi dan memanggil kamu." Nyonya Laura.


"Sejak pagi juga dia tak ingin di ajak kemana pun. Dia hanya ingin di rumah dan sebentar kami ke kebun." Tuan Ito.


Laras hanya diam tak menyauti. Dirinya pun bingung kenapa Keina jadi seperti itu bahkan sejak kemarin di rumah Aiko. Laras pun ingin mengetahui ada apa dengan Keina.


"Hufh.... Yah, Bu. Sebelumnya Tita minta maaf. Tapi, mungkin untuk sementara Keina tidak di bawa ke rumah Ka Ai dulu."Jawab Tita.

__ADS_1


"Kenapa?"


Kemudian Tita membuka baju yang di kenakan Keina dan Keina hanya diam menuruti apa yang Mommy nya lakukan padanya. Tita menunjukan beberapa luka memar di bagian tubuh Keina. Tuan Ito membuka matanya penuh. Nyonya Laura dan Laras menutup mulutnya yang terbuka lebar melihat luka pada tubuh Keina.


Tita meminta Bibi membawa Keina untuk di gantikan pakaiannya karena sebelum mereka makan siang bersama karena baju Keina basah setelah menangis tadi. Keina menurut dan ikut bersama bibi. Kemudian Tita menjelaskan pada Tuan dan Nyonya Ito juga Laras.


"Awalnya Tita hanya diam tak menanyakan apa tang terjadi pada tubuhnya. Tita memandikannya dengan hati-hati. Tita hanya ingin Keina berterus terang tentang luka di tubuhnya. Dan ternyata semua Keina jelaskan dengan bahasa dia dan cukup jelas.


Kemudian saat Mas Ken pulang Tita menceritakan apa yang terjadi pada Keina. Mas Ken tak juga tak mengerti mengapa duo A bisa seperti itu bahkan susternya juga. Keina yang tak pernah mendapatkan kekerasan sedikit pun menjadi merasa takut." Jelas Tita panjang lebar.


"Lantas apa yang akan kalian lakukan pada Aldi dan Jessie?" Tuan Ito.


"Tidak ada Yah. Hanya saja kami menyayangkan duo A. Mungkin akan membutuhkan bimbingan khusus dan kesabaran yang luar biasa karena hal ini." Tita.


"Maksud Onty?" Tanya Laras.


"Karena semua hal ini terjadi dengan cepat dan mendapat pengaruh yang kuat disertai ancaman." Tita.


"Siapa yang melakukannya? Berani sekali?" Geram Nyonya Laura.


"Suster Bu." Tita.


"Ya. Dalam waktu beberapa hari saja dia bisa melakukan hal seperti ini. Dan Tita takut jika semakin lama dia di sana maka semakin rusak juga duo A." Tita.


"Terus gimana caranya kita bilang sama Kak Jess kalo susternya mengerikan." Laras.


"Jessie akan segera mengetahuinya hari ini juga." Tuan Ito.


"Ayah, jangan gegabah." Nyonya Laura.


"Jessie mengatakan akan melihat cctv rumahnya melihat kejadian kemarin antara Keina dan Duo A. Dan dengan itu juga Jessie akan mengetahui segalanya." Tuan Ito.


"Sebenarnya Tita dan Mas Ken juga mengetahui ini semua dari cctv rumah Kak Ai Yah, Bu." Tita.


"Sudah ku duga. Ken pasti meretas nya kan?" Tuan Ito.


"Ya." Tita.

__ADS_1


Tak lama Keina datang dengan bibi. Dan bibi memberitahu jika makanan sudah siap. Mereka pun berpindah ke meja makan dan melupakan masalah mereka sejenak. Dengan telaten Tita melayani Keina makan.


Keina makan dengan lahap. Laras terus mengusap perutnya yang masih terlihat rata. Tak ingin kejadian menimpa Keina terjadi pada buah hatinya nanti. Entah apa yang akan dia lakukan jika posisi Tita sekarang ada pada posisinya.


Mungkin Laras tidak akan setenang Tita begitupun dengan Gagah. Laras semakin mengagumi Tita yang selalu tenang dalam menghadapi apapun. Entah karena dasarnya memang seperti itu atau karena Tita memiliki latar belakang seorang perawat jadi Tita bisa setenang itu menghadapi apapun.


Acara makan siang pun berlangsung tenang tanpa ada obrolan apapun karena itu yang mereka biasa lakukan. Setelah makan siang mereka tak berkumpul di ruang utama melainkan di halaman belakang rumah menghirup udara siang yang cukup sejuk karena sepertinya hujan akan turun.


Tita yang sudah berganti pakaian sebelum makan siang tadi langsung mengikuti semuanya ke halaman belakang. Bibi membawakan kue dan buah sebagai cemilan.


"My, au My..". Tunjuk Keina pada kue coklat.


"Boleh. Mommy potongkan ya." Ucap Tita.


Tita menyuapi Keina kue coklatnya karena Keina yang menginginkannya. Keina asik bermain dan Tita menyuapinya. Tuan dan Nyonya Ito masih termenung melihat Keina yang seperti biasa saja seolah tak ada yang sakit dari tubuhnya.


Persis Tita yang dapat menyembunyikan apa yang dia rasakan. Laras pun begitu kagum oada Keina. Jika dirinya yang mendapat luka seperti itu mungkin sekarang dirinya hanya akan diam di atas tempat tidur dan menangisi lukanya.


Tapi Keina, dia masih aktif bermain walau hanya sendiri tak ada mengeluh sedikit pun hanya saat kedatangan Jessie dan Duo A saja Keina seperti kehilangan kendalinya. Keina begitu was-was melihat kedatangan Duo A.


"Onty, gimana caranya bisa tenang menghadapi ini semua?" Tanya Laras.


Tita menoleh ke arahnya dan memberikan senyumannya.


"Awalnya memang sulit Ras. Sebagai manusia biasa sudah sangat pasti kita merasa emosi dan ingin langsung bertindak dengan apapun kejadian yang menimpa kita. Tapi, kembali lagi apa dengan kita seperti itu masalah akan segera selesai begitu saja. Jawabannya tidak.


Jadi, sebisa mungkin kita cerna dulu masalahnya barulah kita menentukan apa yang harus kita lakukan dan bagaimana dampaj kedepannya." Jelas Tita.


"Tapi, itu sangat sulit Onty." Laras.


"Ya. Dan itu harus di mulai dari dalam diri kita terlebih dahulu." Tita.


"Melawan diri kita sendiri itu lebih sulit dari pada melawan musuh Ras." Nyonya Laura.


"Hm... Oma dan Onty benar. Terkadang Laras masih egois dengan diri Laras sendiri." Laras.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2