
Daren meninggalkan Bunga begitu saja yang mematung mendengar ajakan Daren yang konyol baginya. Apalagi Daren langsung meninggalkannya begitu saja setelah mengajaknya menikah.
Beberapa saat setelah Daren pergi barulah bunga tersadar dari lamunannya. Bunga menggeleng-gelengkan kepalanya dan memijit pelipisnya merasa pusing sendiri dengan sikap Daren barusan.
"Dasar orang aneh. Semoga aku ga ketemu lagi sama dia." Gumam Bunga.
Sementara Daren berjalan menuju ruangan VVIP dimana Zizi dan Sinta berada untuk pemulihan setelah melahirkan. Daren meminta Ayah dan ibunya untuk mengikutinya keluar.
Mikha dan Angel heran dengan tingkah anak semata wayangnya. Walau kesal karena di pisahkan dari bayi-bayi lucu dan gemas Angel tetap mengikuti langkah sang putra. Daren terus melangkahkan kakinya menuju taman tadi.
Bunga masih berada di tempatnya tadi. Bunga menundukkan kepalanya dengan menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya merasa menyesal telah berbicara dengan Daren.
"Iiiih... Dasar cowok a....neh." Ucap Bunga terhenti ketika dirinya menegakkan tubuhnya di lihatnya pria yang tengah di umpatnya sudah berada di hadapannya lagi bahkan bersama dua orang yang tak di kenalinya.
"Maksud kamu aku aneh?" Tanya Daren dan di angguki oleh Bunga.
"Eh, ngapain lagi kamu ke sini?" Tanya Bunga tanpa memperdulikan siapa dua orang yang bersamanya.
"Manemui kamu." Jawab Daren singkat.
"Mau apa lagi?" Tanya Bunga kesal.
"Ajak kamu nikah." Daren.
Mikha mengernyitkan dahinya mendengar perkataan putra semata wayangnya. Karena Mikha lebih mengerti apa yang di katakan Daren dari pada sang istri. Angel masih belum fasih dalam bahasa. Hanya kata nikah yang di mengerti olehnya yang membuatnya menerka-nerka.
"Astaga! Kamu fikir nikah sama kaya beli kerupuk di warung. Sekali bilang beli bayar langsung pulang bawa kerupuk. Ngga gitu konsepnya." Jawab Bunga geram.
"Ya aku mengerti. Untuk itu aku bawa mereka datang ke sini." Tunjuk Daren pada Mikha dan Angel.
"Siapa lagi mereka?" Tanya Bunga.
"Dia Ayah ku dan ini Ibu ku." Daren.
"Apa?!" Tanya Bunga tak percaya.
Bunga menutup mulutnya yang terbuka lebar tak percaya dengan apa yang dikatakan Daren barusan. Sementara Daren hanya menganggukan kepalanya tanda apa yang di katakan olehnya adalah benar.
__ADS_1
"What is the problem?" Tanya Angel yang sudah sangat penasaran.
"I'm going to marry mom. And this is my future wife." Tunjuk Daren pada Bunga.
Bunga menepuk jidatnya merasa semakin pusing dengan sikap Daren. Karena Bunga mengerti apa yang di katakan Daren pada Angel. Sementara Mikha hanya diam mencerna apa yang di bicarakan oleh Putranya.
"Are you sure, son? You're not kidding, are you? Okey! Mom agreed." Jawab Angel bersemangat.
"Apa!?"
"Aduh, salah ngomong deh gw kayanya." Gerutu Bunga.
Mikha tersenyum tipis melihat kebingungan Bunga. Sepertinya putra semata wayangnya itu belum membicarakan apa-apa dengan Bunga. Mikha mengerti akan situasinya. Namun, demi kelancaran putranya Mikha hanya diam seolah tak mengerti apa-apa.
Melihat Bunga Mikha langsung menyetujuinya. Sepertinya Bunga mampu mengimbangi Daren putranya yang mandiri. Dan sepertinya Bunga juga bisa membuat Daren menurutinya.
"Oh my god, beautiful. Thank you for accepting my unhandsome son." Ucap Angel.
"Mom.." Daren.
"Okey. When can I come propose to your girlfriend?" Tanya Mikha kemudian.
Sementara Daren dan Bunga berbicara sedikit menjauh dari keduanya.
"Heh! Kamu sudah g*** ya? Maksud kamu apa bilang sama orang tua kamu kita mau menikah? Jangan kamu fikir aku ga ngerti ya kamu ngomong apa sama mereka." Cerocos Bunga.
Daren hanya diam memperhatikan Bunga. Semakin Bunga banyak berbicara membuat Daren semakin gemas. Rasanya ingin sekali membungkam mulut Bunga yang banyak bicara dengan mulutnya.
"Heh! Malah bengong lagi. Pokoknya aku ga terima kamu main lamar saja. Aku ga mau tau kamu urus saja keluarga kamu aku ga ikut campur. Bye.." Ucap Bunga meninggalkan Daren dengan kesal.
Saat Bunga baru saja melangkahkan satu kakinya Daren mencekal tangannya dan berhasil membuat Bunga masuk kedalam pelukan Daren.
Deg....
Deg....
"Astaga... Jantung gw..." Batin Bunga.
__ADS_1
"Oh Tuhan ada apa dengan jantungku." Batin Daren.
Sejenak mereka terdiam kemudian pandangan mereka pun beradu satu sama lain. Bunga meihat ketulusan dimata Daren begitu pun dengan Daren. Membuat Daren semakin yakin pada keputusannya untuk menjadikan Bunga istrinya apapun yang akan terjadi.
"Tunggu kami di rumah mu nanti malam." Bisik Daren di telinga Bunga.
"Issh..." Bunga.
Daren pergi meninggalkan Bunga bersama Ayah dan Ibunya. Sementara Bunga masih diam di tempat dengan fikirannya sendiri. Setelah tersadar Bunga pun kembali ke tempatnya bertugas.
"Terserah apa yang mau di katakan. Dia kira menikah itu seperti membeli tempe di pasar. Terserah lagian sok-sok mau ke rumah. Kaya tau aja rumah gw." Gerutu Bunga sambil berjalan di lorong.
Daren, Mikha dan Angel kembali ke dalam ruangan Zizi dan Sinta. Daren pun mengumumkan jika dirinya akan melamar seorang gadis. Kemudian Daren meminta bantuan Rehan untuk mencari alamat Bunga.
Sejenak Rehan masih mencerna permintaan Daren. Dan kemudian Rehan baru sadar jika gadis yang di maksud Daren adalah perawat di rumah sakit miliknya. Daren pun dapat dengan mudah mendapatkan alamat Bunga.
Mikha dan Angel pun harus berpamitan untuk mempersiapkan acara lamaran sore nanti. Gladys dan Laras bersedia menemani Angel untuk mencari persiapan untuk lamaran Daren dan Bunga.
Gladys dan Laras cukup kesulitan mencari barang kesukaan Bunga. Laras pun segera menghubungi staf rumah sakit meminta untuk memberikan data diri Bunga padanya lewat email.
Dari data diri Bunga Laras dan Gladys pun mendapat sedikit pencerahan mengenai barang yang akan mereka bawa. Angel senang Gladys dan Laras mau menemaninya berbelanja. Sementara Mikha dan Daren kembali ke mansion.
Mikha menyelidik tetang bagaimana bisa Daren tiba-tiba ingin menikahi gadis yang baru di temuinya. Daren pun menceritakan bagaimana pertemuan pertamanya dengan Bunga. Mikha pun sangat setuju dengan apa yang telah di ucapkan Bunga.
"Jadi kamu belum memeriksakan diri kamu?" Mikha.
"Belum Dad." Daren.
"Lalu bagaimana jika setelah pernikahan mu yang ke dua ini kau gagal juga dan tak memiliki keturunan?" Mikha.
"Daren pasrahkan semuanya Dad. Daren akan meminta Bunga meninggalkan Daren." Daren.
"Kau yakin Nak?" Mikha.
"Ya. Daren yakin Dad." Daren.
"Daddy harap kali ini kau tidak salah dan apa yang kau pilih menjadi kebahagian mu Nak." Mikha.
__ADS_1
"Thanks Dad." Daren.
🌹🌹🌹