
Setelah sepakat Ken dan Abi memilih dengan panggilan Opa. Sedang Tita Mimo dan Melan Mima. Sedangkan Ayumi memilih untuk di panggil Oma saja seperti cucu-cucunya yang lain. Dan Marni Ombu atau Oma Buyut.
Sementara Daren dan Keina memilih untuk di panggil Mama dan Papa oleh Reina. Di rumah Zio dan Raya pun suasana ramai. Keluarga Raya tepatnya kedua orang tuanya dan adiknya datang menginap. Olla, Nio, Zayn dan Sinta pun datang berkunjung.
Kehadiran jagoan kecil Zio menghangatkan rumahnya. Raya merasa bahagia karena di berikan keluarga yang sangat menyayanginya. Terlebih suaminya. Hal yang tak pernah di sangkanya mendapatkan Zio.
"Bang, siapa nama jagoannya?" Tanya Nio.
"Arkana Martin."
"Owh! Baby A jadinya ini." Ucap Olla pada cucunya.
"Iya Oma." Jawab Raya menirukan suara anak kecil.
Olla dan Nio sepakat untuk cucu-cucunya panggil Oma dan Opa saja. Tangisan A pun begitu nyaring terdengar. Nampaknya A haus dan ingin meminum susu dari sumbernya. Dengan sigap Raya pun segera memberikan apa yang putranya inginkan.
"Apa sudah banyak Kak ASInya?" Tanya Olla.
"Alhamdulillah Bunda. Sejak hamil sembilan bulan udah mulai rembesan." Raya.
"Sama kaya Kein dong." Sinta.
"Iya.Nanti kamu juga pas udah sembilan bulan mulai minum booster biar ASInya siap kaya kita." Raya.
"Siap Kak." Sinta.
Walaupun usia Sinta lebih tua satu tahun dari Raya Sinta tetap memanggil Raya Kakak dan Raya memanggil Sinta Adek. Sebagai wujud sopannya mereka karena menikahi kakak beradik.
"Wah, besan akan bertambah lagi nih cucunya dua sekaligus." Ucap Papa Raya.
"Iya Alhamdulillah San. Ga nyangka juga mereka menikah berdekatan hampir bersamaan dan punya anak juga kebut-kebutan. Walaupun awalnya repot tapi kami bersyukur bisa melewatinya." Nio.
"Hahahaaa.... Iya juga. Tidak apa-apa biar ramai sekalian." Papa Raya.
"Sinta dan Zizi umur hamilnya sama ya?" Mama Raya.
"Sama Mba. Hanya berbeda hari saja. Bisa jadi mereka melahirkan bersamaan juga seperti Raya dan Keina." Olla.
"Ga nyangaka Keina dan Raya yang bersahabat lulus sekolah bersama menikah bersama punya anak juga sama. Dan yang lebih ga di sangka ternyata jodohnya Raya kakak sepupu Keina sendiri." Mama Raya.
"Iya ya Mba. Dulu sering liat Raya di rumah adik saya. Ga nyangka bakalan jadi mantu." Olla.
Obrolan pun terus berlangsung. Zayn dan Sinta berpamitan untuk mengunjungi Keina di mansion. Sedang Olla dan Nio masih setia tinggal di rumah Zio.
"Hai bumil..." Sapa Keina yang tengah menggendong baby Rein.
__ADS_1
"Hai... Cantik Onty... Aduuh... gemes banget deh." Ucap Sinta menoel pipi Reina yang gembul.
"Nanti siap-siap di mainin ya Onty adek bayinya sama aku." Ucap Olla menirukan suara anak kecil.
"Aduuuh jadi ga sabar pengen cepet gendong deh." Greget Sinta.
"Gendong aku aja Onty." Jawab Keina lagi.
"Eh, Zizi ada di sini?" Tanya Sinta.
"Ada. Di kamar tadi sama Andre." Keina.
"Mereka nginep ya?" Sinta.
"Iya. Zizi ga mau pulang semalam." Keina.
"Yang lain mana Kein?" Tanya Sinta.
"Di belakang. Sana gabung dulu. Aku mau kasih Rein ASI dulu." Keina.
Sinta pun gabung dengan yang lainnya. Mereka tampak tengah bersantai bersama. Sengaja semua meliburkan diri dari pekerjaan mereka karena tengah berbahagia menyambut kelahiran cucu-cucu mereka.
"Adek bobo?" Tanya Daren yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Iya. Pules banget. Mau di pindahin ga tega." Ucap Keina memangku Reina.
Daren pun dengan hati-hati mengangkat Reina untuk di pindahkan ke dalam boks bayi. Reina tampak tak terusik sama sekali saat di pindahkan. Reina sepertinya tak terlalu rewel. Tidurnya pun tidak mudah terganggu berbeda dengan Arkana yang mudah terusik.
Memiliki anak menambah ke harmonisan Daren dan Keina. Bahkan jika Keina terbangun di malam hari Daren dengan suka rela menemaninya. Daren pun tak pernah mengeluh apapun begitupun dengan Keina. Mereka berdua begitu menikmati peran orang tua baru.
"Ren, istirahat. Nanti malam pasti kamu bergadang lagi." Titah Tita.
"Iya Mom. Nanti sebentar lagi." Daren.
"Iya Bang. Jangan sampe kamu juga tumbang. Kasian Keina nanti." Melan.
"Iya Mam. Sebentar ini baru aja makan rasanyaga enak kalo langsung tidur." Daren.
"Abang, boleh di pinjem ga Rein?" Tanya Zizi.
"Maksudnya?" Daren.
"Iya di pinjem bawa pulang. Biar ada mainan di rumah." Zizi.
"Astaga Zi. Lu fikir Reina sama Arkana boneka boleh lu pinjem kapan aja." Protes Zayn.
__ADS_1
"Ye, lagian kenapa Abang yang sewot. Kan Zi pinjemnya sama Bang Daren bukan sama Abang." Jawab Zizi.
"Lagian di perut lu juga ada bayi kan ya udah tunggu aja nanti anak lu brojol." Zayn.
"Iiih,,,, Abang. Beda dong. Lagian kan yang di perut Zi masih lama keluarnya." Rengek Zizi.
"Udah-udah. Zizi boleh pinjem kok Reina nya tapi jangan di bawa pulang ya. Di sini aja. Soalnya nanti repot kalo mau minum ASI. Atau nanti Kakak yang ke rumah Mami." Ucap Daren melerai saudaranya.
"Tuh, denger. Abang mah pelit." Zizi.
"Eh." Zayn.
Daren pun masuk ke dalam kamarnya menyusul Keina dan Reina yang sudah lebih dulu masuk. Tampak Keina tertidur bersama Reina di atas tempat tidur mereka. Daren pun dengan perlahan memindahkan Reina ke dalam boknya.
Kemudian Daren menyusul Keina di tempat tidurnya. Daren merapatkan tubuhnya dengan Keina agar lebih leluasa memeluk Keina. Tak lama Daren pun ikut terlelap karena semalaman ikut begadang bersama Keina walaupun Keina sudah melarangnya.
"Ta, kata Daren kalian akan akikahan bersama di hotel?" Melan.
"Iya. Zio sama Daren janjian gitu. Katanya biar menghemat waktu gw ga ngerti." Tita.
"Ampun banget deh mereka itu. Apa-apa barengan." Melan.
"Sama tuh kaya mereka." Tunjuk Tita pada Andre dan Zayn.
"Eh, kok kita di bawa-bawa Onty." Protes Zayn.
"Lah, bukannya istri-istri kalian juga barengan hamilnya?" Tita.
"Iya sih. Kita juga ga nyangka begitu Ty." Zayn.
"Lu Ndre yang ngikutin gw." Zayn.
"Lah, Lu aja yang ga mau kalah langsung tancap gas. Kan Lu yang belakangan nikah." Andre.
"Buna, Intan nanyain nih." Teriak Daffin pada Ayumi.
"Owh! Astaga! Buna lupa. Suruh langsung ke sini aja deh Daff." Ayumi.
"Kalian janjian?" Marni.
"Ngga. Kemarin kan Aku bilang aku pulang ke rumah. Ga taunya masih betah di sini. Kasian juga Intan sendirian di rumah." Ayumi.
"Owh! Suami kamu kemana?" Marni.
"Ada acara. Pergi sama Angga dan Gagah." Ayumi.
__ADS_1
"Pantes aja dua ibu muda ini betah di sini." Tunjuk Ayumi pada Laras dan Gladys.
🌻🌻🌻