Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Cemas


__ADS_3

Keina dan Tita keluar dari dalam kamar Keina menuju dapur. Tita mendudukkan Keina di kursi meja makan kemudian membawakan puding dari dalam kulkas. Sambil menunggu Tita membuatkan baso untuknya Keina menyantap puding.


Tita memang selalu menyediakan baso buatannya untuk persediaan Keina dan itu tidak lebih dari satu minggu di simpan. Jika Keina tak menginginkan apapun yang sudah Tita siapkan maka Tita meminta bibi untuk memakannya dan Tita akan membuatkannya kembali.


Laras dan Gagah turun pandangan mereka tertuju pada gadis cantik yang tengah menikmati pudingnya. Laras dan Gagah segera menghampirinya. Dan Laras begitu tergoda untuk memakan puding juga.


"Keina, Kakak boleh minta pudingnya?" Tanya Laras dengan tatapan mendamba.


"Tata au. Cini." Ucap Keina menjulurkan sendok berisi pudingnya.


Dengan tanpa basa-basi Laras pun segera melahap puding di dalam sendok. Laras begitu menikmatinya. Puding Mangga yang segar baginya. Entah mengapa sejak dirinya berbadan dua Laras memang lebih suka makan di bandingkan mual munt*h.


Laras hanya akan mual dan munt*h di pagi hari selebihnya semua makanan masuk ke dalam mulutnya. Keina melihat Laras yang begitu menikmati puding pemberiannya.


"Tata au gi?" Tanya Keina.


"Boleh?" Tanya balik Laras.


"My,, Tata au uding." Teriak Keina tanpa menjawab Laras kembali.


"Iya sayang. Boleh. Ambil di kulkas saja." Teriak Tita dari dapur.


Gagah segera mengambilkan puding untuk Laras dari dalam kulkas dan ternyata terdapat banyak puding dengan berbagai varian rasa. Gagah mulai bingung mengambilkan rasa apa.


"Sayang mau rasa apa?" Tanya Gagah.


"Mangga seperti Keina." Jawab Laras cepat.


Gagah pun mengambilkannya untuk Laras kemudian dirinya memakan yang rasa nanas. Melihat milik Gagah Laras pun kembali tergiur dan ingin mencicipi milik Gagah.


"Sayang, mau itu juga." Rengek Laras.


"Boleh. Ini." Gagah.


Dan Laras pun menikmati dua puding di hadapannya. Keina terkikik geli melihat Gagah yang hanya memandangi Laras dan tak dapat jatah puding. Tak lama Tita pun datang dengan semangkuk baso pesanan Keina.


"Hmm... Wangi...." Ucap Laras.


Tita yang mengetahui jika Laras pasti akan memintanya pun langsung memberi kode pada Gagah untuk mengambilkannya di dapur.


"Onty,,," Panggil Laras.


"Gagah akan mengambilkannya untukmu. Tunggulah." Tita.

__ADS_1


"Aaa.... Onty memang best." Ucap Laras mengacungkan dua jempolnya.


Laras dan Keina pun menikmati baso dalam mangkuk masing-masing. Ketika mereka tengah menikmati basonya Ken datang dan menghampiri mereka semua.


"Sore semuanya.." Ucap Ken.


"Sore." Jawab semuanya.


"Daddy..." Teriak Keina.


"Wah, cantiknya Daddy makan apa?" Tanya Ken mendaratkan ciumannya di puncak kepala Keina dan bergantian pada Tita.


"Aso Dy. Dy au?" Tanya Keina.


"Tidak. Makanlah. Tapi, Daddy pinjam Mommy sebentar ya. Keina ada Kak Gagah sama Kak Laras." Pinta Ken.


"Ote Dy." Jawab Keina.


Tita pun segera bangkit dari duduknya dan berjalan saling bergandengan menuju kamar mereka. Tita meminta Ken untuk mandi terlebih dahulu setelah Ken masuk ke dalam kamar mandi Tita pun menyiapkan pakaian santainya.


Tak lama Ken pun keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja yang di lilitkan di pinggangnya sehingga menampilkan dada bidangnya dengan deretan roti sobek kesukaan Tita. Tita tampak tersipu melihat penampilan Ken yang begitu seksi menurutnya.


"Kenapa Hm??? Masih malu saja. Ini semua milik kamu sayang." Ucap Ken menuntun tangan Tita untuk memegang dadanya.


"Mas ih, cepet sana pake bajunya nanti masuk angin." Titah Tita mengalihkan rasa malunya.


"Bagaimana tadi laporan Tari?" Tanya Ken.


"Hm... Begitulah. Sepertinya besok Tita ke kantor. Boleh?" Tanya Tita.


"Boleh sayang. Lakukan apa yang mau kamu lakukan. Tapi, sepertinya dia hanya alat. Mas baru saja mendapatkan bukti baru lagi." Ucap Ken.


"Hm.. Sepertinya begitu Mas. Maka dari itu Tita akan datang ke kantor untuk memastikannya." Tita.


"Baiklah. Kak Nio sudah mengetahuinya?" Ken.


"Sepertinya sudah. Karena tadi Tita menitipkan memo pada Tari untuk di berikan pada Kak Nio." Tita.


"Baiklah. Jika membutuhkan bantuan Mas langsung meluncur dari kantor." Ken.


"Tentu harus seperti itu." Tita.


"Apa yang tidak untuk bidadari ku ini." Gombal Ken.

__ADS_1


"Ceh, sudahlah. Ayo kita turun." Ajak Tita.


"Tunggu. Bagaiamana Kak Ai?" Ken.


"Tita benar-benar tidak sempat datang ke sana Mas. Mungkin nanti akan di bicarakan bersama setelah makan malam. Tapi, ada kejadian yang mengganjal Mas." Tita.


"Mengganjal? Apa?" Tanya balik Ken.


"Sepulang dari rumah Kak Ai Keina merajuk dan menurut keterangan Kak Ayu Keina merajuk sejak pagi ke rumah Kak Ai. Dan Keina mendapatkan beberapa bekas cubitan di tubuhnya. Menurut cerita Keina Dua A dan suster yang melakukannya." Jelas Tita.


"Apa! Kamu yakin sayang?" Ken.


"Maka dari itu kita harus memastikannya terlebih dahulu. Tita juga ga abis fikir kenapa Duo A melakukannya. Dan kenapa juga Suster ikut andil." Tita.


"Hm.. Sebentar Mas hubungi Orang Mas dulu dan meminta meretas cctv yang terdapat di rumah Kak Ai." Ken.


"Baiklah." Tita.


Kemudian Ken pun menghubungi orangnya yang pandai dalam hal tersebut. Betul saja tak butuh waktu lama informasi yang mereka inginkan pun sudah berada di tangan mereka berdua. Ken dan Tita melihat rekaman yang dikirim kepada Ken.


Ken dan Tita saling pandang ketika melihat aksi suster yang di bayar untuk menjaga kedua anak kembar Jessie dan Aldi. Tita dan Ken tidak habis fikir dengan aksinya.


"Apa kita harus mengatakannya?" Tita.


"Tidak. Biarkan saja dulu. Kita kumpulkan saja dulu bukti-buktinya." Ken.


"Dia belum sadar jika di rumah itu ada cctv?" Tita.


"Ya." Ken.


"Bagaimana jika dia menutuskan sambungannya?" Tita.


"Kita sudah memiliki rekamannya. Tenanglah. Sekarang kita hanya perlu berjaga." Ken.


"Baiklah." Tita.


Setelah berdiskusi mereka pun memutuskan keluar dan menemui keluarga yang lainnya. Dan ternyata mereka tengah bersantai di halaman belakang. Suasana sore yang begitu sejuk membuat mereka semua begitu asik bercemgkrama.


Dan kebersamaan mereka akan sedikit berkurang karena besok lusa Gladys akan di boyong oleh Angga ke rumahnya. Semua sudah di setujui oleh Gladys. Walaupun sedikit berat meninggalkan keluarga tercinta tapi itu semua sudah menjadi konsekuensi baginya.


Angga terus menatap wajah kebahagiaan yang terpancar di wajah Gladys. Sedikit rasa cemas apa Gladys akan sebahagia ini saat di rumahnya nanti. Hanya akan ada Mama dan Papanya saja di sana nanti. Apa mungkin Gladys akan merasa nyaman berada di sana.


Gladys menatap Angga yang terlihat terus menatapnya. Gladys memberi kode seolah bertanya ada apa pada Angga tapi Angga hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum padanya.

__ADS_1


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2