
Bercandaan Ken dan Tanio berujung ngambek yang berkepanjangan dari Tita dan Olla. Olla memilih menginap di mansion dan menolak pulang. Tita dan Olla masuk ke dalam kamar yang sama mengunci diri mereka.
Ken dan Tanio di buat kelimpungan. Wajahnya panik tak bersahabat. Keina dan Daren suaminya bingung melihat orang tua mereka.
Keina pun saling tatap dengan Daren. Mikha dan yang lainnya masuk dengan cepat.
"Ada apa?" Keina.
Semua pun menjawab dengan gelengan. Terlihat Ken dan Tanio berdiri di depan kamar yang di masukin Tita dan Olla. Ken tiba-tiba mengingat sesuatu. Ken membalikkan badannya dan melihat Reina dalam gendongan Keina.
"Cucu Opa sayang.. Bujuk Mimo ya sayang." Ucap Ken mendekati Reina dan Keina.
"Eits... Jangan libatkan anak aku Dad." Keina menjauhkan Reina dari Ken.
"Ayolah Kein,,, Reina akan membantu Daddy." Mohon Ken.
"No! Kein ga tau apa yang udah Daddy lakukan sama Mommy tapi Daddy tetap harus berusaha sendiri tanpa bantuan anak Kein. Ayo Papa Daren kita masuk." Ajak Keina pada Daren.
"Sorry Dad.." Ucap Daren mengikuti langkah Keina.
Ken menggusar rambutnya. Ken kembali mendekati pintu kamar dan mengetuknya membujuk Tita. Begitupun dengan Tanio yang terus membujuk Olla. Mikha, Angel dan Daren pun membiarkan saja keduanya. Mereka lebih memilih masuk ke kamar masing-masing mengingat hari sudah semakin malam.
Sementara di dalam kamar Olla dan Tita tengah berdiskusi mengenai acara pernikaha Daren dan Bunga. Olla dan Tita sengaja memberikan pelajaran pada suami mereka. Karena dengan seenaknya mengerjai mereka di dalam mobil tadi.
Pagi hari Tita yang seperti biasa akan melakukan tugasnya menuju dapur di kejutkan dengan Ken dan Tanio yang tengah tertidur di lantai tepat di depan pintu kamar. Tita bergegas menbangunkan suaminya.
"Mas, bangun Mas. Kenapa tidur di sini sih?!" Gerutu Tita.
Ken yang merasakan ada yang menyentuhnya membuka matanya. Ken segera bangkit terduduk.
"Sayang.." Panggil Ken dengan suara khas bangun tidur.
"Kenapa tidur di sini? Ayo pindah ke kamar." Titah Tita.
"Mas ga bisa tidur sayang. Mas nungguin kamu di sini sampai ketiduran." Ken.
"Astaga! Maaf Mas. Ayo pindah." Tita.
"Tapi, temenin Mas di kamar ya." Ken.
"Issh... Dasar manja. Ga inget umur apa udah punya cucu juga." Omel Tita membantu Ken bangun.
"Sebentar Mas, Tita bangunkan Abang dulu." Tita.
"Iiih,,, biar aja Sayang." Ken.
__ADS_1
"Ga boleh gitu sayang. Sebentar aja. Sana Mas duluan nanti Tita susul." Tita.
"Mas tunggu di sini saja." Ken.
Tira pun duduk kembali mendekati Tanio.
"Bang, Bang Nio bangun. Sana pindah ke dalam. Kak Olla masih tidur." Bisik Tita lembut.
Tanpa membuka matanya Tanio bangkit dan berjalan menuju kamar yang semalam di tempati Tita dan Olla. Setelah mengunci kamarnya Tanio menyusul Olla yang masih asik bergelung dengan selimut tebalnya.
Tanio meringsek masuk dan memeluk Olla dengan posesif. Olla yang merasakan ada yang memeluknya mengira jika itu Tita Olla lutn membiarkannya saja. Karena merasa ada yang berbeda Olla pun membuka matanya.
Olla terperanjat melihat tangan kekar memeluk dirinya. Olla membalikkan badan dan bernafas lega ketika mendapati suaminya lah yang tengah mendekapnya.
"Morning sayang.." Sapa Tanio tanpa membuka matanya.
"Kok Mas ada di sini?" Olla.
"Adikmu yang meminta Mas ke sini sayang." Jawab Tanio memeluk Olla.
"Iiih... Adik mu itu." Olla.
"Hah! Itu adik Mas ya?" Tanya Tanio bangkit terduduk menatap Olla.
"Nyebelin. Itu adik kamu yang sama nyebelinnya." Olla.
"Sayangnya gitu." Olla.
"Yang," Goda Tanio.
"Apa iiih.. Mas... Inget umur. Kamu udah punya cucu tiga." Peringat Olla.
Namun, bukannya melepaskan pelukannya Tanio semakin mempererat pelukannya dan membuat pagi mereka yang dingin menjadi hangat bahkan panas karena ulah mereka berdua. Bukan cuma di dalam kamar itu saja tapi di dalam kamar pasangan tua lainnya juga sama begitu.
Tita dan Ken membuat suasana pagi yang dingin menjadi panasa karena ulah keduanya. Ken tak melepaskan Tita begitu saja. Keduanya sama-sama memberikan kehangatan.
Keina keluar dari kamar hanya ada Marni sang Nenek dan para pelayan yang tengah sibuk membuat sarapan. Keina menyisir semua ruangan tak mendapati Daddy dan Oncle nya yang semalam tertidur di lantai.
"Mommy kemana Nek?" Tanya Keina.
"Sedang membujuk Daddy yang merajuk." Marni.
"Haist... Mereka tak inget umur." Keina.
"Kau akan merasakannya nanti sayang.." Marni.
__ADS_1
"Nenek,, jangan begitu." Keina.
Keina pun membantu Marni dan pelayan membuat sarapan. Setelah selesai Keina kembali ke atas menbangunkan Daren. Namun, saat dirinya masuk ke dalam kamar Keina melihat suami dan putrinya telah bangun. Keduanya tengah bermain di atas tempat tidur dengan asik membuat Keina gemas.
"Selamat pagi Papa, selamat pagi cantiknya Mama.." Sapa Keina.
"Selamat pagi Mama.." Ucap Daren menirukan suara anak kecil.
"Ayo mandi Papa, Rein. Setelah ini kita sarapan." Keina.
"Ayo sayang kita mandi." Ajak Daren pada Reina.
Keina menyiapkan air hangat untuk keduanya. Setelah siap Reina dan Daren pun mandi bersama di dalam bathtub. Reina tertawa riang bermain air bersama Daren sementara Keina menyiapkan pakaian untuk mereka berdua.
Keina benar-benar menikmati perannya sebagai ibu rumah tangga. Hari ini Keina akan di sibukkan dengan persiapan sepupunya Daren bersama Intan. Tapi, sayangnya Intan harus mengikuti kelasnya terlebih dahulu.
"Mama,, Rein sudah selesai.." Panggil Daren.
"Wah, cantiknya Mama sudah wangi.. Ayo kita pakai baju biar tambah cantik." Keina.
Daren menyelesaikan mandinya kemudian bergegas menuju kamar ganti. Setelah siap Daren segera keluar dari kamar menggendong Reina membiarkan Keina menbersihkan dirinya terlebih dahulu.
"Selamat pagi kesayangan Om tampan.." Sapa Daffin saat melihat Daren dan Reina keluar dari kamar.
"Pagi Om." Jawab Daren mewakili Reina.
Reina tertawa melihat kehadiran Om kesayangannya. Membuat Daffin gemas dan menggendong Reina.
"Intan belum turun Dek?" Daren.
"Belum sebentar lagi Bang. Hari ini dia ada kelas. Daff ijin antar Intan ke kampus dulu ya Bang." Daffin.
"Santai saja Daff. Asal kau tidak terlalu terlambat datang ke kantor." Daffin.
"Hari ini tidak ke kantor Andre?" Daren.
"Kesana dong Bang. Gimana ceritanya ga ke sana. Daff ijin karena ada Meeting di kantor." Daffin.
"Baiklah. Maaf pekerjaan di kantor membuat kamu repot ya Daff? Kenapa ga magang di kantor saja sih Daff?" Daren.
"Biar saja Bang. Itung-itung Daff bantu Abang sama Bang Andre juga. Apalagi sekarang Bang Andre baru punya bayi." Daffin.
"Terima kasih Daff. Kami berdua sangat terbantu oleh kamu." Daren.
"Tidak perlu berterima kasih Bang. Kita kan keluarga." Daffin.
__ADS_1
🌻🌻🌻