
Hari ini hari kelulusan bagi Zayn dan Andre. Zayn yang berencana akan melanjutkan kuliahnya di negara yang sama dengan sang Kakak pun harus segera menyiapkan segala persiapan ya untuk pergi karena dirinyabtak memiliki banyak waktu lagi.
Sementara Andre tidak akan melanjutkan kuliah di negara yang sama dengan Daren. Andre memilih kuliah di kota yang sama dengan irang tuanya karena Melan tak mengijinkan dirinya jauh darinya. Melan takut jika Andre akan berpaling dari Zizi.
"Abang,,,," Panggil Keina pada Zayn dan Andre yang tengah berkumpul dengan teman-temannya.
"Kenapa Kein?" Tanya Zayn lembut pada adik sepupunya itu.
Sedang Andre berusaha bersikap biasa di hadapan Keina. Tiba-tiba Keina memeluk Zayn erat seolah tak ingin berpisah. Kemudian isak tangisnya tak terbendung lagi. Zayn memeluk erat Keina.
Andre yang melihatnya langsung menghampiri keduanya kemudian memeluk keduanya. Andre mengusap lembut punggung Keina yang bergetar. Zayn tau apa yang tengah di rasakan oleh adik sepupunya itu.
"Sudahlah Kein. Kan masih ada Abang di sini." Ucap Andre menenangkan Keina.
"Aku tidak mau membuat Zizi marah Bang." Ucap Keina di sela isaknya.
"Astaga! Kau membuat suasana menjadi tak enak." Andre.
"Awas saja kau main-main dengan adik ku Dre." Zayn.
"Ceh, aku lupa jika kau Kakaknya." Andre.
"Hahaha... Kau harus bertanggung jawan Bang." Keina.
"Huh! Syukurlah sekarang aku bisa membuatmu tertawa." Andre.
"Jangan sampai Abang mu mencoretmu dari kartu keluarga Dre karena menggoda calon istrinya." Zayn.
"Abang! Kein sebal sama Abang." Pekik Keina.
Mereka bertiga pun tertawa membuat teman-teman Andre dan Zayn terheran kepada ketiganya. Karena mereka tadi melihat Keina menangis dan tak berselang lama mereka bertiga pun tertawa bersama.
"Keina." Panggil Raya sahabat Keina.
"Kenapa Ray?" Tanya Keina.
"Kenapa Lu bilang? Lu ninggalin gw sendirian di kantin seenaknya lu bilang kenapa." Umpat Raya yang kesal karena tadi Keina berpamitan padanya ke toilet sebentar.
Dan memang sebelumnya Keina berencana ke toilet sebelum dirinya melihat Zayn dan Andre bersama teman-temannya. Keina pun menggaruk kepalanya yang tak gatal melihat sahabatnya marah padanya.
"Eh, sori Raya yang cantik dan baik hati." Rayu Keina padanya.
"Ceh, sudah begini saja kamu merayu." Raya.
__ADS_1
"Lu ga sedih Bang Zayn mau ke LN loh lusa." Ucap Keina.
Blush...
"Eh, kok gw sedih. Emang apa hubungannya sama Gw." Ucap Raya namun wajahnya tak bisa menutupi kegugupannya.
"Yakin Ray?" Tanya Keina.
"Ayo ih.. Kita kesana cepet." Tunjuk Raya ke arah lain menghindari pertanyaan Keina.
"Cepet pulang Bang. Jangan lama-lama di LN nanti ada yang rindu." Goda Keina pada Zayn dan Raya.
"Jangan rindu. Biar Abang aja." Ucap Zayn.
"Cie...cie..." Goda Keina pada Raya.
Sementara wajah Raya sudah semakin memerah. Keina tau bahwa sahabatnya itu menaruh hati pada Kakak sepupunya itu hanya saja Raya begitu rapih menyimpannya. Tak perlu Raya mengatakannya Keina sudah bisa menebaknya.
"Udah sana Kein. Lu bikin baper anak orang aja." Usir Andre.
"Berani bener ngusir Kakak ipar." Keina.
"Ceh, sana-sana." Andre.
Disinilah mereka semua berada di bandara untuk mengantarkan kepergian Zayn. Zizi sang adik terus menangisi kepergian kakak keduanya. Belum Kakak pertamanya datang kakak keduanya pun meninggalkannya.
Selama dua tahun kepergiannya Zio dan Daren memang belum pulang ke tanah air. Daren dan Zio bertekat tidak akan pulang sebelum mereka berdua lulus kuliah. Hanya Olla dan Melan yang datang berkunjung ke sana untuk menemui anak-anak mereka.
"Abang, inget ya jangan lama-lama ada yang rindu." Ucap Keina.
"Ceh, kau ini. Sekolah yang benar biar cepet lulus terus nikah." Pesan Zayn.
"Iih,,, Abang yang menyebalkan." Ucap Keina dan dengan mulus mendaratkan pukulannya di lengan Zayn.
"Aw,,, Sakit Kein." Aduh Zayn berpura-pura kesakitan.
"Zayn, kau ini selalu saja menggoda adikmu." Tegur Olla.
"Soalnya dia lucu Bun." Zayn.
"Sudahlah. Sana masuk nanti ketinggalan pesawat." Usir Olla.
Mati-matian Olla menahan kesedihannya karena Zayn mengancamnya tidak akan oulang juga seperti abangnya jika Bundanya menangisi kepergiannya.
__ADS_1
"Kein, ngga mau titip oesan atau apa gitu buat calon suami?" Goda Zayn lagi.
"NGGA!" Jawab Keina ketus.
"Hahahaaa.... Cie yang rindu." Goda Zayn.
"Onty,, Abang jahat." Adu Keina.
"Sudah-sudah sana. Kalian memang harus di pisahkan." Olla.
Setelah Zayn pergi Keina menarik Zizi masuk kedalam pelukkannya. Keina merangkul bahu Zizi untuk meninggalkan bandara. Hanya ada keluarga Nio di tambah Keina yang ikut mengantarkan Zayn pergi sesuai permintaan Zayn.
Bahkan Andre tak ikut mengantarkannya karena Zayn tak mau kepergiannya terasa berat ketika orang-orang yang di sayanginya mengantatkannya. Sementara di negara lain dua orang pria tengah bersiap menunggu kedatangan anggota baru du apartemen mereka.
Pelayan yang membantu mereka di apartemen pun ikut di buat sibuk menyiapkan segalanya demi menyambut kedatangan tuannya lagi. Ya, Nio menyiapkan seorang pelayan laki-laki untuk menjaga mereka selama tinggal di sana.
"Zi, jam berapa Zayn terbang?" Tanya Daren.
"Sudah satu jam yang lalu dia terbang Ren." Jawab Zio yang tengah serius di hadapan laptopnya.
Keduanya tengah di sibukkan dengan tugas-tugas mereka. Walaupun berkuliah di jurusan yang sama tapi keduanya selalu bersikao profesional. Tak jarang keduanya saling beradu argumen.
"Lu ga mau pulang Ren?" Zio.
"Kenapa memangnya? Lu ngusir gw mentang-mentang adik lu nyusul kita ke sini." Daren.
"Ceh, sensi bener lu. Gw cuma mastiin aja. Kali aja lu kangen ama calon bini." Zio.
"Diem Lu." Peringat Daren.
"Gw bilang juga apa. Jangan sok-sokan ga pulang sebelum lulus. Rindu kan lu." Zio.
"Justru itu Zi. Biar kita tau sebesar apa rasa yang kita miliki saat kita berjauhan." Daren.
"Alah,, sok-sokan lu." Zio.
Tak dapat di pungkiri memang ada terselip rasa rindu Daren pada Keina tapi mengingat Keina yang masih saja bersikap dingin padanya membuat Daren menguatkan tekadnya tak ingin pulang sebelum dirinya lulus sekolah.
Belum lagi Abi sudah mewanti-wanti dirinya agar cepat menyelesaikan kuliahnya dan cepat menggantikannya di perusahaan. Karena Abi ingin dirinya pensiun dan menikmati hari tya bersama istri tercintanya.
Hal itulah yang membuat tekad Daren untuk segera menyelesaikan sekolahnya. Begitupun dengan Zio yang sudah di desak Tanio. Hanya saja Tanio akan bersabar hingga Zio lulus S2nya. Sedangkan Abi menginginkan Daren pulang dulu sebelum dirinya melanjutkan S2nya.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏