
Tiga hari berlalu Jessie dan kedua jagoannya sudah di perbolehkan pulang. Semua keluarga pun sudah menunggu di rumah Jessie dan Aldi untuk menyambut kedatangan Jessie dan kedua jagoannya.
Keina anteng dalam gendongan Ayumi. Karena Ayumi tak membiarkan Tita menggendongnya ketika dirinya ada di dekat mereka. Ayumi begitu menyayangi Keina. Bahkan Hena pun tak boleh menggendong Keina.
Hena di buat geleng kepala oleh keponakannya itu. Bagas hanya tersenyum melihat tingkah istri dan keponakannya yang selalu berebut Keina. Tak lama mobil milik Aldi pun memasuki halaman rumah mereka.
Aldi membantu Jessie turun dari mobil sementara kedua jagoan mereka satu bersama Aiko dan satu bersama ibu Aldi. Mereka berdua sangat kompak dalam mengurus dua jagoan Jessie dan Aldi.
"Selamat Datang Mommy Jessie dan Duo A." Ucap Tita menyambut kedatangan keponakannya dan dua cucunya.
"Terima Kasih Oma cantik." Ucap Jessie.
"Ah, kau membuatku terlihat Tua Jess." Protes Tita.
"Siapa suruh kau menikahi pria tua itu Onty." Goda Jessie.
"Karena pria tua itu begitu menggoda Jess." Jawab Tita membuat semua tertawa.
Semua pun masuk kedalam dan berapa takjubnya Jessie melihat kamar untuk anaknya yang di design begitu cantik khas lelaki dengan warna biru mendominasi. Jessie berkaca-kaca melihatnya.
"Siapa yang membuatnya Mas?" Jessie.
"Sepupu mu dan Onty mu tentu saja." Aldi.
"Onty, Glad." Panggil Jessie lirih.
"Kau ingin memeluk kami Kak?" Gladys.
"Kalian membuatku terharu." Jessie.
"Tagihannya akan aku kirimkan padamu Kak." Goda Gladys.
"Kau tidak malu meminta tagihan pada karyawan rumah sakit sementara Ayah mu seorang pemilik rumah sakit." Jessie.
"Hei,, itu Ayah ku. Sementara aku pengangguran ini." Gladys.
"Kutarik ATM mu ya." Ucap Tita menarik telinga Gladys.
"Aa... Onty sakit.. Ampun iya." Gladys.
"ATM apa maksudmu Ta?" Rehan.
"Up's! Maaf Kak. Aku memberikan anak-anak mu ATM sebagai uang jajan untuk mereka." Ucap Tita bersembunyi di balik tubuh Ken.
"Astaga! Ken, Tita kalian memanjakan mereka." Rehan.
__ADS_1
Ken dan Tita hanya menampakkan deretan gigi putihnya.
"Onty..." Teriak Jessie.
Tita pun menyembul di balik lengan kekar Ken.
"Kau tidak adil." Jessie.
"Apa?" Tita.
"Gagah dan Gladys kau berikan ATM sedangkan aku tidak." Rengek Jessie.
"Jess.." Ucap Aldi kaget.
"Kenapa Mas? Onty Tita Onty aku, Gagah dan Gladys. Tapi, hanya mereka yang dapat aku tidak." Rengek Jessie.
Aldi di buat malu oleh mantan kekasihnya itu. Orang tua Aldi menggelengkan kepalanya begitu juga dengan Aiko dan Artur di buat tak percaya dengan tingkah anaknya yang begitu manja terhadap Tita.
Sementara Ayumi dan Rehan hanya tersenyum melihat tingkah Jessie. Keluarga Bagas pun demikian. Mereka tak pernah iri ketika Tita selalu memanjakan keponakan Ken. Bahkan Angga pun selalu Tita beri jika Angga meminta bahkan tidak memint pun Tita selalu memberikannya sebagai kejutan.
"Sayang." Ucap Ken.
"Belum sempat Mas." Ucap Tita.
"Maksudnya?" Protes Jessie.
"Aaa... Makasih Onty. Tunggu! Tapi, ini ada isinya kan Onty? Onty tidak sedang mengerjaiku?" Jessie.
"Tentu tidak Jess. Gunakanlah ketika suamimu telat mengirimkan uang bulanannya." Goda Tita.
"Tante,, kau sedang menyindir seseorang." Aldi.
"Hahaha... Aku lupa Al jika direkturnya ada di sini." Ucap Tita.
"Pemberian kartu itu bukan untuk menghinakan mu Al. Itu hanya wujud kasih sayang kami. Gunakanlah saat kalian membutuhkannya. Jangan jadikan uang itu sebagai pendapatan kalian. Kami pun tak akan setiap saat mengirimkannya untuk kalian. Dan asal kalian ingat. Kerja kartu itu masih dalam pengawasan kami." Jelas Ken.
"Terima kasih Om. Kami akan gunakan kartu itu dengan bijak." Aldi.
"Terima kasih Ken, Tita." Ucap Aiko.
"Sama-sama Kak. Ken tidak ingin keponakan Ken merasa kesulitan." Ken.
Mereka pun berbincang santai di ruang keluarga. Sementara Jessie tengah mengasihi dua jagoannya begitu juga dengan Tita yang mengasihi Keina.
Keina yang berusia empat bulan menjadi bahan rebutan para orang dewasa di sekitarnya. Karena duo A belum bisa di ajak komunikasi. Setelah makan siang mereka pun bubar satu persatu. Ayumi bersikeras untuk membawa Keina ke rumahnya.
__ADS_1
Karena di rumahnya akan di adakan arisan dan Ayumi ingin sekali memamerkan bayi gembul cantik itu pada teman-teman sosialitanya. Namun, Ken dengan tegas menolak karena sudah bisa di pastikan Keina akan jadi bahan keganasan para ibu-ibu sosialita itu.
"Ken, ayolah. Kakak ingin memamerkan boneka hidup ini." Tunjuk Ayumi pada Keina yang anteng dalam gendongannya.
"Tidak Kak, nanti mereka akan menciumi anak ku." Ken.
"Tidak Ken. Kakak akan melarangnya." Ayumi.
"No! Kak. Kakak boleh membawanya asalkan tidak untuk di pamerkan pada teman-teman Kakak." Ken.
"Kau jahat sekali Ken." Ayumi.
"Memangnya kapan acaranya Kak?" Tita.
"Besok Ta." Ayumi.
"Kalo begitu besok Tita akan bawa Keina ke rumah Kakak." Tita.
"Sayang,,," Ken.
"Mereka tidak akan berani memegang anakmu Dad." Tita.
"Baiklah. Aku percaya padamu Mom." Ken.
Ayumi pun dengan senang hati memberikan Keina pada Tita karena Tita berjanji ajan membawa Keina besok ke rumahnya untuk memamerkan boneka hidup nya.
Rehan pun membawa istrinya pulang ke rumahnya bersama dengan Gagah dan Gladys juga. Sementara Keluarga besar Bagas sudah lebih dulu pulang. Ken dan Tita pun pulang ke rumah utama.
Sampai di rumah utama Keina terlihat tertidur pulas di pangkuan Tita. Tita menggendongnya perlahan agar tak mengganggu tidur buah hatinya. Tita langsung membawa Keina ke dalam kamarnya sendiri dan menidurkannya.
"Masih tidur juga Yang?" Ken.
"Iya Mas. Capek banget kayanya." Tita.
"Ya udah ga apa-apa. Kamu juga istirahat ya. Mas mau ke ruang kerja dulu ngecek kerjaan." Ken.
"Iya Mas." Tita.
Tita pun masuk kedalam kamar membersihkan dirinya kemudian berbaring di ranjang king sizenya. Sudah dua bulan mertuanya belum pulang dari Jepang rumah utama terasa sepi. Terutama Tita yang tak ada teman ngobrol.
Walaupun Olla, Hena, Gladys dan Ayumi selalu bergantian mengunjungi Tita dan tak jarang mereka datang bersamaan juga. Tita yang terbiasa dengan berbagai kegiatannya sekarang hanya diam di rumah mengurus buah hatinya.
Tita tak pernah mengeluh sedikitpun karena Tita selalu menikmati apapun yang menjadi aktifitasnya. Terkadang Ken kasian melihatnya dan sesekali mengajaknya berjalan-jalan dan Keina mereka titipkan pada Bibik.
Setelah mengecek pekerjaannya Ken segera menyusul Tita ke kamar mereka. Dan dilihatnya Tita tertidur Ken pun mengecek Keina di kamarnya dan ternyata Keina sudah bangun dan tengah bermain sendiri. Ken segera menyusul Keina di kamarnya.
__ADS_1
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏