Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Pertengkaran Zayn dan Andre


__ADS_3

Sementara para wanita asik bercengkrama dan para pria berbicara mengenai bisnis mereka. Terjadi kerusuhan di antara tiga anak kecil Keina, Zayn dan Andre. Tiga bibi pun panik memegang satu-satu anak kecil itu.


Zio dan Daren terkejut melihat adik-adik mereka berkelahi. Dan Keina menangis kencang. Para Ibu pun segera berlari menuju taman belakang dimana mereka berada. Dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat Zayn dan Andre sedang beradu mulut.


"Zayn!"


"Andre!"


"Keina!"


Terdengar derap langkah dari arah dalam yang di timbulkan oleh bapak-bapak yang mendengar keributan dari taman belakang.


"Mommy..." Teriak Keina yang meminta di turunkan dari gendongan bibi kemudian berlari kearah Tita.


Sementara Zayn dan Andre menunduk di hadapan Melan dan Olla.


"Zayn." Panggil lembut Olla.


"Maaf Mi." Ucap Zayn.


"Andre." Melan.


"Sorry Mom." Andre.


Sedang Tita berusaha menenangkan Keina yang terus saja menangis.


"Siapa yang mau cerita?" Olla.


Kedua bocah laki-laki itu masih terdiam. Olla dan Melan masih menampakkan tampang datarnya agar kedua bocah itu mau mengakui kesalahan yang di lakukan mereka.


"Maaf Nyonya kami lalai." Ucap salah satu bibi.


Setelah Keina tenang Tita ikut bergabung dengan mereka. Di tatapnya satu persatu keponakannya dan anak dari sahabatnya itu. Sementara Zio dan Daren hanya diam. Ketiga bapak-bapak pun hanya diam mengamati apa yang akan di lakukan istri-istri mereka.


"Zayn, Andre." Panggil lembut Tita.


Keduanya mengangkat kepalanya mereka dan melihat ke arah Tita yang duduk memangku Keina di sofa yang terdapat di sana.


"Kemarilah." Ajak Tita.


Keduanya pun berjalan menuju dimana Tita duduk. Setelah sampai di depan Tita keduanya tetap menundukkan kepalanya di hadapan Tita. Tita masih diam menatap keduannya. Olla dan Melan masih memperhatikan saja.


"Keina ikut bibi ya." Titah Tita lembut.


Keina pun segera turun dan berlari kearah bibi.


"Duduklah." Titah Tita menepuk sisi kanan dan kirinya.


Zayn dan Andre pun mendudukkan pantat mereka dengan ragu-ragu. Tita merangkul keduanya dan membawanya kedalam pelukkannya.


"Onty ingin tau kenapa Keina bisa menangis?" Tanya Tita sambil mengusap lembut punggung keduanya.

__ADS_1


Dan kedua bocah kecil itu masih terdiam. Tita menarik nafas dalam, menghadapi keduanya butuh kesabaran yang luar biasa.


"Zayn yang mulai Onty..." Keluar dari mulut Andre.


"No Onty. Andre yang mulai." Bela Zayn.


"Ssst... Baiklah. Siapapun yang menulai Onty tanya kenapa?" Tita.


"Zayn mengajak Keina hanya bermain berdua saja Onty." Andre.


"Hm.." Tita.


"Tidak Onty. Zayn juga mengajak Andre main." Zayn.


"Lalu?" Tita.


"Andre manarik tangan Keina mengajaknya main bersama Andre Onty." Zayn.


"Lalu?" Tita.


"Zayn tarik lagi tangan Keina Onty. Sampai Keina menangis Onty." Andre.


"Jadi kalian merebutkan putri cantik Onty?" Ucap Tita menahan tawanya.


Kedua bocah laki-laki itu menundukkan kepalanya. Olla dan Melan saling pandang mendengar pengakuan anak-anak mereka.


"Sayang, Keina adalah adik dari kalian sama seperti Kak Zio dan Zayn dan Abang. Daren dan Andre. Jadi, kalian harus menjaga Keina seperti Kak Zio menjaga Zayn dan Abang Daren menjaga Andre." Jelas Tita.


"Jadi, Andre tidak boleh cinta Keina Onty?" Andre.


"Sayang, kamu tau dari mana?" Tita.


"Andre suka dengar dari Daddy Onty. Daddy suka bilang cinta sama Mommy." Ucapnya polos.


Duarrr....


Melan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan Abimana yang juga mendengarnya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sementara Olla, Tita, Tanio dan Ken menahan tawa mereka.


Tira di buat tak bisa berkata apa-apa mendengar celoteh dari bocah kecil anak dari sahabatnya itu. Tita bingung harus menjawab apa.


"Lantas Zayn kenapa menarik tangan Keina?" Tanya Tita.


"Keina itu pacar Zayn Onty." Zayn.


"Pacar? Dari mana Zayn tau pacar-pacaran?" Tita.


"Dari Mami dan Ayah." Zayn.


"Maksudnya?" Tita.


"Mami bilang kalo mami mau pacaran sama Ayah kalo Kakak sama Zayn di titip sama Oma." Jawab Zayn polos.

__ADS_1


Dan kali ini Olla yang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan Tanio yang menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ken hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya itu.


"Hmm..." Dehem Tita menatap kedua sahabatnya.


Tita menarik nafasnya dalam sebelum mengeluarkan kata-katanya untuk kedua bocah itu.


"Sayang, Zayn dan Andre masih kecil. Belum boleh cinta-cintaan dan pacar-pacaran. Dan Keina itu adik kalian jadi kalian tidak boleh pacar-pacaran dengan Keina. Kalian boleh dan harus saling menyayangi Keina. Begitu juga dengan Kak Zio dan Bang Daren. Kalian berempat harus saling menyayangi." Tita.


"Jadi andre ga boleh bilang cinta ya Onty sama Keina?" Andre.


"Andre boleh dan harus sayang sama Keina oke. Seperti Andre sayang sama Abang Daren, Kak Zio dan Zayn." Tita.


Andre menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti.


"Zayn juga ga boleh pacaran ya Onty sama Keina?" Zayn.


"Tentu sayang. Karena Keina adik Zayn." Tita.


"Maafin Zayn ya Andre." Ucap Zayn mengulurkan tangan kanannya.


"Iya Zayn. Andre juga minta maaf ya." Ucap Andre membalas uluran tangan Zayn.


Mereka pun saling berjabat tangan kemudian mereka berdua saling berpelukkan. Sementara Tita menatap tajam kedua sahabatnya yang dengan setia diam di hadapannya. Begitu juga dengan Ken kepada kedua sahabat di hadapannya.


"Ayo sayang, kembali bermain bersama lagi ya." Titah Tita pada kedua bocah kecil itu.


Dengan riang Zayn dan Andre pun bermain kembali bersama dengan Keina juga. Ketiganya kembali bermain tanpa terlihat sudah ada pertarungan sebelumnya. Zio dan Andre pun memutuskan untuk memperhatikan keduanya bermain.


Tita menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan menatap tajam kedua sahabatnya itu. Olla dan Melan menampilkan gigi putih mereka mengerti akan tatapan Tita.


"Sayang," Panggil Ken pada Tita.


Tanpa menjawab Ken Tita segera berjalan menuju suami tercintanya kemudian bergelayut manja di lengannya. Kedua sahabatnya pun mengikuti langkahnya dan mendekati suami masing-masing.


Mereka berenam pun duduk di sofa yang terdapat di ruang utama. Tita duduk di samping Ken masih dengan mode kesal. Ken menatap satu persatu sahabat dan para istrinya.


"Apa kalian tidak bisa menjaga mulut kalian di hadapan anak-anak kalian?" Tanya Ken yang kesal campur ingin tertawa.


Kedua sahabatnya masih diam tak nengeluarkan pembelaan apapun karena mereka mengakui jika keduanya melakukan hal yang salah di hadapan anak-anak mereka.


"Sorry Ken. Gw ga nyangka kalo anak gw bisa bilang begitu. Karena selama ini Daren tidak pernah melakukan hal seperti itu." Bela Abimana.


"Iya Ken gw juga minta maaf. Gw ga nyangka kalo Zayn memiliki pemikiran seperti itu. Karena selama ini Zio tidak seperti itu." Tanio.


Sementara istri masing-masing hanya diam. Tita dan Ken saling pandang kemudian mereka berdua mengeluarkan tawanya yang sudah tertahan sejak tadi.


"Hahahaa..... Hahahaaa....."


Tanio, Abimana, Olla dan Melan saling tatao melihat Ken dan Tita.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏


__ADS_2