
Tita mengantarkan kembali Zizi ke rumahnya sebelum dirinya pulang ke mansion. Saat Tita baru saja datang ternyata Ken juga baru saja memasuki gerbang mansion. Tita turun dari mobil yang di kendarainya dan menunggu Ken turun dari mobilnya.
"Baru pulang sayang?" Ken.
"Hm... Mas tumben pulang cepet?" Tita.
"Kangen kamu sayang." Ken.
"His.. Gombal. Inget umur sayang." Tita.
"Ceh, Mas masih kuat kok bikin kamu melayang." Ken.
"Mas,,, ih mesum." Tita.
"Keina sudah pulang?" Ken.
"Kayanya sudah. Tuh mobilnya udah ada." Tita.
Mereka pun berjalan masuk saling bergandengan. Terlihat Keina tengah menonton televisi sendiri di ruang utama. Keina berbalik badan saat menyadari Daddy dan Mommy nya masuk.
"Daddy,, Mommy..." Teriak Keina.
Daffin yang tengah asik dengan ponselnya segera menoleh dan menghambur kepada Ken dan Tita juga. Begitulah Kedua bersaudara itu selalu menyambut kedatangan orang tua mereka.
"Hai anak-anak Daddy... Bagaimana hari ini? Menyenangkan?" Ken.
"Menyenangkan Dad."
Jawab Keina dan Daffin bersamaan. Ken mencium puncak kepala Keina dan Daffin bergantian begitu juga dengan Tita. Daffin tak pernah risi ketika Ken, Tita dan Keina mencium dirinya.
"Mommy dan Daddy bersih-bersih dulu ya." Tita.
"Oke.." Jawab Keina dan Daffin kompak.
Ken dan Tita pun pergi ke kamar mereka untuk membersihkan diri. Bukan Ken namanya jika tak bisa menggoda Tita untuk mandi bersama. Dan Mereka pun tak hanya mandi bersama.
Ken dan Tita keluar dari kamar mereka setelah menyelesaikan pertarungan mereka. Ken dengan wajah segarnya menemani Daffin di ruang utama sementara Keina membantu Tita menyiapkan makan malam.
Begitulah Tita yang selalu mengajarkan kesederhanaan pada kedua anaknya. Tita tak ingin anak-anaknya selalu mengandalkan orang lain dalam melakukan segala hal. Tita mengajarkan anak-anaknya kesederhanaan dan kemandirian.
"Mom, bagaimana? Mommy sudah bilang Daddy kalo Kein mau sekolah di tempat Oncle Mikha?" Keina.
"Sudah. Tapi, Daddy belum memberikan jawaban sayang. Bagaimana pun ini akan terasa berat bagi kami sayang." Tita.
"Maafkan Kein Mom." Keina.
"Tidak sayang. Hanya saja kami belum terbiasa pergi jauh tanpa mu." Tita.
__ADS_1
"Keina tidak akan memaksa Mom. Kein juga menyiapkan sekolag disini." Keina.
"Maafkan kami yang tak bisa memberikan apa yang kamu mau ya sayang." Tita.
"No Mom. Kalian yang terbaik bagi Kein. Kein hanya mengutarakan apa yang ada di otak Kein Mom. Jika Mom dan Daddy tidak mengijinkan maka Kein tidak akan memaksa. Seperti halnya Mom dan Daddy yang tidak memaksakan perjodohan Kein dan Abang Daren walaupun Mami terus saja mengutarakan keinginannya." Keina.
"Terima kasih sayang." Ucap Tita.
Begitulah perbincangan ibu dan anak ketika memasak. Ya, Keina dan Daffin memang terbuka kepada Tita dan Ken. Dan Keduanya akan lebih terbuka kepada Tita karena Tita selalu memposisikan dirinya sebagai teman bagi kedua anaknya.
Ken dan Tita pun tak melupakan putri keduanya Tiara yang pergi lebih dulu. Ken dan Tita pun memberitahukan kepada Keina dan Daffin jika ada saudara mereka yang telah pergi lebih dulu. Ken dan Tita pun selalu mengajak mereka ke makam Tiara setahun sekali tepat di hari ulang tahun Tiara.
Hari lahir yang bertepatan dengan hari kematiannya. Karena Tiara lahir dengan keadaan sudah tak bernyawa lagi. Keina dan Daffin selalu mendoakan Tiara walau mereka berdua tak pernah tau bagaimana wajah Tiara.
Sementara di rumah Abi. Andre terus mengurung diri di kamar. Dirinya begitu kesal terhadap Maminya yang selalu saja menyebutkan jika dirinya sudah di jodohkan dengan Zizi.
Bukan tak menyukai Zizi hanya saja Andre lebih dulu menyukai Keina sebelum Maminya berencana menjodohkan Keina dengan Abangnya Daren. Apalagi saat itu Zizi baru saja di lahirkan. Entah apa yang membuat Maminya meminta dirinya menikahi bayi Zizi.
"Andre.." Panggil Zayn yang baru saja datang untuk mengajaknya berenang.
"Siapa?" Tanya Andre.
"Gw Zayn." Zayn.
Tak lama Andre pun membukakan pintu kamarnya.
"Kenapa Lu? Udah kaya baju aja kusut. Berenang yuk." Ajak Zayn.
"Ceh,, ayo. Bentar gw ganti baju dulu." Andre.
Andre selalu menutupi perasaannya kepada Zayn. Karena walau bagaimana pun Zizi adalah adik bungsu Zayn dan Keina adik sepupunya. Andre selalu menolak berkomentar tentang perjodohan dirinya dengan Zizi.
Andre selalu mengalihkan pembicaraan mengenai perjodohan dengan Zayn. Karena Andre tak ingin dirinya tersulut emosi ketika membicarakan perjodohan di hadapan Zayn.
Keduanya berenang di kolam renang yang ada di rumah Andre karena mereka akan bergantian melakukan apapun. Terkadang di rumah Zayn dan terkadang di rumah Andre.
"Loh Zayn, sudah lama? Andre sudah tau?" Melan.
"Sudah Mam. Dia lagi ganti baju. Kita mau berenang." Jawab Zayn.
"Owh! Oke. Menantu Mami ga ikut?" Melan.
"Zizi baru datang tadi Mam. Habis pergi sama Onty." Zayn.
"Loh, mereka pergi berdua? Kok ga ngajak Mami sih?" Melan.
"Zayn ga tau Mam. Kayanya sih mereka abis belanja." Zayn.
__ADS_1
"Bunda kamu sudah pulang?" Melan.
"Belum Mam. Mungkin nanti sore. Karena sekalian mau ke makam Kakek dulu katanya." Zayn.
Tak lama Andre datang dan langsung mengajak Zayn untuk berenang.
"Ayo Zayn." Ajak Andre.
" Zayn berenang dulu Mam." Pamit Zayn pada Melan.
"Oke. Biar Mami buatkan camilan dan minuman untuk kalian." Melan.
Andre dan Zayn pun berenang bersama. Keduanya tampak tertawa dan saling melempar air. Entah apa yang dilakukan keduanya hingga suara mereka mengaung di taman belakang.
Melan begitu senang melihat anak-anaknya dan anak sahabatnya selalu akur. Melan pun tak sabar ingin melihat anak-anaknya berjodoh dengan anak-anak dari sahabatnya. Karena walau bagaimana pun Melan sudah menyayangi kedua perempuan itu.
Keina dan Zizi memiliki posisi tersendiri di hati Melan. Melan tak mau Daren dan Andre pindah ke lain hati. Melan pun akan sangat posesif ketika Daren dan Andre pergi bersama teman perempuannya. Karena Melan tak ingin anak-anaknya jatuh cinta kelain hati.
"Sayang." Panggil Abi saat datang dan melihat istrinya tengah melamun.
"Eh, Papi. Kapan datang?" Melan.
"Baru saja. Mami kenapa melamun?" Abi.
"Mami kefikiran tadi siang Pi." Ucap Melan seraya menyambit suaminya dan masuk kedalam kamar bersama Abi.
"Tadi siang ada apa?" Tanya Abi.
"Mami ketemu Andre di mall sama perempuan." Melan.
"Iya Pi. Andre juga bilang begitu tadi katanya itu temen sekolahnya." Melan.
"Terus apa masalahnya Mi?" Tanya Abi lagi.
"Papi gimana sih. Andre kan udah kita jodohin sama Zizi. Mami ga mau nantinya Andre jatuh cinta sama yang lain. Pokoknya Andre cuma boleh jatuh cinta sama Zizi bukan yang lain." Melan.
"Sabar Mi. Mereka kan juga masih muda. Lihat Daren sama Keina saja masih santai." Abi.
"Mereka berbeda Pi. Keina tak pernah main dengan lawan jenis begitu juga dengan Daren." Melan.
"Kita pasrahkan saja sama Tuhan Mi. Kita do'akan yang terbaik bagi anak-anak kita." Abi.
"Papi, selalu begitu." Melan.
**🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏**
__ADS_1