
Tita menunggu di ruangan Ken dan Keina menunggu di ruangan Daren. Keina mendudukkan dirinya di sofa sambil mengskrol ponselnya berselancar di media sosial. Begitupun dengan Tita yang berada di ruangan Ken. Hanya saja Tita lebih memilih membaca majalah bisnis yang ada di sana.
Cukup lama Keina dan Tita menunggu di ruangan pasangan masing-masing hingga waktu istirahat tiba. Keina mulai bosan dan berdiri di depan kaca melihat ke luar. Tak lama terdengar suara langkah kaki di ikuti suara heandle pintu terbuka.
"Sayang,," Panggil Daren.
Keina membalikkan badannya dan langsung menghambur kedalam pelukkan Daren. Daren pun menyambutnya. Daren mendaratkan kecupannya di puncak kepala Keina.
"Kangen.." Ucap Keina.
"Maaf ya sayang... Daddy memberikan Abang banyak pekerjaan." Daren.
"Ngga apa-apa sayang. Kein mengerti karena semua juga kan buat aku." Keina.
"Pintar." Ucap Daren menjawil hidung Keina.
"Abang, Kein bawa makan siang untuk Abang." Ucap Keina manja.
"O ya..." Daren.
"Iya. Kein yang masak loh.." Keina.
"Beneran? Waah,,, pasti enak dong." Daren.
Keina pun segera menarik Daren duduk di sofa kemudian Keina membuka bekal yang di bawanya. Daren memperhatikan Keina menyiapkan makanan untuknya. Keina memberikan piring yang sudah berisikan makanan pada Daren.
"Terima kasih sayang." Daren.
Daren pun segera menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Dan tak bisa di pungkiri masakan Keina memang lezat. Daren menyantapnya dengan nikmat. Keina begitu senang Daren menyukai masakannya.
Setelah selesai dengan makanannya Keina memberikan potongan strawberry cake yang di buatnya tadi dan dua potong macaron. Daren menyuapkan cake ke dalam mulutnya dan betapa takjubnya Daren merasakan masakan Keina.
"Sayang, sepertinya Abang akan ketagihan masakan kamu deh." Daren.
"O...Ya. Yakin.." Keina.
"Bener. Klo bisa kamu tiap hari ya ke kantor bawain Abang makan siang." Daren.
"Abang,,, Abang lupa ya. Bukannya Abang sama Daddy yang larang Kein ke kantor. Terus kenapa sekarang Abang minta Kein ke kantor tiap hari." Ucap Keina cemberut.
"Hahahaa... Karena masakan kamu Abang jadi lupa kan. Kamu sama siapa ke sini?" Daren.
"Sama Mommy." Keina.
"Loh, terus dimana Mommy nya?" Daren.
"Abang lupa ya klo di kantor ini ada Daddy juga." Keina.
"Astaga! Sayang.. Kamu benar-benar bisa membuat Abang melupakan segalanya." Daren.
"Abang gombal." Keina tersipu.
__ADS_1
Daren pun melanjutkan pekerjaannya setelah makan siang dan Keina hanya duduk di sofa menemani Daren bekerja karena Tita belum juga kembali dari ruangan Daddy nya.
Karena tadi Keina meminta Tita menyusulnya ke ruangan Daren jika sudah selesai dengan Daddy nya. Tapi sudah satu jam lewat dari jam makan siang Tita belum juga kembali. Keina mulai mengantuk menunggu Mommy nya.
"Apa Mommy melupakan aku ya Bang." Ucap Keina sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.
"Abang rasa tidak. Mungkin ada hal penting yang sedang Mommy bicarakan dengan Daddy." Daren.
"Coba tanya Bagas atau Rasya Bang. Siapa tau Mommy sudah pulang." Keina.
"Baiklah sebentar ya." Daren.
Kemudian Daren menghubungi Bagas dan menanyakan keberadaan calon Mommy mertuanya. Setelah mendapatkan jawaban dari Bagas Daren pun segera menutupnya kembali.
"Sayang, Bagas bilang Mommy masih di ruangan Daddy. Dan ruangannya terkunci." Daren.
"Astaga! Jangan bilang kalo Daddy sama Mommy..." Ucap Keina menggantung.
Daren mendekati Keina yang duduk di sofa kemudian mendudukkan dirinya di samping Keina.
"Daddy sama Mommy ngapain Yang?" Bisik Daren di telinga Keina.
"Iiih,,, Abang... Sana jauh-jauh." Usir Keina.
"Hahahaa.... Abang kan cuma nanya sayang." Ucao Daren tergelak.
"Tapi, nanya kan bisa dari tempat duduk Abang tadi ngga isah ke sini." Keina.
Setelah beberapa menit Keina mendaratkan kepalanya di pangkuan Daren Karena kantuk yang menderanya. Daren membiarkan Keina tertidur di pangkuannya sementara Daren sambil mengerjakan pekerjaannya.
Hingga jam pulang kantor Tita belum juga menunjukkan dirinya di ruangan Daren. Daren meregangkan ototnya yang terasa kaku bekerja sambil memangku Keina. Tapi, Daren begitu menikmatinya.
Tita mengerjapkan dirinya di ruangan pribadi Ken. Matanya melihat ke sekeliling dan tubuhnya tak terbalut apapun hanya tertutup selimut. Tita segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu keluar dari ruang pribadi menemui suami tercintanya.
"Mas,," Panggil Tita.
"Sayang, sudah bangun. Kemarilah." Ucap Ken menepuk pangkuannya.
"Mas kenapa tidak membangunkan aku? Keina pasti menunggu ku." Tita.
"Biarkan saja Yang. Nanti juga Daffin dan Zizi pulang Keina ada temannya lagi." Ken.
"Tapi, masalahnya Kein tidak di rumah sayang." Tita.
"Apa? Terus dimana dia?" Ucap Ken panik.
"Tenanglah sayang. Kein ada di kantor ini. Tadi kamu pergi Sama-sama dan berpisah ke ruangan pasangan masing-masing." Jelas Tita.
"Maksud mu Keina ada di ruangan Daren?" Ken.
"Iya. Aku tadi pergi bersama Keina juga." Jawab Tita polos.
__ADS_1
"Astaga sayang... Kenapa kamu ga bilang." Ken.
"Kan tadi Mas yang main tarik aja." Tita.
"Karena kamu selalu menggoda sayang." Ken.
"Ish... Ya sudah aku ke ruangan Daren dulu." Tita.
"Biarkan sebentar lagi sayang. Mas selesaikan ini dulu baru kita ke sana sama-sama." Ken.
"Tapi, kasian Keina Mas." Rajuk Tita.
"Dia sudah besar dan pastinya mereka akan mengerti." Ken.
Ken pun tak membiarkan Tita pergi. Tita tetap berada di pangkuannya selama Ken menyelesaikan pekerjaannya. Sementara Tita hanya diam memperhatikan Ken bekerja. Sesekali Tita pun ikut meralat apa yang di lihatnya.
Sementara di ruangan Daren Keina masih terlelap. Daren yang telah menyelesaikan pekerjaannya pun tak dapat melakukan apapun. Daren menyandarkan kepalanya dan ikut memejamkan matanya sebentar. Di lihatnya jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan jam pulang kantor.
Tapi, Mommy mertuanya belum juga menampakkan dirinya. Daren dengan penuh kelembutan membangunkan Keina untuk pulang bersamanya.
"Sayang," Panggil Daren mengusap lembut pipi Keina.
"Eugh...." Lenguh Keina.
"Bangun sayang. Sudah jam pulang. Abang mah bersiap dulu." Daren.
"Hah! Em,, sebentar Bang." Ucap Keina memeluk lengan Ken.
"Kenapa? Masih ngantuk?" Daren.
"Hm... Tidur di pangkuan Abang nyaman. Tapi, Kein tau Abang pasti lelah." Keina.
"Tidak sayang. Justru Abang takut kamu yang ga nyaman tidur seperti ini." Daren.
Keina bangkit dari tidurnya dan duduk mendekati Daren. Keina bergelayut manja di lengan Daren. Daren pun mengusap rambut panjang Keina yang terurai.
"Cuci muka dulu lalu kita pulang." Daren.
"Mommy sudah ke sini?" Keina.
"Belum. Mungkin Mommy sudah pulang bersama Daddy." Daren.
"Astaga! Mengapa ada orang tua yang melupakan anaknya sendiri." Keina.
"Sudahlah. Nanti kita lihat dulu di ruangan Daddy apa mereka masih di sana atau sudah pulang." Daren.
"Baiklah. Kein cuci muka dulu biar Abang bisa bersiap untuk pulang." Keina.
🌻🌻🌻
Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏
__ADS_1