Jodohku Sahabat Kakakku

Jodohku Sahabat Kakakku
Terungkap


__ADS_3

Aldi pun meninggalkan Rooftop dengan membawa Axel dan mencari keberadaan Abian. Axel hanya diam saat mendengar para orang dewasa berbicara dan Axel tak mengetahui jika Maminya telah di tampar oleh Mimo nya. Karena Axel berada di pangkuan Artur dan tidak menghadap Tita dan Jessie.


"Aiko, Ayah dan Ibu tidak pernah mengajarkan kalian hal buruk pada mu. Begitu juga kau Artur. Ayah dan Ibumu pastilah tak pernah mengajarkan hal buruk padamu.


Jessie cucu Opa. Bukankah kamu pernah merasa tertekan dengan segala keinginan ibumu? Apa yang kamu rasakan? Kenapa sekarang kamu melakukan hal yang sama pada suamimu?"


Opa dan Oma sangat membenci perpisahan itu mengapa Opa melarang anak-anak Opa keluar dari rumah Utama. Dan kenapa Opa membiarkan Ibu mu keluar dari rumah utama bukan karena Opa dan Oma tidak menyayanginya hanya karena rumah yang Ayah mu pilih masih berdekatan dengan rumah utama.


Dan kau lihat itupun tak membuatnya setiap hari datang menemui kami. Sekarang kau bukan lagi anak kecil kau sudah dewasa dan memiliki dua orang putra. Kau sudah bisa menilai semuanya." Tuan Artur.


Sejenak semua diam. Ayumi yang ingin ikut berbicara pun di tahan oleh Rehan karena itu bukan ranah mereka. Olla, Tita, Tanio, Ken, Gagah dan Laras pun hanya diam menjadi pendengar.


"Jujur Papi sangat kecewa Jess. Sekeras-kerasnya Mami tak pernah Mami membantah Papi bahkan jika hal itu salah dimatanya. Mami mu selalu menunjukkan jika apa yang Papi katakan salah dengan perbuatannya.


Papi tak menyangka jika putri Papi mempunyai keburukan di hatinya. Mami melakukan hal sangat fatal ketika ingin memisahkan kalian berdua. Tapi, Papi bersyukur Mami mau berubah sedikit demi sedikit. Mami mau mendengarkan apa yang Papi ucapkan.


Aldi pun telah menunjukkan rasa cinta dan sayangnya pada kamu dan anak-anak kalian. Bahkan Aldi tak pernah menutupi apapun dari mu. Dan asal kamu tau bekerja di dua tempat dengan berbeda jalur itu sangat sulit.


Aldi tetap menjadi dokter dengan baik dan Aldi rela mengisi waktunya yang begitu padat mengurus dua buah hati kalian dengan menyempatkan mengurus perusahaan demi mencukupi kebutuhan kalian.


Papi mendukung Aldi dalam hal ini Jess. Papi mengakui jika putri Papi memang bersalah. Dan Tita, Kakak meminta maaf atas nama putri Kakak." Ucap Artur di akhir ucapannya.


Tita pun menganggukkan kepalanya tanpa berbicara. Ken mengusap lembut tangan Tita yang berada dalam genggamannya.


"Mami pun sangat-sangat kecewa padamu Jess. Mami tak habis fikir apa yang membuatmu begitu membenci Tita. Padahal dulu kau begitu manja padanya bahkan setelah kau tau jika Tita adalah masa lalu suamimu.


Mami tidak bisa berkata apapun. Mami juga akan mendukung Aldi dalam hal ini seperti Papi." Aiko.


Jessie terus terisak tanpa mengeluarkan kata-kata. Jessie begitu terpukul dan menyesali semua perbuatannya. Bahkan dirinya hampir kehilangan satu putranya akibat rasa cemburunya yang tak beralasan.


"Mohon Maaf sebelumnya Nona Jessie." Ucap Olla.


Semua pun menatap Olla yang dengan berani berkata disana.

__ADS_1


"Sebelumnya juga saya mohon maaf jika saya lancang. Hal apa yang pertama kali melintas dalam fikiran Anda hingga ke hati yang membuat anda merasa cemburu pada Adik kami?" Olla.


"Maksud anda apa?" Tanya Jessie di sela isak tangisnya.


"Saya yakin ada hal yang mendasari anda kenapa anda tiba-tiba begitu marah dan cemburu pada Adik kami." Olla.


"Sebutkan saja Nona." Tambah Tanio.


Ken dan Tita menoleh kearah Tanio.


"Anda menerima pesan dari Ranti bukan? Dan Anda menemuinya?" Olla.


Jessie dan Tita pun menoleh pada Olla dengan dua tatapan berbeda. Jessie tak mengerti kenapa sampai Olla tau kejadiannya dan Tita tak mengerti siapa Ranti yang Olla maksud.


"Siapa Ranti?" Tuan Artur.


"Dokter Ranti?" Rehan.


"Anda memata-matai saya?" Jessie.


"Maaf, secara tidak sengaja saya berada tepat di belakang orang yang bernama Ranti saat anda dan dia bertemu. Dan saya memiliki bukti pertemuan kalian." Olla.


"Kak.Olla." Ucap Tita lirih.


"Saya terusik ketika Ranti berbicara dan ada namu di sebut." Ucap Olla pada Tita.


"Jelaskan." Tuan Ito.


"Dokter Ranti adalah dokter baru di rumah sakit Keluarga. Dia menaruh hati pada Dokter Aldi hanya saja Dokter Aldi selalu mengabaikannya bahkan cenderung tak peduli. Kemudian tercetuslah dari salah satu perawat bahwa dokter Aldi adalah mantan dari perawat Tita yang sudah menyandang istri dari Omnya dokter Jessie.


Kemudian Ranti pun mencari tau tentang Aldi dan Tita karena tak menemukan cerita apapun akhirnya dirinya membuat cerita agar Anda merasa cemburu pada suami Anda. Cerita yang dia buat bukan untuk anda membenci Tita melainkan membuat Anda meninggalkan Aldi." Jelas Olla.


"Kenapa kau berfikir begitu?" Aiko.

__ADS_1


"Karena setelah Jessie pergi saya menemuinya." Olla.


"Lalu?" Nyonya Laura.


"Sekarang Dokter Ranti telah mengundurkan diri dari rumah sakit keluarga. Dan begitupun dengan si perawat. Kenapa begitu pasti anda semua penasaran. Karena saya yang memintanya." Olla.


"Kak.." Ucap Tita lirih.


"Saya memang hanya ipar dimata kalian. Tapi, hubungan ku dengan Tita lebih dari sekedar Ipar. Jadi, apapun yang menyinggung keluarga Martin saya tidak akan tinggal diam." Olla.


"Saya rasa ini cukup. Kau Jessie fikirkan bagaimana kelangsungan rumah tangga mu sendiri. Apapun yang kau tanam kau harus tuai sendiri. Sekarang kembalilah ke tempat kalian dan ubahlah wajah kalian sebahagia mungkin karena hari ini hari bahagia Gladys." Tita Ken.


Dengan cepat Jessie bangkit dari duduknya dan bersujud di kaki Tita meminta maaf atas segala kesalahannya. Bakhan ketika orang yang telah menyulutkan api padanya telah pergi dirinya masih tersulut apinya.


"Maafkan Jess Onty. Jess telah di butakan hanya karena sebuah cerita palsu. Maaf Onty. Maafkan Jess." Ucap Jessie menangis.


"Bangunlah." Tita.


Jessie tetap diam bersujud di kakinya.


"Bangunlah." Titah Tita dengan nada yang sedikit meninggi.


Dengan gemetar Jessie pun bangkit dan menundukkan kepalanya di hadapan Tita. Dirinya pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh Tita. Tita hanya diam menatap Jessie dalam.


Sedikit ada rasa cemas di hati semua yang ada di sana. Hanya Tanio dan Olla yang diam dengan tenang. Karena mereka berdua tau Tita bukanlah orang yang kejam. Tita berdiri di hadapan Jessie.


"Semuanya sudah ku maafkan jauh sebelum kau meminta maaf. Jika tidak, sudah sejak lama aku melakukan sesuatu pada kalian. Tapi, apa? Semakin aku diamkan semakin kamu menjadi-jadi. Jika kejadian anak kalian hilang tidak terjadi sudah sangat di pastikan ini tidak akan terungkap. Dan kau akan di ceraikan suamimu begitu saja.


Sekarang minta maaflah pada suamimu. Karena kesalahan terbesar yang kamu lakukan dalam hal ini adalah kepada suamimu sendiri. Pergilah." Ucap Tita setelah memeluk Jessie.


🌻🌻🌻


Jangan lupa like dan komennya ya sahabat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2