
Satu minggu sudah berlalu sejak kejadian Zizi memindahkan Rika seenak hatinya hanya karena Rika bersikap kurang sopan menurutnya. Zizi yang tengah libur semester hanya berada di rumah di temani Melan dan sesekali mereka pergi ke mansion atau ke rumah Nio.
Zizi selalu meminta ini dan itu pada Andre. Dan yang membuat Andre kalang kabut permintaan Zizi terkadang tak ingat waktu. Kapan pun dimana pun Andre harus selalu siaga. Namun, tak ada keluhan dari Andre semua dia jalani dengan senang hati.
Dirinya masih bersyukur kehamilan Zizi tak seperti Keina yang harus mengekor kemanapun Daren pergi. Bahkan Daren hingga harus bekerja dari rumah karena Keina yang tak bisa di tinggal Daren.
Sama halnya dengan Andre, Zayn mengalami hal yang sama hanya saja Sinta tak harus selalu Zayn yang menuruti ngidamnya. Olla dan Nio pun kebagian jatah mengabulkan permintaan Sinta. Walaupun segala keinginan Sinta masih dalam batas wajar. Olla dan Nio pun akan segera mengabulkannya.
"Sayang, Mami mau ke tempat Buna. Apa kamu mau ikut?" Tanya Melan pada Zizi yang tengah menonton drama sambil memakan buah.
"Mau Mi. Mami lama ngga?" Tanya Zizi.
"Paling sebentar ambil pesanan ibu-ibu arisan saja." Melan.
"Oke. Zi ambil tas dulu Mi. Mi, nanti mampir ke mansion ya." Ajak Zizi.
"Boleh sayang." Melan.
Keduanya pun pergi ke butik milik Ayumi tak sengaja di sana mereka bertemu dengan Jessie yang tengah memesan pakaian untuk acara syukuran empat bulanan kehamilan menantunya.
"Wah, syukurlah. Istri siapa Jess?" Tanya Melan.
"Istrinya Abian. Kalo Istrinya Axel belum isi." Ucap Jessie.
"Semoga cepet kepancing ya. Kaya aku dulu juga gitu pas Olla hamil Zio rasanya gimana gitu nikah duluan Olla malah yang isi duluan. Eh, taunya berselang berapa bulan aku juga hamil Daren." Melan.
"Owh! Gitu. Tapi, bukannya Zio sama Daren satu usia?" Jessie.
"Zio lebih tua dari Daren setengah tahun. Tapi, karena dulu Daren bersekolah di luar kan jadi mereka sama-sama deh sekolahnya pas Daren pindah." Melan.
"Berarti kaya Zayn sama Andre?" Jessie.
"Iya. Bukannya kamu juga maaf dulu ga langsung ya?" Melan.
"Iya. Makanya Jess ga masalahin. Mau sekarang atau nanti itu sama saja. Yang penting mereka akur-akur." Jessie.
Obran mereka pun harus terhenti ketika pegawai Ayumi memberikan pesanan mereka masing-masing. Jessie pun berpamitan pulang begitu juga dengan Melan dan Zizi.
"Tante Jessie ngapain Mi tadi?" Tanya Zizi yang memang tak mengikuti obrolan Melan dan Jessie.
"Bawa baju seragam buat acara empat bulanan kehamilan istrinya Abian." Jawab Melan.
__ADS_1
"Owh! Istrinya Bang Abi hamil juga ya Mi?" Zizi.
"Iya. Tapi, istrinya Axel belum." Melan.
"Moga cepet nyusul ya Mi." Zizi.
"Iya Amin." Melan.
"Loh, acaranya kapan Mi? Nanti Onty Tita ga ada dong di mansion?" Zizi.
"Ada. Acaranya masih hari minggu besok." Melan.
"Kita ke sana Mi?" Zizi.
"Kalo tidak ada halangan kita ke sana." Melan.
Tanpa terasa mobil Melan pun sudah masuk kedalam halaman mansion. Saat memarkir mobilnya manik mata Melan melihat Keina yang tengah berenang.
"Astaga! Kakak kamu berenang." Ucap Melan panik.
"Tenang Mi. Pasti ada Abang atau Daffin yang menemani. Ngga mungkin Kakak sendiri." Ucap Zizi menenangkan Mami mertuanya.
Begitu sampai di tepi kolam Melan bernafas dengan lega karena bukan hanya Daren yang berada di kolam renang melainkan ada Daffin dan juga Ken di sana. Bahkan Tita terlihat tengah bersantai di kursi yang terdapat di pinggir kolam.
"Mel, Zi. Kapan kalian datang?" Tanya Tita yang heran saat melihat Melan dan Zizi.
Melan tak menjawab dirinya masih menetralkan alur nafasnya yang sedikit tersengal karena kepanikannya. Tita melirik Zizi seolah menanyakan ada apa dengan Melan. Zizi pun segera menjawab Tita yang seolah mengerti arti dari tatapan Tita.
"Mami fikir Kak Kein berenang sendiri Onty. Jadi Mami panik." Jelas Zizi.
"Astaga Mel. Kamu tenang ya. Kami tidak akan membiarkan Keina berenang sendiri dengan perut yang besar seperti itu." Ucap Tita menuntun sahabat sekaligus besannya itu untuk duduk.
Keina dan Daren yang melihat kedatangan Melan dan Zizi pun segera keluar dari kolam dan menghampiri mereka.
"Mi, ada apa?" Tanya Daren yang melihat wajah Melan pucat.
"Sayang, Mami kamu panik lihat Kein berenang. Karena Mami kalian mengira Kein berenang sendiri." Jelas Tita.
"Astaga! Kein minta maaf Mam. Kein membuat Mami syok. Kein ga akan berani berenang sendiri Mam tanpa Abang. Mami tenang ya." Ucap Keina duduk di samping Melan dan memeluknya dari samping.
Melan menoleh ke arah Keina dan memeluknya. Melan memang begitu trauma berdekatan dengan air. Karena Melan pernah kehilangan bayinya dan nyawanya hampir tidak tertolong saat dirinya terpeleset di pinggir kolam renang.
__ADS_1
Saat itu usia kehamilannya menginjak usia tiga bulan. Jika ada itu akan menjadi kakak dari Andre. Karena belum mengetahui apakah laki-laki atau perempuan. Mereka pun menyebutnya bayi saja.
"Mi, Abang minta maaf ya. Abang jagain Keina kok. Bahkan disini ada Daff juga Daddy yang ikut menjaga Kein." Ucap Daren ikut menenangkan Melan.
"Maafin Zi juga ya Mi." Ucap Zizi dengan lelehan air mata di pipinya.
Zizi merasa bersalah karena dirinya lah yang mengajak Melan mampir ke mansion. Melan mengurai pelukannya pada Keina dan beralih pada Zizi. Melan merentangkan tangannya untuk Zizi masuk kedalam pelukannya.
"Maaf Zi ya Mam. Kalo saja Zizi tidak meminta mampir ke sini Mami pasti ga akan seperti ini. Maafin Zi Mam." Ucap Zizi di tengah isaknya.
"Kamu ga salah sayang. Mami saja yang terlalu berlebihan." Melan.
"Sudahlah. Ayo Daren bawa Keina mandi. Daddy dan Daff juga. Sebentar lagi kita makan siang. Ayo Mel, Zi kita masuk." Ajak Tita memecah ketegangan.
Daren pun segera memapah Keina masuk ke dalam. Daffin dan Ken pun melakukan hal yang sama. Sedang Tita, Melan dan Zizi masuk kedalam rumah dengan saling bergandengan.
"Onty, Zi mau cake dong ada ngga? Biasanya Onty selalu punya hehehe..." Pinta Zizi.
"Cake? Tumben banget kamu mau makan cake. Kamu mau cake apa? Onty kemarin bikin strawberry cake. Kakak kamu lagi mau itu." Ucap Tita heran.
"Kayanya itu bukan keinginan Zi deh Ta." Melan.
"Maksudnya?" Tita.
"Keinginan cucu gw." Melan.
"Cucu! Maksudnya... Kamu ha...hamil?" Tanya Tita pelan.
"Alhamdulillah Onty hehehe..." Jawab Zizi.
"Aaaa.... Selamat ya sayang. Duuuh.... gemes deh. Kak Olla pasti dibuat kelimpungan deh. Semua anaknya hamil." Tita.
"Maksud Lo? Sinta juga hamil?" Melan.
"Iya. Bang Nio kemarin di buat panik karena Sinta minta di buatkan soto buatan Kak Nio." Tita.
"Bukannya Bang Nio ga bisa masak?" Melan.
"Karena itu Bang Nio panik. Karena kan Kak Olla hamil tiga anaknya aja ga pernah satupun yang minta di masakin dia. Tapi, ini mau ga mau dia turutin. Permintaan calon cucu mana bisa ditolaknya." Tita.
🌻🌻🌻
__ADS_1