
Darren menutup pintu mobil dengan keras hingga menimbulkan bunyi yang mengerikan..Aley sungguh hilang akal menghadapi Darren, kemarahan pria ini adalah yang paling ia takuti, namun walaupun begitu...ia tak bisa begitu saja menyerah....hidup bersama Darren sungguh membuatnya muak...
Darren membuka pintu mobil dan segera masuk, pandangannya menjadi sangat dingin tak tersentuh...
''Darren..kau mau kemana........''
''Kita kerumah sakit dan menjemput kedua anak kita lalu hari ini juga kita akan pulang ke rumah......''ucap Darren dengan tegas..
Alea terlalu terkejut dengan ekspresi syok yang tak bisa ia sembunyikan..kembali ke rumah itu, bagaimana bisa Darren memutuskan sesuatu tanpa persetujuan darinya...
''Aku tidak mau Darren, kau tidak bisa memaksaku..aku seorang ibu sekarang.........aku bisa melaporkanmu...''
''Aku tak membantah kata-katamu Alea kau memang seorang ibu dari anak-anak kandungku, dan jangan lupa statusmu sebagai seorang istriku yang sah...apa kau akan melaporkan aku tentang penculikan terhadap istri dan anak-anakku sendiri..maka lakukanlah karna aku akan menghadapimu........'' ucap Darren sembari menghidupkan mesin mobil...
Alea memejamkan matanya, otaknya tak bisa lagi berpikir..
''Mengapa kau kehilangan rasa malu Darren, aku tidak mencintaimu lagi....'' cerca Alea tajam..
Darren tersenyum dingin.......
''Benarkah kau tidak mencintaiku lagi, namun kau mungkin lupa jika kemarin kita melakukannya sampai dua kali dan kau menikmatinya sayang..''
Wajah Alea merah padam, tubuhnya sedikit ngilu membayangkan sentuhan Darren yang.......
''Arrggghhhh.........Darren, aku punya kekasih namanya.....Clark...jadi aku punya alasan untuk bercerai kan..'' Alea mulai memantik api...
Dan berhasil untuk Darren.....
Mendengar nama pria lain Darren menghentikan mobilnya....ia mulai terbakar cemburu....
''Maksudmu Clark teman masa kecilmu itu, baik aku akan membunuhnya sekarang,....tidak...aku akan menyiksanya lebih dahulu pasti akan sangat menyenangkan sudah lama aku tidak melakukannya...terakhir Adam.........'' Darren mengeraskan wajahnya..
Alea memembeku ya Tuhan, ia lupa sedang berhadapan dengan psikopat kejam ini...tanpa sadar Alea menggeleng, menyentuh lengan Darren dengan gemetar hingga pria itu menoleh dan tersenyum....
''Ada apa dengan wajahmu itu Alea.....''
''Aku hanya bercanda Darren jangan menyentuhnya aku benar-benar akan marah....'' Alea menatap tajam..
''Baik...aku suka dengan ancaman sayang jadi jika kau tidak ingin aku menggila dengan menyakiti semua orang hanya karna dirimu maka menyerahlah..kau sudah kalah sayang......''tatap Darren mengedipkan sebelah matanya...
Dan.........
Darren melihat tatapan pasrah di wajah Alea dan membuatnya bahagia..hatinya di penuhi debaran indah apalagi mereka akan menuju rumah sakit.....menemui dua malaikat kecil yang ternyata adalah darah dagingnya..
__ADS_1
Mobil itu akhirnya sampai di rumah sakit dan Darren lebih dahulu keluar dan tak lupa membawa Alea dalam pelukannya, Alea benci ia tak bisa bergerak sedikitpun atau setidaknya melawan, aura Darren begitu kuat dan menakutkan hingga Alea tidak punya pilihan selain mengikuti kata-kata Darren....
Begitu mereka sampai di IGD, Ola dan juga Lukas menghampiri mereka...
''Tuan...nona Alana sudah sadar dan sedang menangis mencari nyonya Alea...''ucapLukas menunduk...
Alea berdehem, ingin melepaskan pegangan Darren di jemarinya...namun Darren malah semakin mengeratkan genggamannya...ia menatap Alea dengan dingin...dan mengirim ancaman terbuka kepada Alea..wanita itu menyerah..
''Lukas dimana Alan...''
''Tuan muda Alan masih tertidur...''
Darren mengangguk....
''Baiklah..kau dan gadis itu bawa Alan ke Hotel biarkan dia istirahat disana, oya..aku mau kau menyiapkan keberangkatan kita semua sore ini juga.......aku dan istriku akan menyusul....'' titah Darren...
Alea hanya melongo melihat tubuh sang anak lelakinya di bawa pergi bersama Ola yang tidak berdaya....
''Anakku........'' Alea ingin menyusul namun sekali lagi Darren menariknya hingga tubuh Alea membentur tubuhnya mereka saling menatap tajam...
Darren menyeringai...
''Jangan lupa mulai dari sekarang bibirmu harus terbiasa menyebut kata anak kita dan bukan anakmu saja...jika kau melakukannya sekali lagi maka aku berjanji tak akan membiarkan kau tertidur semalaman...'' Darren mendekatkan wajahnya...dengan gerakan ingin mencium namun Alea menghindar dengan wajah pucat...
''Hahaha,...kau tau untuk apa aku mendekat....aku hanya ingin bicara dan bukan menciummu, aku tanya otak siapa yang ketahuan mesum...kau tak sabar ingin ku sentuh lagi....kita masih punya banyak waktu sayang....'' mata Darren berbinar...
''Kau sudah gila.......'' desis Alea dengan wajah memerah malu..
Darren hanya tersenyum lalu melangkah masuk ke dalam ruangan tempat putrinya terbaring...
Alea melepaskan genggaman Darren ketika hendak masuk..hingga Darren menatap tak suka..
''Alea....''
''Alana masih terlalu kecil untuk mengerti, kita akan menjelaskannya tapi nanti...dia baru saja mengalami kecelakaan jadi bisakah kau tidak memaksa......''tatap Alea tajam..
Darren akhirnya mengangguk ia mengalah, biar bagaimanapun demi kebaikan Alana sendiri, lagipula mereka masih punya banyak waktu......ia tak keberatan untuk sementara menjadi paman tampan putrinya sendiri,....
''Baik....bagiku tak masalah Alea...ayo masuk..'' ucap Darren menyerah..
Alea mengangguk lalu melangkah masuk dan Darren melangkah di belakangnya,,...
Begitu melihat kedatangan Alea, membuat si kecil Ana mulai menangis...
__ADS_1
Hati Alea rasanya seperti remuk melihat airmata sang putri,...
''Mommy.......Mommy.....'' isak Alana mengulurkan tangan kecilnya menggapai tubuh Alea agar mendekat...
''Alana sayang........putriku......''
Alea mendekat dan langsung memeluk tubuh kecil Alana dengan erat dan mengelus punggungnya menenangkan Alana dari tangisannya yang pecah..
Sedangkan Darren ada disana dan menatap kebersamaan Alea dan juga Alana yang menyentuh hatinya, jauh di dalam hatinya ia kembali menyesal pernah menyakiti Alea, pernah meragukannya dan membuatnya menangis....
Jika saja waktu bisa di putar maka Darren ingin berubah, namun sayang itu semua tidak mungkin jadi....Darren hanya berharap agar ia bisa membahagiakann Alea dan kedua anak mereka...Alea adalah sosok pendendam sejati, jadi Darren harus bersikap lebih keras agar bisa menundukan Alea karna ia pernah bersikap lunak di Hotel dan akibatnya Alea memanfaatkan kebaikannya dengan melarikan diri..namun sekarang Darren tak akan membiarkan kemungkinan sekecil apapun..Alea dan anak-anaknya adalah miliknya yang berharga,...Darren sungguh akan melakukan apapun demi mereka....
Kepala Alana di baluti perban agar bekas lukanya yang di jahit tidak mengelurkan darah jika dia bergerak aktif..
Alea menghapus airmatanya.....hatinya sungguh sakit melihat Alana terluka...
''Kepalanya masih sakit sayang...'' bisik Alea sedih..
''Yah...masih sakit Mommy...tapi aku baik-baik saja..aku anak kuat Mom.....'' balas Alana tersenyum walau airmata menetes...
''Sayangku...kau adalah hidup Mommy..terimakasih kau menjadi kuat...Mommy mencintaimu sayang.....''
''Ya...Mommy....''
Mata Alana lalu melebar ketika melihat sosok Darren muncul dan tersenyum kepadanya...Alana tiba-tiba saja melepaskan pelukannya dari Alea hingga wanita itu sedikit terkejut..
''Paman Darren....'' jerit Alana dengan mata berbinar..
Deg!!!!
Paman Darren...?ulang Alea di dalam hatinya...Alea menggeleng...tak ingin percaya, namun...ia penasaran...Alea berbalik dan menemukan Darren melangkah pelan mendekati Alana.melewatinya begitu saja..Darren mengeluarkan sekotak coklat dari dalam saku jassnya..
''Untukmu putri yang cantik Alana.......''
''Paman......terimakasih..'' balas Alana..
Lalu membuka tangannya lebar-lebar meminta Darren memeluknya...
"Aku merindukanmu paman Darren......"
"Paman juga merindukan Alana....."
Deg!!!!!
__ADS_1
Alea seakan hampir jatuh pingsan,....bagaimana bisa mereka saling mengenal...? matanya berkaca-kaca seketika....