Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Makan Malam Keluarga Hugo


__ADS_3

Ruang makan......


Malam ini ada yang berbeda, karna Darren memerintahkan agar Darius sang ayah dan juga Erland untuk mengosongkan jadwal mereka di luar rumah demi makan malam ini dan sekaligus Darren akan memberi pengumuman penting...


Alea sudah duduk di samping Erland sementara Darren duduk di bagian kepala meja tempat kepala keluarga biasa duduk sementara Darius duduk di samping Darren...


Makan malam ini terasa istimewa, ada banyak makanan di atas meja berbagai jenis hidangan mahal tersusun teratur..


Darius sedari tadi terus menatap ke arah Alea yang terlihat sangat cantik malam ini, tubuhnya sudah lebih berisi di banding pertama kali ia datang kerumah ini dengan tubuh kurus kering, Darren sangat pintar memilih gadis...namun,..bagaimana jika suatu saat gadis ini akan menyebabkan masalah baginya..?bagaimana jika dia akan mengendalikan Darren suatu saat nanti....??


Darius menyipitkan matanya penuh curiga....


''Ehm.....ayo makan semuanya...aku akan bicara di sela makan kita malam ini.''ucap Darren dengan suara yang tegas...


Alea hanya menatap bingung ke arah tuan Darius dan Erland yang hanya mengangguk patuh, di rumah ini memang benar Darren lah yang memegang kekuasaan, astaga..betapa menakutkannya Darren..bahkan orangtua dan adiknya sangat segan padanya...


Alea melonggarkan tenggorokannya...apalagi dirinya..? Darren tak akan segan-segan memberi hukuman, tuan Darius dan Erland sangat patuh pada Darren...


''Mengapa kau tidak makan dan hanya melamun Alea...'' suara dingin Darren menembus lamunan Alea dan membuat gadis itu terkejut setengah mati...


Erland yang duduk di samping Alea menyadari jemari Alea yang bergetar karna takut...


''Apa makanan kesukaanmu kakak ipar, silahkan kau harus terbiasa dengan kehadiran kami..'' ucap Erland lembut...


Alea menoleh....


''Terimakasih, aku akan memilih nanti.'' balas Alea dengan sopan.


Ternyata di rumah ini ada juga yang bersikap seperti manusia yang masih punya hati..


Alea kemudian mengangguk dengan hati-hati, lalu ia kembali menatap ke arah Darren yang tampaknya tidak suka di abaikan....

__ADS_1


''Aku...akan makan Darren...''ucap Alea mencoba tersenyum...


Tatapan Darren dan juga ayahnya bagai psikopat yang akan membunuh mangsanya...Alea sampai harus memalingkan wajahnya dengan cepat ke arah makanan yang lezat di depannya...mereka seperti predator..


Darren kembali menatap ke arah keluarganya....


''Aku dan Alea akan menikah besok..'' ucap Darren dengan tenang....


Darius tercengang mendengar ucapan sang putra, terlalu terkejut hingga jemarinya menjadi lemas seketika..


Crang!!!


Gelas yang di pegang Darius jatuh dari genggamannya karna terlalu syok...hingga Erland dan Alea mengangkat wajahnya dengan tatapan penuh arti, wajah Darius menjadi pucat, terlihat tidak setuju dengan pernyataan Darren yang membuatnya menahan kegeraman..


Sedangkan Darren hanya menaikan sudut bibirnya tidak perduli, ia yang membuat keputusan dan tidak ada seorangpun yang bisa menolaknya bukan...? termasuk sang ayah...dari matanya Darren tau ayahnya selalu menginginkan dia menikah dengan sesama pengusaha,....bahkan beberapa kali dia di kenalkan dengan abak dari teman bisnis sang ayah namun...Darren sama sekali tidak tertarik...


Ia sudah mengawasi Alea dari gadis ini berusia 5 tahun, menunggunya tumbuh dengan keinginan kuat untuk memilik ALea...memang awalnya Darren hanya ingin bercinta dengan gadis ini sekaligus mendapatkan kesuciannya sebagai balasan atas kesalahan orangtuanya, Darren tidak memandang gender dalam membun*h korbannya namun Alea berbeda...


Ruangan menjadi hening yang mencekam...Alea dan Erlanda saling menatap dengan penuh arti, Alea lalu memalingkan wajahnya pada Darren yang sama sekali tidak terganggu dengan jatuhnya gelas yang di sengaja oleh tuan Darieus, Darren tetap makan dalam ketenangan wajahnya hingga Alea merasa sungguh takut. keluarga ini begitu mengerikan...mengapa jika marah harus diam...? mengapa ini lebih menakutkan dari orang yang biasa mengekspresikan kemarahannya dengan bebas...?


Darius mengepalkan tangannya di bawah meja, ia menatap ke arah Alea yang sedang menatap ke arah Darren...


Gadis yang licik....desisnya kesal.....tidak, Darius tak akan membiarkan gadis ini mengambil alih kehidupan anaknya,...Darren adalah miliknya sendiri dan Darius tak akan mengijinkan orang luar menggantikan posisinya dalam hal prioritas...


Darius tertawa kesal....


Menikah...??


Darren menikah adalah hal yang paling langka yang tak pernah di bayangkan Darius, ia sangat terkejut sampai tak bisa berkata-kata...pandangannya menajam ke arah Alea yang menunduk dengan wajah polosnya yang menjengkelkan..Darius sungguh tak percaya...


Ia pikir Darren hanya akan meniduri gadis ini, bermain-main sebentar dengannya lalu membuangnya dan mencari lagi yang baru seperti kebiasaannya namun menikah adalah hal yang berbeda...bahkan anaknya ingin menikahi gadis ini dengan cepat...??

__ADS_1


Gadis ini....siapa dia mengapa dengan cepat dia mampu membuat putra mahkotanya menyerah untuk menikahinya...? bagaimana mungkin Darren jatuh cinta pada gadis yang masih sangat muda ini bahkan Erland masih lebih tua darinya, Alea terlihat polos namun tidak bisa di sangkal ia punya suatu daya tarik di dalam dirinya yang lambat laun akan membuat Darren tunduk kepadanya...


''Apakah ayah sedang sakit karna itu kau menjatuhkan gelasmu...ataukah ayah tidak setuju dengan rencana pernikahannku....ayah menolak...''


Kali ini Darren meletakan pisau dan garpunya dengan sedikit lebih keras hingga menimbulkan bunyi yang mengerikan di ruangan hening itu...


Alea sampai-sampai tidak mampu menelan makanannya karna terlalu tegang...


apakah ayah dan anak ini akan saling membunuh sekarang...??


Darius mengangkat wajahnya dengan senyuman, menyembunyikan api di dalam dirinya yang mulai berkobar..sekali lagi, ia tak bisa melawan keputusan Darren Hugo putra kebanggannya...


''Ayah..mungkin sudah tua, jadi maafkan ayah jika kau berpikir orangtua ini menolak rencana pernikahanmu anakku...ayah hanya sedikit terkejut dan senang...''


Darius tersenyum dengans angat lembut, namun sayang senyuman itu tidak menular di wajah Darren...


''Bagus...aku tak suka penolakan apalagi penghianatan di belakangku, ayah yang paling tau artinya di hianati bukan...''


Darius melonggarkan tenggorokannya ketika mata Darren menajam kepadanya...


''Tentu...apakah kau perlu bantuan dari ayahmu nak, aku akan senang jika membantu.'' Darius menatap tajam ke arah Darren....


Darren menegakan tubuhnya sembari meneguk minuman dalam gelas sampai habis lalu menatp sang ayah dan Erland secara bergantian...


''Aku ingin kalian berdua memberikan senyum yang manis sepenjang acara,...terutama kau ayah, kau harus bisa menceritakan pada semua orang betapa kau bangga memiliki Alea sebagai menantumu..bagaimana....'' desis Darren menekan...


Darren tersenyum menikmati wajah menderita sang ayah.....


Darius hampir mengumpat kasar kalau bukan Darren yang bicara, sekuat tenaga ia menekan rasa marahnya, pria itu menatap Alea yang saat ini menatap matanya dengan tatapan polos....


Ia sangat benci dengan tatapan mata Alea....

__ADS_1


Awas kau Alea.....


__ADS_2