
Mobil akhirnya sampai di kediaman keluarga Darren Hugo...mobil berhenti dan Genka lebih dahulu keluar dari belakang mobil..dan berlari untuk membuka pintu mobil untuk Kenan, dan pria itu pun keluar dari sana...
Kenan menurunkan pandangan dan menatap Genka yang sedang menunduk...
''Aku dan Toni akan menungguu tuan Kenan disini...''ucap Genka menundukan kepala...sementara Kenan menatap supirnya yang bernama Toni dan sedikit tak rela entah mengapa...namun, bukankah dia sendiri yang bilang kalau Genka adalah budaknya, namun budaknya ini terlalu cantik...
''Baiklah...tunggu disini...''
Genka menunduk lagi..membiarkan Kenan melangkah memasuki rumah besar dan megah di hadapannya...Genka lalu melangkah mendekati Toni yang diam seperti patung...
''Toni bagaimana kalau kita duduk di rerumputan itu....'' tunjuk Genka menaikan sudut bibirnya..
Toni membeku melihat sapaan Genka yang hangat di sambung lagi dengan wajahnya yang manis..
''Baiklah Genka..''
Mereka melangkah bersama menuju rerumputan dan seketika itu juga Kenan membalikan tubuhnya, ia sangat kesal ketika melihat Genka tersenyum ramah pada Toni sang supir namun dengannya...ia malah menghindar..
''Genkaa........'' suara Kenan meninggi di halaman itu dan membuat Genka menghentikan langkahnya...
''Yah Tuan Kenan.....''
''Kemarilah ikut masuk denganku...''
''Baiklah.....''
Sikap Genka kembali menjadi kaku.....
Genka lalu melangkah sambil menundukan kepalanya melangkah di belakang Kenan...
memasuki ruangan yang luar biasa megah...
Darren dan Alea keluar dari lift dengan si kecil Alana dengan koper besarnya dengan pengasuh di belakangnya..
Melihat sepasang suami istri dan anak mereka yang begitu cantik di depannya membuat Genka membeku ia kemudian menundukan kepalanya...
''Kenan...'' jerit Alea langsung memeluk tubuh Kenan, di ikuti Alana yang meminta gendongan kepada Kenan..
''Putriku.....ayah merindukanmu..''
''Alan juga ayah....''
Darren juga memeluk Kenan..dan sesaat kemudian tatapan mata mereka tertuju kepada sosok Genka yang berdiri di dekat pintu..
''Dan siapa dia Kenan...'' tanya Alea tertarik..
Alea melepaskan pelukannya dan mendekati Genka yang masih menundukan kepala...
''Aku adalah seorang.......bu...''
''Dia asisten pribadiku Alea....''ucap Kenan menjelaskan...
''Kau cantik sekali...siapa namamu, jangan selalu menunduk..itu hanya akan menunjukan kelemahanmu...''ucap Alea...
Genka mengangkat wajahnya takut-takut, dan mencoba menatap mata Alea yang begitu bening, astaga nyonya ini sangat cantik..
''Namaku Genka...Genka Rosalin, senang bertemu dengan anda nyonya...''
''Kau punya mata dan senyum yang indah...namaku adalah Alea Hugo...aku seperti adik kandung Kenan Renov....''
Genka tersenyum lalu mengangguk...
''Nyonya juga sangat cantik, aku sangat tersanjung bertemu dengan nyonya...''
''Baiklah bagaimana kalau kita duduk di taman saja...sambil menunggu para pria membahas masalah mereka...'' tawar Alea dengan sangat ramah..
Genka membeku sesaat menatap ke arah Kenan yang memberi isyarat agar mengikuti kemauan Alea...
__ADS_1
''Baiklah nyonya Alea....'' balas Genka dengan sopan.
Alea menatap ke arah pengasuh Alana....
''Masukan koper Alana ke bagasi...dan Alana sayang, ikut Mommy dengan bibi Genka...''
''Ya Mommy...''
Mereka pun melangkah menuju taman. sepajang jalan Alea selalu tersenyum ketika bicara dengan Genka..dia gadis muda yang manis dan begitu sopan dan menjaga tutur katanya....
''Kau sudah bekerja berapa lama dengan Kenan Renov.''
Genka tersenyum..
''Aku baru saja bekerja dengan tuan Kenan seminggu ini....''
Alea mengangguk,....
''Apakaha kau ikut Kenan ke kantornya juga...''
''Tidak...aku bekerja di rumah bersama para pelayan yang lain nyonya Alea bedanya aku hanya bertugas melayani tuan Kenan...''
Alea mengangguk lega....
''Baguslah...aku menjadi lega Genka...Kenan masih hidup melajang di usianya yang sekarang, aku khawatir dengan menu makanannya Genka, jadi aku akan memberitahu makanan kesukaan tuan Kenan, termasuk pantangan makanan yang harus kau hindari....agar memastikan dia tetap sehat...''
Genka mengangguk,
''Baik nyonya Alea terimakasih banyak sudah membantuku......''
''Tentu saja Genka..mari kita duduk...''
''Ah...yah, terimakasih...nyonya...''
Alea lalu menatap Genka sekali lagi,
''Alana akan menginap seminggu dirumah ayahnya, jadi aku mohon kepadamu Genka, tolong jaga dia....aku sedikit khawatir anak itu sangat aktif...''
''Aku akan menjaganya nyonya jangan khawatir...''
''Aku percaya kepadamu Genka...''
''Iya Nyonya Alea....''
Tak berapa lama kemudian Darren dan Kenan melangkah bersama...sementara Alana langsung berlari memeluk ayahnya Kenan..
''Ayo kita pergi ayah...''
''Baiklah sayangku...'' bisik Kenan trsenyum...
Kenan lalu menatap Darren dan Alea bergantian...
''Pastikan kalian membuat adik Alana segera,...''
Darren terkekeh di ikuti Alea...
''Baiklah aku akan memanfaatkan waktu dengan baik Kenan,....''
''Kau harus cepat menikah dan memberinya adik..'' ucap Alea menggoda...
Perkataan Alea membuat Kenan dan Genka saling menatap wakau hanya sebentar...
''Tentu saja...oya Sandra akan datang jadi aku.......''
''Sandra...''ulang Alea dengan wajah tak senang..
Kenan menangkap wajah tak terima di mata Alea....
__ADS_1
''Dia sudah berubah....''
''Dia gadis posesif yang baru pertama kutemui di dunia...semoga dia benar-benar telah berubah Kenan,...'' tatap Alea masih tak suka..
Sandra adalah wanita berusia 25 tahun, dan dulu sewaktu di luar negri Sandra sempat cemburu dengan kedekatan mereka, akhirnya Kenan marah dan memutuskan hubungannya dengan Sandra dan kini ia kembali apakah dia akan bersikap kekanakan lagi....?
Mengapa Alea tidak rela dengan kembalinya Sarah, mungkin Genka terlihat lebih baik dan keibuan, bahkan Alana mulai terlihat akrab dengannya....semoga saja...Kenan bisa memilih yang terbaik karna ini pernikahan seumur hidup jadi Alea harap Kenan akan hati-hati dalam memilih calon pasangan hidup...
Darren memeluk tubuh istrinya menenangkan...
''Semua orang bisa berubah sayang termasuk dengan mantan kekasih Kenan...dia yang terbaik...
Alea mengangguk pasrah...
''Aku akan mendoakan yang terbaik...'' ucap Alea.
''Bagus, jadi kami akan pergi sekarang...'' ucap Kenan..
Genka juga pamit dengan sangat sopan...
''Baiklah....hati-hati dan Genka tolong jaga Alana...'' ucap Ana...
''Tentu saja nyonya Alea jangan khawatir....''balas Genka dengan senyuman...
Mereka lalu menuju mobil,
Alea dan Darren melambaikan tangan pada mobil Kenan yang meninggalkan rumah....Darren memeluk tubuh Alea..
''Sayang.......''
''Bagaimana menurutmu soal Genka...''
''Cantik..jangan bilang kau mau menjodohkan lagi...''
Alea tersenyum,..
Darren meraih tubuh Alea hingga tenggelam dalam pelukannya...
''Lebih baik kau memikirkan bagaimana kita bercinta...rasanya aku bebas...tentang Kenan, aku yakin hatinya akan memilih...''
''Darren,........''
Darren yang merasa gemas lalu mengangkat tubuh Alea dalam gendongannya ala bridal style, dan membawanya ke kamar...ini hari kemerdekaan mereka tanpa anak-anak...setelah anak-anak besar alangkah susahnya mencari waktu untuk bermesraan.....
********
Sepanjang jalan Genka terus bercerita kepada Alana yang cerewet hingga Genka menguap beberapa kali namun ia masih berusaha menjaga kesadarannya...
Sementara Kenan tak berhenti menatap wajah tulus Genka ketika mengasuh Alana...
''Bibi apakah sudah punya pacar,....''
''Hah......'' Genka membeku namun ia menggeleng...
''Belum....?''
''Yah....Alana....''
''Bagaimana kalau bibi aku jodohkan dengan ayahku.....dan bibi menjadi ibuku..'' ucap Alana dengan polos..
Genka membeku begitu juga Kenan yang menoleh ke arah Alana..
Genka menggeleng...
''Sayang...jangan bilang begitu, itu tidak mungkin...''
''Kenapa....bibi sangat cantik...''
__ADS_1
Genka tersenyum dengan bingung.....di saat yang sama Kenan menatapnya dengan tajam....
''