
Genka meneteskan airmatanya...
''Katakan....katakan kau sudah mengetahui kehamilanku dan sengaja....ingin menyembunyikan segalanya..katakan....''
Hening....
Kenan mendepat..menatap Genka dengan tajam...
''Kau akan menjadi lelah....jadi kita akan pulang sekarang...''
Namun ketika Kenan hendak menyentuhnya...Genka menepis tangan Kenan kepadanya...
''Lepaskan...bisakah kau menjelaskan padaku, bisakah kau tidak selalu berbohong,....''
''Genka,.....''
''Seharusnya aku sadar...setiap kali sikapmu melemah kepadaku..setiap kali kau berbuat baik, aku pasti akan mendapatkan kesakitan panjang...apakah aku berkata benar,....'' tanya Genka tidak menyerah sehingga Kenan mulai hilang kesabaran,...
''Sebelum aku menjelaskan semuanya...aku ingin bertanya mengapa kau memutuskan pergi Genka..mengapa kau memutuskan meninggalkan aku pada makan malam kita dan lebih memilih pergi bersama Devan...katakan...........'' kali ini Kenan sungguh marah hingga ia tak bisa mengendalikan lagi emosinya...
''Apa....kau tidak percaya kepadaku Kenan, kalau dia...''
__ADS_1
''Masuklah ke dalam mobil sekarang Genka...masuk atau aku akan memaksamu...''
Genka gemetar namun tak punya pilihan....ia lalu melangkah menuju ke dalam mobil dan masuk di dalam, duduk dengan pandangan yang tertunduk..jemarinya saling terpaut tanda ia sangat stress...
Semua ini terlalu tiba-tiba, kedatangan Devan. lalu kehamilannya yang bahkan ia sendiri tak tau bahwa ada kehidupan di dalam rahimnya...ia tidak tau sama sekali..
padahal ia adalah ibunya, namun mengapa Kenan malah merahasiakan ini darinya...apakah kata-kata Devan memang benar kalau Kenan hanya menginginkan anaknya dan tidak menginginkannya...??
Semua kemungkinan itu berputar di dalam kepala Genka sendiri sehingga ia merasa frustasi, sementara Kenan juga tak kalah marah...bagaimana mungkin setelah ia melamar Genka..merendahkan dirinya...Genka masih ingin pergi..? mengapa dia masih saja berpikir untuk menjauh...sungguh Kenan kehilangan akal....dan merasa terhianati..hingga Kenan benar-benar hanya diam saja di dalam mobil..
Masing-masing dari mereka berdua menoleh keluar jendela berusaha menenangkan pikirannya..hingga sepanjang perjalanan itu hanya di isi dengan keheningan yang mencekam....
Setelah beberapa saat di dalam mobil.. akhirnya mobil milik Kenan sampai ke dalam mansion miliknya, dan Genka keluar dari mobil di ikuti Kenan.....
''Genka tunggu,....''
Gadis itu terdiam di tempatnya...ia menoleh, masih dalam diamnya...
''Mulai besok setelah Alana pulang, maka kau akan tidur di kamarku sampai kita menikah...jangan pernah berpikir untuk pergi karna aku...tidak akan pernah memaafkanmu...'' desis Kenan penuh ancaman..
Genka hanya menghela nafas,....lihatlah dia sudah kembali kepada sikap dinginnya setelah semua rahasianya terbongkar...sungguh Genka semakin menyimpan rasa sakit...
__ADS_1
Genka melangkah menuju ke dalam rumah dan masuk ke dalam lift lebih dahulu, ia menuju lantai atas ke kamar Alana...karna memang dia dan Alan tidur sekamar..
''Bibi...''
Genka terkejut ketika melihat Alana belum tidur dan menunggunga..mata Genka menjadi panas...mendekati Alana...ia memeluk gadis kecil itu dan mulai menangis..
''Bibi...mengapa bibi menangis...''?
''Bibi sedih besok kau sudah pulang...''
''Hey....aku akan datang lagi di hari libur,....Daddy sudah menangis karna merindukanku bibi, aku sangat bingung...'' bisik Alana bercanda..
Sontak Genka tersenyum...
''Tentu saja...kau adalah cinta sejati Daddymu..''
''Yah...karna itu aku harus pulang dan bibi Genka...jadi bisakah bibi menjaga ayahku...aku akan tenang jika bibi terus ada bersama ayah...''
Genka menghela nafasnya......
''Alana........''
__ADS_1