Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kau Harus Sadar Siapa Dirimu


__ADS_3

Tubuh Genka pasrah di bawa keluar dari paviliun dan tubuhnya di lempar kepada para pelayan rendah yang biasa membersihkan kandang kuda..pandangn mata sang kepala pelayan penuh kemenangan..


''Tempatmu adalah disini berada di antara kelas rendahan sama sepertimu dan jangan bermimpi untuk naik tahta..karna itu tidak akan pernah terjadi Genka..''


Genka diam saja,....hanya airmatanya yang menetes di wajahnya...ia menutup mulutnya rapat-rapat,...kejadian ini hampir mirip seperti beberapa tahun lalu ketika kak Luke menangkap basah ibunya membawa lari uang milik keluarganya hidup Genka tak akan pernah lagi mudah...sejak saat itu dia menjadi seorang pelayan di dalam rumah...bahkan ia juga yang melayani istri dari kakak Luke, yaitu kak Sarah melayani semua kebutuhannya....yah...ini belum seberapa di banding penderitaannya dahulu..Genka menjadi lega...hatinya perlu mendapat tamparan keras agar hatinya mengerti tuan Kenan dan Alan bukanlah miliknya...ada jurang dalam di antara mereka yang menghalangi mereka yaitu dendam dan juga status sosial...


''Mengapa kau diam saja Genka....'' tanya nyonya Mosa sang kepala pelayan..


Genka hanya tersenyum mencoba menerima semua yang di timpakan kepadanya ia mengangkat wajahnya menatap lurus pada nyonya Mosa dengan senyuman pasrah...


''Aku menerima semuanya nyonya...aku menerima rencana tuan Kenan, dan aku menerima semua perlakuanmu kepadaku sekarang atau nanti..'' Genka menundukan kepalanya...


Mosa membeku...tatapan mata Genka yang sayu seakan menghancurkan sikap kerasnya entah mengapa...gadis ini punya kharisma yang begitu kuat...hingga Mosa memalingkan wajahnya...ia takut tatapan Genka akan membuatnya melunak...


''Pelayan bawa dia ke tempat kalian...pastikan dia bekerja keras..dan kau Genka aku akan melaporkan semuanya kepada tuan Kenan...dia akan puas dengan hasil kerjaku...''


Genka menunduk ketika Mosa pergi....


Seorang pelayan mendekati Genka dan menatap iba kepada Genka...


''Genka...apakah kau baik-baik saja...''


''Yah...aku baik-baik saja....Lisa...'' balas Genka kepada teman sesama pelayannya...


Mereka lalu melangkah menjauh ke arah peternakan kuda..tempat baru bagi Genka menjalani hidupnya...


Sedangkan disisi lain di kamar...


Kenan menatap dari jauh sosok Genka yang menjauh bersama beberapa pelayan yang membawanya...mengapa ia hatinya merasa sakit..bukankah ini adalah keingingannya..


Ya....pasti Genka menangis histeris...sebentar lagi Mosa akan mengatakan kebenaran kepadanya...Kenan memijit dahinya ketika bayangan tatapan mata Genka tak ingin pergi darinya..


Sialan kau Genka..beraninya kau...melakukan itu kepadaku...?? tidak akan pernah...Kenan tak akan membiarkan Genka menguasai pikirannya..tidak...jika Sandra datang maka dia akan menjadi lebih baik..hatinya akan menjadi lebih baik.... yah....Kenan sangat yakin itu....


Pintu di ketuk perlahan dan Kenan menoleh itu pasti Mosa dan benar saja...Mosa membuka pintu kamar dan melangkah masuk, ia menundukkan kepalanya dalam-dalam....


''Tuan Kenan......''

__ADS_1


''Bagaimana......apa reaksinya, apakah dia menangis dan memohon untuk kembali mendapatkan kenyamanan ini...yah aku yakin sekali....gadis sepertinya tak akan pernah tahan untuk hidup menderita....''ucap Kenan dengan sangat yakin...


Mosa menghela nafas....


''Tuan Kenan sebenarnya....Genka tidak mengatakan apapun selain menangis dan menerima segalanya...''


Deg!!!!


Kenan menoleh dengan mata yang memerah.....


Tidak mungkin....tidak mungkin jika Genka menerimanya begitu saja..? hidup di peternakan bukan hal yang mudah....disana bau dan pekerjaannya sangat meleahkan...


''Tuan Kenan....apa yang harus saya lakukan lagi...''


Kenan menatap Mosa dan menaikan sudut bibirnya...


********


Genka menatap sepotong roti kering dan beberapa potongan daging dan beberapa biskuit..sebagai makan malamnya,


''Mungkin kau akan merasa aneh Genka..tapi itulah makanan kami sehari-hari...''ucap Lisa lalu membawakan beberapa selimut karna akan sangat dingin di tempat ini... tentu saja beda dengan di paviliun kediaman tuan Kenan yang hangat...


''Aku menyukainya...ini enak..'' ucap Genka mulai melahap roti itu...Lisa pun tersenyum dan duduk di sampingnya..


''Apakah kau melakukan kesalahan hingga akhrinya di tempatkan disini..? aku sempat melihat kau begitu akrab dengan nona Alana...putri kesayangan tuan Kenan,...aku pikir kau dan tuan Kenan.....''


''Jangan pernah berpikir seperti itu Lisa...kisah Cindirela hanya ada dalam dunia dongeng...dan aku melakukan kesalahan besar dengan berpikir Cindirela ada di dunia nyata..'' ucap Genka tersenyum..menyembunyikan luka di hatinya..


Dadanya berdebar sampai Genka memukul pelan dadanya dengan tangan dalam diam....mengapa sangat menyakitkan..


''Sudahlah jangan sedih Genka...tidak masalah berbuat kesalahan itu artinya kita adalah manusia...asal jangan jatuh pada kesalahan yang sama....itu sama saja kau membodohi dan menipu dirimu sendiri,...'' ucap Lisa menepuk bahu Genka...


Genka hanya mengangguk lalu segera minum...


''Terimakasih Lisa,....''


''Setelah makan kita harus segera tidur karna ada banyak pekerjaan menumpuk besok pagi...''

__ADS_1


Genka lalu tersenyum mengangguk...ia menyelesaikan makanannya dengan cepat lalu segera berbaring miring di ranjang keras kamar itu...dan memejamkan matanya..


Airmata Genka menetes...ternyata tidak ada cinta yang abadi selama ini..tidak ada...yang ada hanya saling memanfaatkan demi kepuasan masing-masing. Genka memejamkan matanya dan berusaha untuk tertidur...


*******


Kenan menatap langit-langit kamar dengan sorot mata yang nyalang...ini sudah jam 3 pagi dan ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya...


Tidak mungkin bukan...hanya seorang Genka mampu membuatnya tak bisa melupakannya....


Apakah tuan tidak enak badan....??


Aku sering memijit ibuku....ayo...........


Ingatan perhatian Genka kepadanya membuat Kenan menyerah...ia bangun dari ranjang dan duduk dengan wajah tertunduk....ini bahkan belum sampai beberapa jam dan ia hampir gila karna Genka terus menghantuinya...


Tidak....ia tak akan pernah membiarkan Genka berhasil menghancurkan hidupnya...


Sial.......


******


Genka bangun pagi sekali dan di hadapkan dengan pekerjaan baru...yaitu dia dan Lisa memberi makan kuda-kuda besar milik tuan Kenan karna memang tuan Kenan senang berkuda...karna Genka masih baru maka Lisa mendampinginya...memberi makan kuda-kuda itu...


Namun karna ini pertama kalinya Genka merasa takut-takut kalau kuda itu akan menendangnya jika ia mendekat seperti di film-film...


''Tidak apa Genka...kau akan terbiasa...tatap mata Lisa...itu kuda kesayangan tuan Kenan jadi kau harus memperlakukannya dengan baik...''ucap Lisa menenangkan...


Genka mengangguk...dan ketika ia mendekat....kuda milik Kenan bereaksi dengan mengangkat tubuhnya...


Betapa terkejutnya Genka hingga ia menjerit...dan disaat yang sama Kenan yang baru saja tiba di sana, menarik tubuh Genka menjauh...


''Aarrgghhtt........'' Genka sampai gemetar,....


''Genka......'' desah Kenan menatapnya tajam..


Genka lalu melepaskan dari tangan Kenan dan segera menundukan kepalanya....

__ADS_1


''Maafkan aku tuan Kenan.......''


Jemari Kenan mengepal..ia tidak suka perasaan yang ia rasakan untuk Genka...


__ADS_2