
Luke terbangun dan begitu terkejut karna tidak menemukan Lisa di sampingnya...dimana gadis itu apakah dia sudah tidak kesakitan lagi...?
Luke bergegas turun dari ranjang dan melangkah ke arah jendela..dan pemandangan di bawah sana membuat dadanya panas,....Lisa sedang bersama dengan Devan dan juga Safia sedang bermain di pasir.....Luke menajamkan tatapannya kepada Devan yang sedari tadi tak pernah lepas memandang Lisa....
''Bermain Volly...ckckck.....Devan, kau terlambat...Lisa adalah milikku..'' desis Luke lalu membalikan tubuhnya...
Luke melangkah membersihkan diri lalu bersiap turun....membayangkan Lisa yang tertawa dengan manis membuatnya tersenyum jatuh cinta.....Luke tak membuang waktu dan segera menyusul mereka...
***************
Lisa terjatuh di pasir setelah tak mampu menerima pukulan bola keras dari Devan, tentu saja dia tidak sengaja melakukannya...
Mata Lisa berkedip karna butiran pasir masuk ke dalam matanya....hingga membuat Devan dan Safia terkejut..
''Lisa......apa yang terjadi..'' ucap Devan dengan cemas...
Lisa tertawa berusaha mengabaikan pasir yang mulai menyakiti matanya....
''Tidak...ini bukan apa-apa, mataku...perih..'' desah Lisa mencoba mengusap matanya yang mulai ber air...
Devan dan Safia lantas menuntun Lisa untuk duduk sembari itu mendekatkan wajahnya...
__ADS_1
''Biar aku menolongmu Lisa....''
Devan lalu mengambil alih dengan menyentuh kelopak mata Lisa dan meniup-niupnya sehingga pasir bisa keluar sementara itu ia meminta Safia mengambil air hangat yang bersih untuk membasuh mata Lisa nanti..
''Aaaww.....perih sekali,...'' desah Lisa pelan, gadis itu masih memejamkan matanya...
Sementara Devan menatap wajah Lisa yang begitu cantik dan bersinar..bibirnya merah muda tanpa polesan lipstik dia gadis yang begitu cantik...
''Maafkan aku Lisa..aku tidak sengaja...''
Lisa mengangguk......
''Jangan kawatir Devan...aku baik-baik saja.,...''
Ketika Devan ingin meniup mata Lisa, ia sedikit terkejut ketika Luke berdehem,....
''Apa yang sedang kau lakukan pada milikku..''
Lisa dan Devan terkejut namun karna mata Lisa masih kemasukan pasir ia tak bisa membuka matanya..
Devan menoleh dan membeku melihat sorot mata cemburu dari Luke kepadanya...
__ADS_1
''Mata Lisa kemasukan pasir dan aku mencoba membantunya dengan meniupnya.....''
Luke mengangguk dan tersenyum...
''Biarkan aku yang melakukannya...kau tidak perlu melakukannya Devan....''
Deg!!!!!
Devan tak mampu berkata apapun, pria itu lantas bangkit dari sana dan menjauh...sementara itu Safia datang bersama pelayan dan membawakan air hangat...Luke lalu duduk di hadapan Lisa dan mendekatkan wajahnya.....dan kemudian meniupnya dengan sedikit kuat hingga dalam sekejap pasir dari dalam mata Lisa keluar dari mata Lisa yang sudah memerah,...
Luke lalu mengambil air yang di bawa pelayan dan membantu Lisa membasuh matanya yang sudah merah...
sementara Safia bisa melihat wajah kecewa yang di tunjukan Devan kepada kebersamaan Luke dan Lisa yang membakar dadanya...
Lisa tersenyum dengan sangat manis, wajah paginya benar-benar membius Devan hingga ia tak sabar lagi memisahkannya dari Luke....yah..Lisa pantas mendapatkan seseorang yang lebih baik dari mereka berdua....
Luke tersenyum melihat Lisa sudah bisa membuka matanya lebar-lebar...
''Apakah kau sudah merasa lebih baik....'' ucap Luke mendekatkan wajahnya....
Lisa menganggukan kepala dengan senyum malu-malunya dan membuat Luke tak tahan ingin memeluknya....jemari Luke terulur dan menyentuh wajah Lisa...
__ADS_1
''Kau sangat ceroboh...'' Lisa hanya bisa tersenyum namun,....ketika melihat wajah Devan yang penuh kecewa, senyum Lisa menguap dengan cepat di ganti rasa bersalah di hatinya..
Devan terlihat sangat cemburu.........