
Hening.....
Delvaro masih berdiri dengan tegak di depan keluarganya yang sedang menatapnya dengan tajam..
Delvaro tetap pada prinsipnya...Alana akan menjadi miliknya entah keluarganya terima atau tidak...
Aleysa sudah tidak tahan lagi menatap Delvaro...jemarinya mengepal karna tak tahan dengan sikap keras kepala sang putra..
''Jadi kau tetap akan merebut milik adikmu..mereka saling mencintai Delvaro..bukankah kau terlalu serakah dengan keegoisanmu..'' lantang Aleysa berdiri dengan menahan geraman..
Delvaro mengangkat wajahnya....menatap lurus pada wanita yang sudah melahirkannya namun ironis membencinya..Delvaro sudah biasa mendapat perlakuan dari sang Mommy, sementara Daddynya terlalu memihak Aura dan tidak pernah menatapnya..
Beruntung perhatian di dapatkan Delvaro dari dua kakeknya dan Grannynya..sungguh rasanya dadanya sesak karna ia harus berhadapan dengan sang Mommy...ia pria yang dewasa sudah tak seharusnya ia mengharap kasih sayang seperti anak-anak namun,....terkadang ada sebelah jiwanya yang rindu setidaknya senyuman dari wajah sang Mommy untuknya meski...ia tak berharap pelukan....
''Lalu bagaimana denganku....bagaimana, pernahkan Mommy bertanya apa yang aku suka..kau selalu memihaknya...Mommy selalu membela Rafael dan bagiku itu bukan hal baru...namun Mommy harus ingat baik-baik..semakin Mommy membelanya maka aku akan semakin menghancurkan hubungan mereka dan aku...tak pernah berpikir untuk mundur..'' Delvaro berdiri dan membalas tatapan Aleysa...
Aleysa bersedekap......
''Susah payah aku melahirkanmu kedunia Delvaro...aku ingin kau menjadi pelindung adik-adikmu...bukan sebaliknya kau adalah penghancur...tidak cukup Rachel.........''
''Aleysa......''
Suara Arkana meninggi di dalam ruangan, pria itu sangat marah..ia menatap tajam ke arah putrinya dengan tajam....
''Jangan pernah menimpakan kesalahan pada anak-anakmu....Delvaro sama sekali tidak bersalah tentang semua ini...dia tidak bersalah...Rachel meninggal bukan karna menikahi sahabat Delvaro...itu adalah ajalnya...''
Airmata Aleysa menetes, ia semakin marah...
''Jika bukan karna dia membawa sahabatnya ke rumah ini Rachel tak akan tergoda ayah....dan dia tak akan hamil dengan pria sialan itu...semua karna dirimu...aku kehilangan Rachel...aku sangat membencimu Delvaro.......'' teriak Aleysa lantang...
''Mom.....''
Aura begitu ketakutan melihat kemarahan sang Mommy dan memutuskan membawa Aleysa ke ruangan atas...
Sementara....
Delvaro tersungkur ketika tubuhnya tak mampu lagi menahan rasa sakit di dadanya...semua kejadian masa lampau seakan menghantuinya dalam rasa bersalah tak berujung...
Sakit,.....ketika ia mendapatkan kemarahan langsung dari sang ibunda....hingga matanya basah...
Ruangan seketika menjadi hening yang mencekam...
sementara Damian mengusap kasar wajahnya dia berada di tengah-tengah antara sang putra dengan istrinya..dan anaknya yang lain...Damian menatap Delvaro..
''Lakukan sesukamu Delvaro....terserah...''ucap Damian lalu melangkah meninggalkan ruangan itu.,..
Alex dan Arkana saling menatap lalu menghampiri Delvaro yang masih tersungkur di lantai ruangan..
__ADS_1
Jemarinya terkepal menahan kemarahan..
''Delvaro.......''
''Aku tak akan datang kembali ke rumah ini Kakek dan Granny jadi...aku mohon jangan memaksaku lagi....'' tatap Delvaro dengan mata yang basah, ia terlalu marah dengan semua yang terjadi di dalam hidupnya...
Delvaro merasa hatinya terbakar...
Arkana dan Alex mengangkatnya berdiri dan menepuk bahu Delvaro untuk membuatnya kuat..
''Aku senang dari keturunan Damian...kau sama seperti kami...jiwa dan darah mafia berada kental di dalam dirimu...Delvaro jangan pikirkan apa yang di katakan Mommy...dia...''
''Aku sudah biasa menerima semuanya Kakek...tapi aku tak akan mundur....Rafael telah menghancurkan aku jadi...ini saatnya dia merasakan apa artinya di hancurkan...dia adalh anak kesayangan Mommy dan Daddy bukan...selama ini dia di lindungi dan sudah menerima limpahan kasih sayang dari semua orang...karna itu...dengan lancangnya dia berani menggoda Letisia,....dan kini girilanku...aku tak akan mundur...meski semua keluarga membenciku..''ucap Delvaro tajam..
Arkana menghela nafas...
''Well...baiklah...walau kali ini kau sedikit licik dan kejam tapi...dalam hal ini Rafael memang bersalah...dia sengaja mencoba menggoda Letisia meski aku bersyukur kau tidak menikah dengan wanita murahan itu...Rafael hidup dengan sikap yang manja dari Aleysa...dan dia melakukan sesuatu tanpa berpikir dan menggunakan nafs*nya saja...jadi Delvaro...jika memang gadis itu berbeda..maka bawalah dia kemari di dal;am keluarga kita...jadikan dia istrimu dan kita liat sikap orangtuanya nanti...''
Alex ikut setuju.......
''Siapa nama orangtua gadis itu..keturunannnya,..mungkin saja kami mengenalnya...''ucap Alex menambahkan......
Delvaro sedikit lega...paling tidak...ada keluarganya yang memihak kepadanya...Kakek dan Grannya selalu ada untuknya...mereka sudah seperti orangtua kandungnya...
''Nama keluarganya Higo...dia adalah cucu pertama Tuan Darius Hugo...nama ayahnya adalah Darren Hugo, nama ayah angkatnya...Kenan Renov dan juga Luke West...mereka juga para Mafia...''
''Kami akan membantumu Delvaro..kau akan di terima dengan baik di keluarga Darren Hugo...''ucap Arkana dengan senyuman yang terlihat kejam,..
Sementara Alex juga tersenyum...
''Bawa Alana pulang dan menangkan hati keluargamu tapi Delvaro sebelum kau membawanya kau harus memastikan dia bukan wanita seperti Letisia yang akan mudah tergoda...Rafael mengenal Alana...aku yakin...mereka akan bertemu dan.........''
''Kakek tenang saja,....aku tak akan membiarkan milikku di rampas kali ini....dan Alana adalah gadis yang berbeda,....''
''Kami sudah tak sabar lagi bertemu dengan Alana..jadi...kami merestuimu...''
Disaat yang sama...
Diza melangkah didepan pintu bersama Mark dan putri mereka..
melihat Delvaro membuat adik kakak sepupunya bernama Miley menjerit keras,....
''Delvaro.......''
Delvaro tersenyum dan membuka tangannya ketika Miley melompat ke arahnya...Miley di atas Delvaro dua tahun namun kelakuannya seperti gadis belia..
''Aku merindukanmu Delvaro...'' bisik Miley dengan senyuman rindu...
__ADS_1
''Aku juga merindukanmu Miley..'' bisik Delvaro..
Delvaro lalu memeluk sang bibi yang mencintainya dan juga paman Mark yang tampan........
''Kami dengar kau akan ke luar negri...''
''Mom...aku ingin ikut...aku akan menjaga Delvaro disana dan membantunya menemukan cinta..''
Mark menggeleng...Miley..ia tak bisa jauh dari putrinya dan hal itu membuatnya panik..
''Miley tidak.......''
''Daddy sudah punya si kembar..aku akan tetap ikut Delvaro...'' balas Miley tajam..
Delvaro menatap Mark..
''Biarkan dia menemaniku dan kami akan saling menjaga paman...dia perlu udara segar..'' ucap Delvaro yang membuat Diza memijit pelipisnya..
Mark hanya membeku..keputusan putrinya tak bisa ia ganggu gugat...dan ia merasa kesal..
''Jaga Miley baik-baik...suruh dia bekerja di perusahaanmu disana..jangan membuat dia hanya menganggur atau bibi dan paman akan memulangkannya..''ucap Diza dengan tatapan tajam,....
''Yey...'' jerit Miley tersenyum...
Mereka tertawa bersama..lalu mengantar Delvaro dan Miley menuju bandara, dengan dukungan James Arkana dan Alex Rule...
*************
Alana mengerutkan kening ketika sosok Delvaro mendekatinya dan tersenyum dengan tajam kepadanya...
Alana...kau adalah milikku.....
Tidak...apa kau sudah gila...aku bukan milik siapapun.......
Hahahaha..........
Alana terbangun dengan wajah yang pucat..tubuhnya bergetar...ia bermimpi buruk dan membuat jantungnya berdebar keras...
''Delvaro......'' desahnya dengan mata yang terpejam, nafasnya masih terengah-engah...jemarinya terkepal..ia sangat marah..
'' Delvaro...aku bukan milik siapapun..'' desah Alana merintih...
**********
Hai....untuk Visual Delvaro sudah di ganti sesuai karakternya..jadi...karna sifatnya mirip dengan Arkana maka..visualnya akan di samaklan dengan Arkana waktu muda...jadi cek di Group yah...
Love u All..
__ADS_1