
Nasya menghela nafas..ia sungguh tak menyangka ucapan Kiano justru menyusahkan dirinya..tadinya Nasya pikir Kiano akan memintanya pergi dan melupakan semuanya toh..Kiano sudah punya kekasih, nona Alda sangat cantik dan seorang model yang terkenal..di banding dirinya yang hanya lulusan SMA biasa..dia gadis pengecut yang melarikan diri dari rumah..
Sesungguhnya Nasya hanya ingin hidup tenang tanpa masalah namun tetap saja..masalah mengejarnya tanpa henti..dan menangkapnya dengan begitu kuat..
''Aku sama sekali tak mengerti apa maksudmu tuan Kiano...mengapa tuan yang harus menuntutku..''
Kiamo memajukan tubuhnya hingga wajah mereka dekat sekarang...pria itu mengarahkan tangannya dan menyentuh ujung dagu Nasya...pria itu tersenyum...
''Karna kau telah mengikatku dalam pesonamu Nasya,...aku juga sudah ternoda dan bukan kau saja...''
''Hah.....'' mata Nasya melebar dengan dramatis.
Tanpa menunggu Kiano lalu mengeluarkan kotak cincin yang tadi dia genggam dan kemudian menunjukannya kepada Nasya..
''Aku harus pergi sekarang tuan Kiano..''
Nasya sudah berdiri dan melangkah menuju pintu...namun ia kalah dalam hal kecepatan karna Kiano menyambar lengannya hingga tubuh gadis itu berbalik dan membentur tubuh kokoh Kiano..
Mereka bertatapan.....
''Beraninya kau pergi...untuk kesekian kalinya...''
Nasya membeku...
''Aku tak mengerti apa yang sedang tuan lakukan..mengapa kau malah menyulitkan aku...''
''Aku ingin bertanggung jawab Nasya...''
''Bertanggung jawab apa...haruskah tuan semakin merendahkan aku...''
Kali ini airmatanya menetes....
''Nasya.....''
''Seharusnya tidak ada yang terjadi antara kita...aku hanya ingin hidup tenang..jika tuan memilihku karna kita terlanjur tidur bersama lalu bagaimana selanjutnya..sedangkan tuan sudah memiliki kekasih....aku akan menjadi orang ketiga tidak...aku tidak mau....''
''Kau tidak pernah menjadi orang ketiga Nasya...hubunganku dan Alda sudah lama renggang...ayah juga tak setuju hubungan kami...dan sejak kau datang,....aku akui kalau aku mulai menyukaimu dan cemburu ketika Bryan mencoba menggodamu untuk menjadi kekasihnya...aku hanya ingin kau Nasya...dan aku ingin kau tau...aku tak akan pernah melepaskanmu...kita akan jujur kepada orangtua kita dan juga orangtuamu....''
''Orangtuaku....'' ulang Nasya dengan wajah pucat...
Jika Granny Aleysa akan membunuhnya jika tau dia pergi dari rumah dan ketika di temukan dia malah membawa pria...belum lagi jika paman-pamannya tau paman Delvaro, paman Rafael, bibi Aura bahkan belum menikah..Nasya menjadi ketakutan..namun ia menyembunyikannya dengan baik agar Kiano tidak curiga..
''Yah..orangtuamu...aku akan menemui mereka meminta ijin agar aku bisa menikahimu..''
''Menikah...?.'' Nasya merasa seperti orang bodoh yang selalu mengulang kata-katanya sendiri..
Kiano lalu mengeluarkan cincin bertahtakan berlian lalu memasangkannya di jari manis Nasya..
Sangat indah...batin Nasya beku...
''Tuan Kiano..ini terlalu cepat...''
''Aku bahkan hampir terlambat Nasya...''
__ADS_1
Kiano menggenggam jemari Nasya...
''Mulai sekarang kau harus biasa memanggil namaku saja tak ada kata tuan...''
''Tuan..Kiano, ini bukanlah lelucon....''
Kata-kata Nasya menggantung ketika Kiano menariknya mendekat dan kembali melum** bibirnya dengan lembut....
''Sudah kubilang jangan ada kata tuan...'' desis Kiano dengan senyuman kemenangan..
''Tuan........''
Kiano kembali mengul** bibirnya membuat gadis itu mengerang protes..namun Kiano masih menahan punggungnya..mereka masih bertatapan tajam...
''Jika kau melakukan kesalaha lagi maka aku akan menciummu..''
''Aaa...aku harus pergi...''
''Eiit,....mulai sekarang kau kekasihku..apakah kau bersedia Nasya...''
''Tidak.....''
''Tidak.....' ulang Kiano hendak mencium Nasya namun gadis itu buru-buru menghindar dengan menutup bibir Kiano dengan kedua tangannya..
''Cukup....'' rintih Nasya menggeleng..
''Pintar....''
''Aku sudah menghubungi ayah dan kita akan menyusul ke tempat adikku aku akan memperkenalkanmu dengan mereka..'
Nasya mengangguk dengan senyuman pasrah...
''Baiklah....aku akan menyiapkan diri...''
''Bagus....aku harus ke kantor sekarang dan nanti sore aku akan kembali...''
''Baik......''
''Jaga dirimu calon istriku...''
Nasya mencoba tersenyum di wajah gugupnya...''
''Aa..aku akan baik-baik saja...'
Nasya menundukan kepalanya lagi namun hal itu adalah kesalahan di mata Kiano karna dia bukan pelayan..Kiano lalu kembali merengkuh tubuh Nasya dan kembali mendaratkan bibirnya di bibir Nasya dan kali ini Kiano sambil membenturkan tubuh Nasya di pintu ruangan...
Deg!!!!
Bibir Kiano mulai menyentuh permukaan bibir Nasya yang yang basah dan kemudian menggilasnya dengan panas...
Nasya kehilangan kata selain menyerah...seperti biasa Kiano selalu punya cara agar membuatnya tak bisa berkutik..
Jemari mereka saling bertautan dan menggenggam dengan erat...hingga hanya terdengar erangan di ruang kerja yang panas,...bibir Kiano bergerak turun menyentuh leher Nasya dan seterusnya...
__ADS_1
********
Rumah tampak sepi dan Nasya baru saja kembali dari taman, ketika sebuah mobil memasuki halaman rumah, itu bukan mobil Kiano atau orangtuanya..Nasya masih berdiri disana dengan rasa penasaran sambil menunggu siapa yang datang..apakah itu teman Kiano...?
Tak menunggu lama..pintu mobil terbuka dan tak disangka kalau yang turun dari sana adalah Alda kekasih Kiano...gadis itu turun dari mobil dengan wajahnya yang penuh kemarahan..mendekati Nasya dengan kepalan tangan yang sudah siap di belakang punggungnya..
Nasya yang memang tak tau apa yang terjadi bersikap ramah dan sopan...
''Nona Alda.....''
''Dasar gadis murahan....
Plakkk!!!!
Alda mengarahkan tangannya dan menampar wajah Nasya hingga gadis itu terjatuh,...bibirnya pecah saat itu juga..
''Nona Alda...''
''Diam kau.....''
Alda yang masih sangat marah kembali mendekati Nasya dan menarik paksa gadis itu berdiri...
''Ternyata di balik wajah cantikmu kau adalah simpanan calon suamiku Kiano...''
Mata Nasya melebar dengan wajah cemas..
''Apa....''
Kali ini Alda menjambak rambut Nasya dengan kuat sembari menariknya menimbulkan rasa sakit bagi Nasya sambil mengancam...
''Kau tidur dengan kekasihku betapa menjijikannya dirimu kau tau jika Kiano mengatakan semua kepadaku...? gadis hina kau pikir aku akan membiarkanmu...''
Deg!!!
''Apa maksudmu Nona...''
''Kau memanggilku dengan sebutan nona tapi kau bahkan naik ke tempat tidur Kiano..kau belum tau siapa aku yah...Nasya...aku bisa menghancurkanmu dalam sekejap..''
Hening.,....
Apakah Kiano memberitahu semuanya..? betapa kejamnya pria itu untuk apa dia menggoda Nasya jika ioa juga memintanya menjadi kekasih...airmata Nasya menetes..
''Lepaskan aku..ini sakit....''
''Lebih sakit mana...Kiano bahkan memutuskan aku gara-gara kamu Nasya....kau bahkan tidak bisa di bandingkan denganku...kau bahkan hanya seorang pelayan rendahan...kau tak bisa merebut posisiku..kau dengar itu...''
Alda sangat marah..hari ini Kiano memutuskan hubungan dengan alasan ia sudah tidak mencintai Alda di tambah orangtuanya tidak setuju dengan hubungan mereka tapi Alda tak bisa menerimanya begitu saja..ia tidak rela kalau Nasya yang menggantikan posisinya..tidak..
Kiano adalah miliknya dan ia tak akan rela melepaskan pria kaya raya dan baik hati seperti Kiano dan akan mempertahankan posisinya..walaupun harus menyingkirkan gadis murahan ini..
''Ikut aku sekarang Nasya....'' Alda menyeret tubuh Nasya menuju mobil.,..
''Oh tidak......'' jerit Nasya dengan cemas....
__ADS_1