
Tubuh Genka masih di cekal di pintu lift...keduanya bertatapan tajam.
''Lepaskan aku nyonya Sandra..'' suara Genka tercekat sesak nafas..
''Kau pikir aku akan melepaskan dirimu j*lang..kau akan mati...kau akan mati segera....'' suara Sandra terdengar menakutkan..
Genka mulai terasa pusing, karna tubuhnya di benturkan secara berulang-ulang...
Namun Sandra jauh dari kata berhenti ia terus mencekik Genka dengan kuat hingga pintu lift terbuka di lantai 3 kala itu Alana hendak menggunakan lift namun ia justru melihat pemandangan yang menyakitkan ketika melihat bibi Sandra sedang mencekik bibi Genka....
Alana segera berlari menekan pintu di lift untuk membuatnya terbuka, namun di luar dugaan Sandra yang melihat itu langsung mendendang tubuh Alana kecil dan pintu lift tertutup..
Alana menangis histeris berusaha membuka pintu lift namun lift menuju lantai paling atas Mansion ini yaitu atap..
Alana langsung berlari ke kamar dan meraih ponselnya untuk menelfon sang ayah.......
*******
Kenan baru saja hendak berdiri dan mendengar ponselnya berbunyi...
Alana..........
Pria itu segera mengangkat telp..
__ADS_1
Kenan : Alana sayang, ada apa menelfon ayah...apakah bibi Genka sudah istirahat....??
Alana : (Menangis Histeris ) Ayah...tolong, bibi Genka.......
Kenan : Apa yang terjadi dengan bibi Genka, apakah dia sakit atau dia........
Alana : Tidak Ayah...bibi Genka...bibi Genka di bawa ke atap oleh bibi Sandra, bibi Genka di pukul dan di cekik...aku sangat takut ayah.......
Kenan : Apa.......?? (Jemari yang terkepal..)
***********
Pintu lift terbuka dan Sandra mendorong tubuh Genka hingga gadis itu membentur lantai kasar di bawahnya...
''Arrrgghhh...nyonya Sandra...apa yang kau inginkan hah....tolong jangan begini....'' isak Genka memegang lehernya yang memerah...
''Kau tau jika hubunganku dengan Kenan sudah lama...aku sngat mencintainya dan aku kembali untuknya Genka...tapi apa yang terjadi...di banding bersamaku dia lebih memilih dengan wanita rendahan sepertimu...padahal aku menunggunya...'' airmata Sandra menetes..
Sementara Genka berusaha berdiri dan menatap mata Sandra ia merasa bersalah..yah..ini juga kesalahannya, akhir-akhir ini...Tuan Kenan sangat memperhatikannya, meski Genka tak tau mengapa...apakah untuk menyingkirkan nyonya Sandra dan mencari yang baru...entahlah...namun yah...Genka merasa bersalah kepadanya,....
Dan mungkin dengan kedatangan Devan akan membuat semuanya kembali normal....
''Aku minta maaf tapi aku tidak pernah berniat merebut apapun nyonya Sandra...lagi pula aku akan pergi...''ucap Genka berusaha membujuk....
__ADS_1
Mendengar kata-kata Genka yang akan pergi membuat Sndra semakin marah..
''Cih..pergi.....kau pikir dia akan membiarkan kau pergi....'' teriak Sandra dengan marah,.....
''Lalu apa yang harus aku lakukan lagi nyonya, aku akan menikah dengan pria yang bernama Devan itu dan akan meninggalkan rumah ini...''
Sandra mendekat dengan tatapan tajam...
''Aku lebih mengenal Kenan dari padamu, jika dia menyukaimu maka dia tak akan pernah melepaskan dirimu Genka...walau seribu pria ingin menikahimu.......''
''Apa.....'' tatap Genka dengan mata melebar takut...apalagi melihat wajah Sandra yang menakutkan...
''Satu-satunya jalan agar terlepas dari Kenan adalah mati..kau harus mati Genka...'' teriak Sandra dengan murka.....
Sandra mendekat dan langsung mencengkram leher Genka dan hendak menjatuhkannya ke bawah....
Genka menjerit keras...
''Jangan.....aku mohon nyonya Sandra......''
''Matilah kau..........''
Deg!!!!
__ADS_1
Genka menjerit keras.........
''Tidakkkkkkkk.......''