Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Sakit


__ADS_3

Hari berikutnya..di lalui Ola dengan pikiran kacau, biasanya kak Darren akan memesan bunga untuk di berikan kepada Klien, dan selalu Lukas yang mengambil pesanan bunga, namun kali ini berbeda...Lukas seolah menghilang dari dunia kecilnya sudah seminggu sejak kejadian di restoran dan Lukas benar-benar menarik diri dari kehidupannya...


Ola merangkai bunga dan memberikannya kepada salah satu anak buahnya yang mengambil bunga, Ola tak tahan untuk bertanya...


''Ehm....apakah aku boleh menanyakan sesuatu....''


Pria di depannya menunduk hormat...


''Tentu nona Ola, tanyalah...''


''Apakah Lukas..dia pergi ke luar kota...''


Pria itu menggeleng...


''Apa kau tak tau apa yang terjadi pada tuan Lukas..''


Ola mengangkat bahu menunjukan wajah bingung.....


''Apakah yang terjadi aku tidak tau...''


Pria itu mengangguk lalu menjelaskan..


''Tuan Lukas sedang sakit...sudah dua hari di apartemen....sebenarnya aku di utus tuan Darren agar membelikan tuan Lukas makanan dan memintanya ke dokter namun, tuan Lukas mengatakan dia baik-baik saja...''


Ola begitu terkejut hingga tubuhnya menjadi goyah, matanya berkaca-kaca seiring rasa nyeri yang mulai menjalar di dadanya..ia mengangguk..


''Jadi.....dia sedang di apartemennya..''


''Yah nona...''


''Baiklah...terimakasih atas informasimu...''


''Baik nona, aku harus pergi...''


Ola mengangguk dengan cepat, begitu pria itu pergi..gadis itu bergegas menuju dapur, ia ingat betul dulu ketika Lukas sedang sakit maka dia menyukai sup iga buatan Ola, dan ia akan makan dengan banyak...gadis itu mulai membuatkan makanan dengan cepat..


Tak berapa lama kemudian ia pun bergegas mandi dan segera membawa sup itu di rantang makanan dan menuju apartemen milik Lukas..gadis itu sampai dengan cepat lalu melangkah menuju kamar milik Lukas yang masih di ingatnya,..


Setelah keluar dari lift, gadis itu lalu bergegas menuju pintu..ia berhenti sebentar untuk mengingat pasword jika Lukas tidak merubahnya maka pintu akan terbuka jika ia memasukan pasword ini...


Ola lalu menekan beberapa angka disana dan ajaib, ternyata pintu itu terbuka...dengan langkah cepat Ola langsung masuk dan membeku melihat kamar yang sedikit berantakan...tak jauh dari sana di atas sofa, terlihat Lukas yang sedang berbaring dengan mata yang tertutup..hati Ola menjadi nyeri...ia segera mendekati Lukas dan menyentuh wajahnya...

__ADS_1


Panas.....? desahnya dengan wajah yang cemas...sementara Lukas sepertinya mulai hilang kesadaran karna panas yang terlalu tinggi..


Ola lalu mengambil air hangat dan mulai mengompresi kepala Lukas dan berusaha membangunkan pria itu...


''Lukas...Lukas...tolong buka matamu, ini aku Ola....tolong sadarlah..'' bisik Ola lembut..


Sementara Lukas membuka mata sesaat ia menyangka sedang berhalusinasi..melihat kehadiran Ola..ia tersenyum..


''Ola.......kau datang,.....''


''Kau sudah minum obat,....''


''Aku tidak butuh obat aku..baik-baik saja...'' Lukas mengerang dan meracau....


''Keras kepala.....''


Ola semakin panik, dengan kuat ia berusaha menarik tubuh Lukas untuk duduk dan memberikan obat penurun panas pada pria ini...Lukas akhirnya meminum obatnya...Ola lalu mulai mengganti pakaian Lukas dan menyelimutinya..sampai ke leher dan membiarkan pria itu tertidur...


Sementara itu Ola mulai membereskan kamar diruangan itu dan membuka jendela balkon agar ada pertukaran udara di ruangan ini.Ola masih menghafal setiap detail ruangan ini karna memang dia pernah tinggal bersama Lukas disini..


Gadis itu mulai mencuci pakaian Lukas, dan menghangatkan sup agar Lukas bisa makan ketika di bangun nanti, sementara itu ia masuk ke dalam kamar Lukas dengan berani dan saat itulah dia menyadari ada sebuah foto berukuran besar milikknya di tengah ranjang jadi Lukas akan melihatnya sambil tertidur...


Deg!!!!


Hari menjelang malam dan Lukas terbangun, ketika merasakan dingin dari arah balkon dan sadar jika balkon belum di tutup...tubuhnya terasa lebih ringan dan panasnya sudah hilang,..tak sengaja..Lukas melihat sosok Ola yang tertidur asal di sofa dengan termometer di tangannya..sementara itu matanya menangkap ruangan yang sudah bersih dan rapi Lukas menyadarkan tubuhnya ia menatap Ola sekali lagi...mengapa tindakan Ola membuat hatinya mengangat namun merasa bersalah...? Ola sangat baik, meski di bibirnya ia marah namun...ia masih perduli pada Lukas..


Pria itu lalu bangkit dan menutup jendela balkon dan mengangkat tubuh Ola dan membawanya ke kamar...membaringkan tubuh Ola di ranjang dan menyelimutinya....gadis itu sangat nyenyak dalam tidur...


Lukas lalu meninggalkan kamar dan melangkah menuju dapur mini miliknya dan mengambil sup yang telah di panaskan oleh Ola,..pria itu lalu duduk dan mulai makan dalam rasa haru yang menguar di dadanya sungguh...hatinya merasa hangat.


Apakah artinya Ola juga masih memiliki sedikit saja perasaan cintanya...? sungguh Lukas begitu bahagia...


********************


Tengah malam......


Ola terbangun karna rasa haus karna tertidur terlalu lama, gadis itu mengira ia sedang berada di kamarnya..ia pun bangun seperti biasa...kebiasaanya walau berjalan dengan mata yang tertutup tak akan menjadi masalah..ia hafal benar antara kamar dan juga dapurnya, jadi Ola biasa jalan dengan mata yang tertutup....


Ola melangkah dengan percaya diri namun ia begitu terkejut ketika tubuhnya menubruk pintu dan seketika tubuhnya jatuh ke lantai yang keras..


Brruuggghhh!!!

__ADS_1


Bunyi yang keras itu sangat kuat hingga mampu membuat mata Ola terbuka, bukan hanya dia sendiri namun Lukas yang masih tertidur seketika terbangun,...


Hening.......


Ketika Ola merasa bingung, ia berada di tempat yang asing dan bukan kamarnya, gadis itu memejamkan matanya sembari mengumpulkan ingatannya..


Dan....ia pun terkejut ketika sadar, bahwa ia sedang berada di apartemen Lukas,


dan suara Lukas tepat di belakangnya memanggilnya dengan sangat lembut...


''Ola......''


Deg!!!!


Ola memejamkan matanya berusaha menahan rasa malunya ketika ia mendengar langkah Lukas mendekat..bagaimana bisa ia tertidur bodoh..padahal rencananya adalah ia hanya beristirahat lalu pergi dari sana...


''Ola....''


Kali ini pria itu menarik lengannya agar berdiri bertatapan dengannya, Ola hampir pingsan ketika melihat tatapan Lukas yang terlalu tajam..ia harus bersikap bagaimana..??


''Ehm.....apa kau sudah sembuh,...''


''Terimakasih kau....menolongku Ola..''


Ola mengangguk dengan gugup...ia menatap Lukas lagi dan merasa lega, pria ini sudah sembuh...


''Kau sudah makan....''


Lukas mengangguk..


''Sup iga yang selalu membuatku rindu...'' tatap Lukas dengan sungguh-sungguh...''


Ola mengangguk...


''Baiklah aku harus pulang....''


Ketika gadis itu hendak melangkah Lukas menarik tubuhnya hingga Ola jatuh ke dalam pelukan posesif Lukas...


''Ola.......aku mencintaimu...tinggalah malam ini....''pinta Lukas sedikit menekan...


Ola merasakan kegugupan yang begitu terasa..ia benar-benar gelisah...

__ADS_1


Lukas mendekatkan bibirnya..dan Ola menjadi panik....


__ADS_2