
Tubuh Alana sedikit menghindar dari pelukan Delvaro yang posesif, mereka bertatapan tajam...
''Apa maksudmu...''
Delvaro mendekatkan wajahnya...
''Tak ada yang bisa menebak masa depan..mungkin saja..kau akan menjadi istriku..''
''Dalam mimpimu aku tidak.......''
''Ssst.....sesi foto akan segera di mulai...''Delvaro mengedipkan matanya...
Alana semakin meradang namun hanya mampu menelan semua rasa kesal yang menumpuk di dadanya..
Para penata gaya mulai mengarahkan mereka untu berpose dengan mesra layaknya pengantin yang sedang di mabuk cinta...
Mulai dari tatapan mata, senyuman penuh cinta juga sentuhan yang akan membuat siapapun yang melihat gambar mereka nanti akan percaya bahwa mereka adalah pasangan yang sedang di mabuk cinta..
Sesi foto itu penuh adegan romantis yang di lakukan Alana dan Delvaro hingga mereka yang ada disana sampai terpukau dengan pasangan itu...bahkan beberapa dari mereka hanya tersenyum penuh rasa iri..tentu saja..tuan Delvaro yang dingin, dan sosok Alana yang ceria dan manis membuat mereka tampak begitu saling melengkapi satu sama lain..
Tak cukup satu baju...
Alana mengganti baju sampai lima kali dan berpose di tempat berbeda di sekitar bukit yang indah itu dan itu sangat melelahkan bagi tubuhnya sementara Delvaro sama sekali tidak kelelahan sedikitpun...dia benar-benar seperti robot....
''Tuan dan Nona silahkan lebih dekat lagi...saling menatap dengan rasa cinta...''teriak sang fotografer mengangkat tangannya memberi aba-aba agar Alana dan Delvaro tetap menahan tatapannya selama beberapa detik,...
Dan keduanya saling bertatapan..mau tak mau meski tak ingin....mata Delvaro terlalu tajam dan misterius hingga Alana sedikit mengernyit...
''Nona Alana tolonglah lebih fokus...ini foto terakhir kita...'' ucap sang fotografer meminta pengertian..
Delvaro menatap mata Alana...
''Apakah kau takut akan jatuh cinta padaku jika kita bertatapan sedikit lebih lama...''
Deg!!!!
Alan tersinggung, jelas.....ia tak bisa menerima perkataan Delvaro yang begitu percaya diri...mana mungkin dia akan jatuh cinta...? gadis itu menghela nafas dan memejamkan matanya sebentar....
Hanya sebentar Alana,....bukankah ini foto terakhir..? Liam akan membawamu pulang dan semua akan selesai....
Sementara Delvaro mengerutkan kening ketika ia menatap mata Alana yang tertutup,...gadis ini sangat cantik....dan biar bagaimanapun Alana sosok gadis yang penuh kharisma...dan Delvaro terpesona..
Alana merasa dirinya sudah siap lalu membuka mata dan membeku melihat bolamata hitam itu memenjara mata coklatnya...
Deg!!!
Alana pun tersenyum...ia seorang model dan ia akan membuktikan bahwa dia profesional..Alana meraih tangan Delvaro untuk memeluk punggungnya sementara gadis itu merapatkan tubuhnya mendekat di dada bidang Delvaro hingga pria itu membeku..
Alana menatap mata Delvaro dan membalas tatapan Delvaro yang tajam dan menaklukannya...hingga sang fotografer dan semua yang ada di tempat itu hanya bisa terpukau dengan apa yang mereka liat, sungguh mereka benar-benar seperti pasangan kekasih yang saling mencintai..
Foto demi foto selesai di lakukan dan semua puas dengan hasilnya begitu juga dengan Alana dan Delvaro..
''Jadi....aku akan memberikan bonus karna hasil kerja kalian semua bagus..''ucap Delvaro sembari menatap Alana yang sedang melepas asesorisnya dan terlibat pembicaraan dengan para asisten..
__ADS_1
Semuanya lalu bersorak senang..kapan lagi mendapatkan kebaikan hati tuan Delvaro..
Delvaro melirik sebuah foto terakhir mereka dan ia pun tersenyum...
semua foto itu akan menjadi miliknya sendiri...pria itu tersenyum...sembari menatap Alana yang telah selesai melepaskan semua perhiasan di tubuhnya...ia mendekati Delvaro..
''Kita pulang sekarang...''
''Yah...tentu saja...''
''Lalu...kapan kita akan melakukan pemotretan lagi...''
Delvaro tersenyum...
''Tiga hari lagi Alana...dan aku harap kau menyiapkan dirimu..''
Alana mengangguk...
''Aku bisa melakukannya...''
''Bagus....'' balas Delvaro singkat..
Merekapun akhirnya mulai menuruni bukit yang sedikit menurun,...Alana tampak kesulitan karna itu ia berpegangan pada salah satu asisten perempuan...namun gadis itu tampaknya sedikit sulit harus menahan tubuh Alana..sementara dia sendiri harus memegang beberapa alat makeup yang berat..
Delvaro lalu mendekati Alana dan meraih lengannya...hingga Alan menoleh...
''Delvaro....''
''Kau membuatnya kesulitan Alana...''
Gadis itu segera menghempaskan pegangan Delvaro namun ironisnya tubuhnya malah menjadi gouah dan jatuh membentur karang...
''Aaarrrgghhh.........''
Gadis itu menjerit keras dan membuat semua yang berjalan disisihnya menjadi panik..Alana yang manja langsung mengerang, sementara Delvaro melangkah ke arahnya dengan cepat dan menariknya berdiri...
Ada luka di lututnya...dan membuatnya meringis...tanpa bicara Delvaro meminta gadis itu kembali naik ke punggungnya dan mereka pun turun dari sana....
Sepanjang perjalanan, hanya terdengar isakan Alana yang begitu menyayat hati hingga Delvaro hanya mengeraskan wajahnya..
Sampai di mobil pria itu lalu merobek jeans Alana dibagian lutut dan membuat gadis itu mengerang, Delvaro lalu membersihkan luka Alana dan menutupnya dengan cepat...
Hening ketika Alana dan Delvaro saling menatap..
''Apa kau sudah baik-baik saja...''
Alana berdehem...lalu menganggukan kepala....
''Yah....ini lebih baik Delvaro...terimakasih...''
Delvaro hanya mengangguk lalu menuntun kaki Alana masuk ke mobil lalu pria itu melangkah masuk ke mobil..
Dan mereka pun meninggalkan kawasan perbukitan dengan cepat..gadis itu tersenyum ketika Delvaro mulai menghidupkan mesin mobil..
__ADS_1
''Ternyata kau bisa baik juga...''ucap Alana hati-hati..
Delvaro pun mengangguk,.....
''Entah mengapa setiap sikapku melunak firasatku menjadi lebih tidak enak....ini persis seperti kejadian 6 tahun lalu.....''
Delvaro menatap jalan di depannya dengan pandangan dingin....hatinya mulai melunak pada Alana...dan kejadian ini persis seperti Letisia..ketika dia membuka hati Letisia menghianatinya..
''Kejadian seperti apa...'' tanya Alana penasaran..
Delvaro menggeleng....
''Masa lalu yang pahit...''
Alana pun hanya bisa mengangguk, namun tetap saja ia penasaran....namun tak berani bertanya...
++++++++++
Mereka akhirnya sampai di apartemennya dan Delvaro membawa Alana di belakang punggungnya dan membawanya masuk...
Sesampainya di pintu tubuh Alana di turunkan...mereka saling menatap..
Alana tersenyum....
''Terimakasih Delvaro...''
Pria itu tersenyum untuk pertama kalinya..senyum yang tulus...
''Istirahatlah.........''
''Baik........''
Delvaro lalu meninggalkan apartemen Alana dengan cepat sementara senyum di wajah Alana menguap...
Disaat yang sama pintu kamar Liam terbuka..mereka saling menatap..Liam mendekati Alana...
''Kau terluka Alana....'' Liam terlihat khawatir...
Alana tersenyum...
''Rasanya tidak seberapa dari pada mendapat kepercayaan Delvaro..bagaimana Liam...''
''Kita akan pergi beberapa menit lagi..kita akan memakai pesawat pribadi...Alana....kita akan pulang...'' Liam tersenyum..
Dan Alana hampir saja menangis....membiarkan Liam memeluknya gadis itu begitu bahagia...ia bisa kembali kepada keluarganya..
''Alana...aku harus memberi tahumu sesuatu...''ucap Liam...
''Yah.....''
''Rafael dan Delvaro adalah saudara kandung...''
Deg!!!!
__ADS_1
''Apa.........'' Alana tak mampu menyembunyikan wajah kecewanya...
Jemarinya terkepal dengan erat....