
Meski tubuhnya remuk redam setelah Darren memasukinya dengan kasar semalam namun pagi ini, Alea tetap melakukan kewajibannya untuk menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga karna ayah Darius dan Erland hanya mau sarapan buatan tangannya dan tak ingin dari para pelayan. sejak pagi dia bangun Alea tak melihat sosok Darren di kamar dia pergi entah kemana dan mungkin mereka akan kembali pisah kamar. entahlah namun Alea memilih pasrah atas nasib rumah tangganya bersama Darren, ia memilih fokus kepada kuliahnya dan tidak terlalu memikirkan Darren meski biar bagaimanapun akan ada air mata di setiap harinya, Alea akan bertahan samapi memang takdrio memintanya pergi dari sisih Darren, yah...mungkin setelah pria itu bosan kepadanya saat itulah ia akan pergi...
Alea terlalu fokus dengan pengaturan di meja makan sehingga tidak memperhatikan jika Erland menatapnya sejak tadi. melihatnya dari jarakl dekat guratan sedih itu terlihat jelas di wajah Alea dan itu menyakitinya.
''Ehm...sarapannya enak sekali...'' bisik Erland berdiri di ruangan dan mengejutkan Alea, ia pun menoleh dan tersenyum,...
''Erland, kau menganggetkan aku..'' bisik Alea seraya tersenyum sambil meletakan sarapan Erland di depan tempat duduknya,,...
''Mana Ayah....'' tanya Alea menoleh ketika Erland sedang duduk..
''Ayah akan turun sebentar lagi Alea...'' senyum Erland.
Alea lalu mengangguk, lalu menyiapkan semua sarapan masing-masing termasuk Darren, dan mereka pun duduk san menunggu, biasanya mereka akan memuli sarapan ketika anggota keluarga sudah ada.
''Alea....apa kau baik-baik saja..'' tanya Erland memasang wajah serius.
''Aku baik Erland, oya...aku ada kuliah sore ini..apakah kau juga akan ke kampus...''
Erland menggeleng....
''Aku tetap akan mengantarmu Alea...kalau itu maksudmu...''
''Erland terimakasih kau.........''
Kata-kata Alea menggantung ketika Darren menyela kata-kata Erland...
''Kau tidak perlu mengantarnya mulai sekarang Erland..'' ucap Darren dengan nada paling dingin yang selama ini pernah di dengar Alea...
''Mengapa kakak....aku bisa dan bagiku bukan masalah....''
Darren menatap Erland dengan aura membunuh yang kentara,
''Mulai sekarang biarkan Alea mandiri, ia bisa memakai supir sementara ia harus bisa membawa mobil sendiri..aku tak ingin Alea terlalu manja....'' ucap Darren tegas...
Rasanya Alea ingin menangis saja saat ini....namun ia kembali menahan dirinya...
''Aaaah.....aku bisa memakai taxi kebetulan aku melihat disekitar sini taxi terlalu banyak yang lewat.,..aku...aku bisa menggunakanya....''ucap Alea menelan rasa sakitnya sekali lagi...
Erland menggeleng...
''Kau akan kuliah sore hari dan di luar itu tidak aman Alea...'' ucap Erland tak mau kalah..
__ADS_1
Darren menoleh......
''Jadi kau mulai membelanya,...jangan lupa njika dia adalah istriku dan tanggung jawabku...'' suara Darren meninggi di tengah ruangan....
''Karna itu bersikaplah untuk melindunginya kakak, jika kau tak bisa maka ada banyak yang bisa menjaganya lebih darimu...'' sambung Erland berdiri...
Habis sudah kesabaran Darren, pria itu bangkit dan meraih Erland berdiri dan hendak memukul...
Namun...........
''Apa yang terjadi disni...''
Darius memasuki ruangan dan sekaligus menghentikan niat Darren memukul Erland, sedangkan Alea sungguh tak menyangka jika Darren bersikap sangat kejam.
''Dia ikut campur dalam rumah tanggaku ayah dan aku tidak menyukainya....''
''Kau sangat egois Darren, lihat saja kau akan menangis darah suatu saat nanti, namun...semuanya sudah terlambat..'' desis Erland lalu melangkah meninggalkan ruang makan dengan kebekuan yang tersisa...
Darren lalu membalikan tubuhnya dan bertemu dengan mata Alea,
''Kau.....awas kau Alea...'' desis Darren penuh ancaman lalu meninggalkan ruangan...
Alea sungguh tak mampu lagi menahan tubuhnya, ia jatuh tersungkur di lantai dan menangis tanpa suara...hal itu membuat Darius sungguh merasa gusar,
''Alea....''
''Aa...aku...ini...ini salahku ayah..ini adalah kesalahanku..'' suara Alea bergetar...
Darius merasa hatinya bergetar lalu meraih tubuh Alea dan memeluknya dengan erat membiarkan Alea menangis di pelukannya, Darius merasakan rasa hangat seperti ia sedang memeluk anak perempuannya yang sedang terluka, Darius sangat sedih, semua karna ulah Tiara..
Darius mengenang semalam ia dan Tiara tidak melakukan apapun karna Darius harus melakukan sesuatu di perusahaan dan Darren menunggunya. jadi aktifitas mereka tertunda namun kali ini Darius sudah memiliki rencana untuk hidup Tiara..
Yah...Darius akan mengurung Tiara di dalam ruangan bawah tanahnya sampai gadis itu berhenti membuat kekacauan, sementara Yuna sudah ia lepaskan karna Darius hanya butuh Tiara saat ini..
Darius menenangkan tangisan Alea...
''Semua akan baik-baik saja sayang, Darren akan sadar jika kau adalah yang terbaik, bertahanlah Alea..kau tau jika ayah akan selalu mendukungmu....''
Alea menganggukan kepala....ketika pelukan mereka terlepas,...
''Terimakasih ayah, pelukan ayah membuat aku lebih tenang..''
__ADS_1
Darius tersenyum lega......
''Tersenyumlah Alea..kau adalah matahari di rumah kami...''ucap Darius dengan senyuman tulus...
Dan mendapat senyuman di wajah Alea....
*******************************************
Sore ini....
Alea naik taxi setelah menunggu beberapa menit,....lalu setelah beberapa lama ia sampai di kampus, dan berlaru ke gerbang dengan setengah berlari sambil memeluk buku-bukunya,ia hampir terlambat...
Sementara Alea tak sadar jika sedari tadi...seseorang mengikutinya dari belakang dari mobilnya,..yah rasa khawatirnya terlihat jelas di matanya dan ia tak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu pada Alea...setelah meyakinkan pandangannya jika Alea sudah masuk, pria itu lalu menepikan mobilnya lalu menunggu di tempat yang teduh, sembari memejamkan matanya disana...
****************************************
Tiara melompat ketika mendengar gerakan pintu terbuka di hadapannya, sial..si tua bangka ini mengurungnya di kamar sejak semalam, bahkan semua ponselnya di sita oleh Darius..
Ceklek....
Pintu terbuka dan Darius melangkah masuk, tersenyum dengan sangat dingin pada sosok Tiara, lalu masuk dan kembali mengunci pintu...
Darius melangkah mendekati Tiara dan meraih tubuhnya berdiri..
''Apakah kau sudah siap untuk pertempuran kita sayang..''
''Lepaskan aku Darius, kau..bagaimana dengan managerku, keluargaku mereka pasti akan mencariku...''jerit Tiara memohon..
Darius tersenyum acuh,
''Mereka tidak akan mencarimu dalam waktu dekat sayang, aku telah mengirim pesan bahwa kau akan ada pekerjaan selama sebulan...''
''Sebulan...'' jerit Tiara menolak, ada apa dengan pria ini, sebulan bukan waktu yang sebentar...
''Darius..kau sudah gila akan mengurungku disini....aku tidak mau...''
''Diam...kau harus mau Tiara...''
Darius segera menarik tubuh Tiara menuju ruang bawah tanah yang telah dia siapkan, disinilah Tiara akan selalu bisa di milikinya akan selalu bisa menjadi pelampiasan hasratnya, dan Darius sudah tidak sabar lagi...
Pintu terbuka dan Darius langsung meraih tubuh Tiara ke pelukannya, dengan sekali hentakan jubah Tiara terbuka di hadapannya...
__ADS_1
''Tiara.....''