
Kiano turun dari mobil dengan pandangan yang redup..bagaimana mungkin dia kehilangan Nasya begitu saja..gadis itu datang tiba-tiba di dala hidupnya lalu pergi tanpa pamit,..meninggalkan setumpuk luka di hati Kiano..ia tak tau mau mencari Nasya kemana lagi...semua kota sudah ia susuri dan tak ada jejak gadis yang membuatnya jatuh cinta itu....
''Bagaimana Kiano...sudah ada kabar dari Nasya...''
Kiano menggeleng menatap sang ibu yang begitu terpukul..sang ibu bahkan kembali hanya untuk ikut mencari Nasya....
Kenan mendekati mereka dan menepuk pundak Kiano memberi kekuatan...
''Ayah yakin jika dia jodohmu kalian akan bertemu lagi....''
''Apakah itu mungkin ayah...dunia ini begitu luas untuk bisa menyembunyikan Nasyaku...aku putus asa ayah...ini salahku karna membawa Alda kembali..seharusnya aku mengambil sikap di awal...''
''Semua sudah terjadi nak...kau tak akan menyelesaikan masalah dengan penyesalan...''
''Aku harus apa Ibu...''
Genka menatap sang putra....
''Besok adalah hari pernikahan adikmu, setelah selesai dari sana kita akan mencari Nasya....ibu akan meminta bantuan dari semua sepupumu termasuk Liam..kau tau dia akan segera menikah setelah Kanaya dan Alan...''
Kiano terkejut...
''Liam akan menikah...''
''Yah...jodohnya ternyata adalah anak dari paman Devan...teman baik paman Luke dulu...begitulah takdir mempersatukan mereka....''ucap Genka...
Kiano mengusap wajahnya....
''Baiklah...aku sendiri yang akan menjadi klan terakhir yang akan menikah..mungkin tidak.....''
''Jangan bilang begitu..ibu yakin kau akan menemukan Nasya,...sekarang bersiaplah kita akan segera berangkat hari ini juga...''ucap Genka..
''Baiklah ibu.......'' jawab Kiano dengan pasrah..
Sementara Kenan menepuk pundak putranya....
''Jangan patah hati begitu..tegarlah,....''
Kiano hanya tersenyum pasrah...lalu menganggukan kepalanya..lalu melangkah menuju ke kamar...Kanaya akan membunuhnya jika ia terlambat tiba..sedangkan keluarga sudah berkumpul....
**************
Alana tersenyum melihat Nasya sedang mencoba gaun untuk di pakai besok...
''Bagaimana bibi...apakah ini tidak terlalu terbuka,...''
''Kau sangat cantik, kau masih muda..kau harus berani menjadi diri sendiri..kau sangat cantik....oya...Liam ada di bawah dia bersama calon istrinya Elif...dia ingin bicara kepadamu...''
Nasya membeku....Liam,...syukurlah ia sudah tidak merasakan perasaan apapun kepada Liam jadi ia bisa menghadapi Liam dengan wajah yang terangkat...
''Aku akan menemui kak Liam...'' balas Nasya dengan senyuman manisnya..
__ADS_1
Alana meninggalkan kamar..dan Nasya kembali memandang cincin pemberian Kiano kepadanya.....matanya menjadi panas...mengapa dia sedih sekali...? mungkin saja Kiano sudah kembali bersama Alda dan mereka hidup bahagia..seharusnya dia juga bahagia bukan....??
Nasuya kemudian menuruni tangga....dan menemui Liam dan juga Elif di teras samping kediaman keluarga Darren Hugo yang tampak ramai...karna besok adalah hari pernikahan...
Senyum Nasya terukir di wajahnya ketika ia melihat Liam bangkit berdiri...
''Nasya.........'' desahnya lalu memeluk tubuh Nasya dengan erat,....lalu melepasnya..
''Apakah ini adalah kakak iparku....'' ucap Nasya menggoda Elif yang hanya tertunduk malu.....
''Kau adik iparku yang paling cantik....'' balas Elif memuji..
Mereka pun duduk....Liam berdehem....
''Nasya....dimana selama ini kau tinggal...aku mencarimu sampai lelah namun...kau seperti hilang di telan bumi...''
Nasya tersenyum..pengalaman hidupnya selama pelarian benar-benar menjadi pelajaran berharga baginya...bagaimana bisa ia bertahan dan juga menjadi dewasa karna keadaan..sungguh Nasya mengambil banyak pelajaran berharga...
''Kak Liam....aku baik-baik saja dengan orang baik yang menolongku...sampai aku kembali kerumah ini....aku bahagia dengan pengalamanku...''
Liam membenarkan, ia melihat sisi Nasya yang lebih dewasa dan tenang....dan bersuykur kalau gadis ini baik-baik saja...
''Lalu apa rencanamu...'' tanya Elif basa-basi sekaligus ingin mengakrabkan diri...
''Aku ingin kuliah di kota ini.....Mommy Alea aku akan tinggal disini bersama Mommy...'' ucap Nasya dengan wajah bahagianya..
''Kau tak ingin kembali ke negaramu.....''
''Aku mencintai kota ini...'' ucap Nasya sambil menyentuh cincin pemberian Kiano...ia sungguh bahagia jika tau ia menghirup udara yang sama dengan orang yang dia cintai meski..mereka tak akan pernah mungkin bersama......
''Aku juga anak tunggal......''balas Nasya denfgan ramah...
Liam terkekeh melihat ke akraban keduanya..mereka langsung dekat itu bagus..usia mereka juga tidak jauh...
''Jadi setelah ini kakak akan menikah..'' tanya Nasya menggoda Liam dan juga Elif....
''Ibu LIsa benar-benar mengancam kami..'' ucap Liam melirik Elif yang hanya tersenyum pasrah..
Elif lega karna ia sudah jujur tentang siapa ayahnya kepada ayah Luke..dan mereka menerimanya dengan senang hati dan melupakan dendam itu....
''Itu bagus...aku tak sabar menggendong keponakanku.....''ucap Nasya dengan raut wajah bahagia...
Pembicaraan mereka menjadi lebih santai dan akrab....bahkan Nasya mengajak Elif untuk mencoba gaun untuk di pakai besok...
''Ayo kak Elif...aku akan menunjukan gaun kakak....''ucap Nasya menarik Elif..
Liam pun melambaikan tangannya ketika ia mendapatkan telp dari Kiano yang baru saja sampai...
''Kiano...apakah dia datang dengan Alda gadis pemarah itu...'' ucap Liam menggelengkan kepalanya....
Liam segera bangkit dan melangkah keluar ruangan disana sudah ada Alan yang sedang berbincang dengan Delvaro dan juga Kiano yang baru saja tiba....
__ADS_1
''Kiano Renov...'' teriak Liam lalu saling memberikan pelukan...
Delvaro, dan Alan hanya tersenyum lepas...
''Akhirnya Liam akan menikah lebih dahulu..bagaimana denganmu Kiano....mana kekasihmu..'' tanya Delvaro dengan penasaran..
Kiano lalu duduk di kursi taman dengan wajah redup...
''Jika maksud kakak adalah Alda maka aku telah memutuskannya...''ucap Kiano kesal..
Alan berdehem...
''Aku pikir setelah kami menikah kau da Alda akan menyusul...''
''Aku kehilangan gadis yang aku cintai...aku mencarinya ke segala penjuru namun dia menghilang seperti di telan bumi...aku patah hati Alan...'' ucap Kiano terlihat sedih....
Mereka lalu terdiam bagaimanapun sedikit iba karna kesedihan Kiano...mereka adalah saudara yang saling menyayangi...
''Jika dia jodohmu maka kalian akan bertemu...percaya padaku..'' ucap Delvaro memberi nasihat..
''Aku percaya padamu kakak,....aku sudah melihat bagaimana Alana kami jatuh padamu...''
Tawa mereka pecah saat itu juga...
Delvaro lalu mengangkat ponselnya ketika sang istri menelfon...
''Baiklah sayang kemarilah..bawa Nasya bersamamu...yah aku mencintaimu...'' Delvaro menutup telp...
''Ada apa kak......'' tanya Alan..
''Para wanita akan turun sebentar lagi dan meminta kita melihat gaun mereka...apakah cocok atau tidak..jika tidak maka para desainer itu tidak akan tidur malam ini...''
Alan memejamkan matanya pasrah...jika Alana sudah datang maka inilah yang akan terjadi..
Semua bersemangat menyambut pasangan masing-masing sementara Kiano hanya bisa tertunduk lesu pasrah pada nasibnya...
Tak berapa lama kemudian Alana bersama Kanaya, Nasya dan juga Elif menghampiri mereka...
''Taaarrraaaa......'' teriak Alana mengejutkan para pria..
Kiano pun hanya mampu tersenyum..ia mengangkat wajahya...
Namun...matanya melebar tak percaya melihat sosok Nasya berdiri di samping Alana dan saat ini juga menatapnya...jantungnya berdebar cepat...gadis yang di cintainya selama ini dia cari ternyata ada di dalam barisan keluarganya...
Bagaimana bisa...?? Kiano tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya...
''Nasya........'' teriak Kiano dengan tatapan tak percaya.....
Nasya pun tak kalah terkejutnya dengan Kiano...bagaimana mungkin Kiano ada di tempat ini.......?
''Kiano.......'' suara Nasya tertelan di tenggrokannya..
__ADS_1
matanya berkaca-kaca seketika...
Deg!!!!!!