
Pagi hari Alana sudah lebih dahulu bangun sembari memesan makanan untuk mereka berdua karna ia memang sangat lapar karna kelelahan akibat percintaan yang begitu panas semalam..
Alana merenung sendiri di balkon sementara Delvaro masih tertidur, pikirannya tertuju pada Rafael...mengapa Rafael memfitnah Delvaro, selama ini Alana pikir kesalah pahaman mereka hanya biasa saja namun Rafael tanpa ragu mengahsutnya agar ia dan Delvaro bertengkar, mengapa....? mengapa Delvaro tidak menyerah saja..mengapa malah menebar hal yang tak baik...bagaimana kalau Delvaro tau segalanya...mereka pasti akan saling membunuh, Alana menggeleng..mereka harus cepat pindah dari sana agar tidak ada lagi kesempatan bagi Rafael untuk menghasutnya..
Sungguh Alana tak ingin ada konflik dan seperti biasa ia ingin semua baik-baik saja...rumah tangganya aman lalu Rafael bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik darinya ia ingin Rafael juga bisa bahagia sama seperti dirinya...biar bagaimana pun mereka pernah bersama 4 tahun....Alana memejamkan matanya....ia begitu gelisah..
Cup!!!
Alana terkejut ketika menyadari kalau pundaknya di kecup tiba-tiba, Alana menoleh dan menemukan Delvaro baru saja membersihkan dirinya, hanya menggunakan celana pendek tanpa baju...
''Istriku bangun pagi sekali..''
''Aku hanya terbiasa sayang...'' balas Alana dengan suara lembut menyambut lengan Delvaro untuk duduk di sofa..
''Kopi untukmu...''sambung Alana dengan senyuman...
''Aku merindukan kopi buatanmu sayang...''
Delvaro mulai menyeruput dan duduk dengan senyuman puas..
''Terimakasih kejutannya semalam sayang aku bahagia..juga dekorasi yang kau siapkan di kamar ini sangat indah..''ucap Alana dengan senyuman bahagia..
''Aku merindukanmu selama disana dan tak berhenti memikirkanmu..aku pikir jika aku kembali kerumah maka semua akan berjalan dengan kaku...kita tak bisa bercinta dengan lepas seperti semalam....aku menikmati setiap saat..''
Delvaro menggenggam jemari Alana dan mendapatkan senyuman tulus dari istrinya...
''Aku pikir juga begitu, aku juga bahagia semalam...oya sayang....aku ingin bicara...'' Alana membuka pembicaraan..
''Katakan sayang...''
Alana menghela nafas...
''Aku pikir selama ini cukup bagi kita tinggal dirumah Mommy dan Daddy aku ingin kita tinggal dirumah kita sendiri sayang...''
Delvaro tersenyum...
''Alana apakah kau serius...''
''Aku tak prnah main-main kali ini...aku ingin tinggal dirumah kita sendiri....aku...''
''Aku juga memikirkannya Alana...kita akan pindah hari ini juga...''
Alana melebarkan matanya...
''Tapi...yah..maksudku kita bisa menunggu...''
''Tidak...aku ingin tinggal dirumahku sendiri dan merasa bebas....'dan saat ini adalah waktu yang pas...''ucap Delvaro dengan sungguh-sungguh..
Alana hanya mengangguk lega, ia pikir ini lebih baik agar semua bisa menjadi lebih teratur..dia bisa hidup tenang tanpa mendengar hasutan Rafael atau mungkin tekanannya nanti...sungguh Alana tak ingin berasa dekat dengan Rafael..
''Apakah semua baik-baik saja ketika aku tak ada...''
Hening....
''Yah...semua baik-baik saja sayang...''
''Bagaimana dengan Delvaro...apakah dia...''
__ADS_1
''Dia baik padaku....dia sangat baik...dan sopan..'' sambung Alana tegas,..ia tak ingin mengadu dan membuat kedua kakak beradik itu bertengkar....dan memlilih merahasiakan segalanya, mereka juga akan pindah rumah...
Alana menghelan nafas...
''Bagaimana kalau kita makan sekarang Delvaro aku sudah lapar..''
Delvafro tersenyum...
****************
Rafael baru saja membuka pintu namun ia begitu terkejut ketika mendapatkan sebuah pukulan keras dari Delvaro..pria itu begitu marah..
Bugghhh!!!!
Tubuh Rafael terlempar dari kursi roda hingga ia mengerang..sementara Delvaro berdiri dengan murka kepadanya..
''Derlvaro....apa yang kau lakukan..'' teriak Rafael mengepalkan tangannya..
Delvaro menutup pintu kamar, sialan Rafael ia sudah mengetahui segalanya walau Alana berusaha menyembunyikan segalanya...bukankah dia sudah memberi peringatan pada Rafael agar berhenti mengganggunya dan Alana..? namun adiknya benar-benar tak bisa di percaya..
Delvaro dan Alana baru saja pulang kerumah dan bertemu dengan kedua orangtuanya yang akan kerumah Kakek Arkkana untuk membahas pernikahan Nasya dan Liam, Alana pun lalu di ajak pergi bersama sang Mommy, rumah yang sepi adalah kesempatan bagi Delvaro untuk membuat perhitungan bagi Rafael...
''Jangan berakting kalau kau lumpuh Rafael, bukankah itu melelahkan bagimu...''
Rafael membeku, ia tentu tak menyangka kalau Delvaro tau keadaan yang sebenarnya...baiklah, tak ada gunanya ia bersandiwara lagi...
Rafael bangkit dan tersenyum dingin....
''Baiklah...katakan apa yang membuatmu seperti ini kakakku..''
''Bagaimana kalau aku menikahkan kau dan Letisia saja..kalian tampak cocok..''
''Apa maksudmu..'' Rafael mencoba berkilah...
Delvaro mendekat dan menatap tajam.....
''Aku bahkan telah memegang semua rekaman kehajahatanmu dengan rencana licikmu, bagaimana kalau aku menujukannya pada orangtua kita....''
Rafael mengepalkan tangannya ia mendekat....
''Kau pikir dirimu hebat Delvaro...kau tau betapa aku menjaga semua ini agar cinta dari mereka tak hilang dariku...''
Delvaro terdiam....
''Apa maksudmu Rafael..''
''Kau tak pernah tau menjadi sepertiku betapa di dalam hati Daddy dan Mommy mereka selalu mengharapkanmu..mereka selalu memperhatikanmu dan bangga padamu...tapi bagaimana denganku...mereka bahkan tidak melihatku Rafael..mereka bahkan tidak memperhitungkan aku sama sekali....''
''Apa maksudmu Rafael..jika kau...''
''Aku harus pura-pura lemah agar mendapat perhatian mereka..selama ini Mommy dan Daddy selalu memperhatikanmu dari jauh...''
''Apa kau sedang bercanda...Rafael...apa kau sedang membuatku bingung..''
Rafael menggeleng...
''Aku sengaja menghancurkan hubunganmu dengan Letisia agar kau dan dia bisa berpisah dan kau bisa di benci...oleh orangtua kita tapi aku tidak berhasil..mereka bahkan begitu mengharapkanmu dan aku tidak terima...''
__ADS_1
''Rafael...''
''Aku sudah kalah Delvaro....lakukan apapun yang kau mau..kau bisa membunuhku jika kau ingin aku pasrah..''
Delvaro membeku mendengar pengakuan Rafael yang sanggup mengungkir balikan dunianya..bagaimana bisa Rafael mengatakan ini semua..??
''Mengapa kau mengatakan semuanya Rafael..mengapa kau mengatakannya..''
''Karna aku lelah menjadi boneka pengganti....aku iri padamu yang selalu menjadi kesayangan mereka..aku iri padamu karna kau selalu menjadi yang di harapkan tapi aku dimataku adalah pria yang lemah.''ucap Rafael dengan tatapan dingin..
''Bukankah selama ini kau yang ada disisih mereka...''
''Hanya sebagai tameng untuk mengelabui perasaan mereka yang sebenarnya Delvoro..Mommy dan Daddy sama sekali tidak membencimu...mereka mencintaimu dan aku hanyalah seorang adik yang iri padamu,...''
Deg!!!
Delvaro terdiam....
''Jangan kasihan padaku aku benci..''ucap Rafael dengan mata yang memerah tajam...
Delvaro mendekati Rafael dan....menatapnya tajam...
''Aku dan Alana akan pergi dari rumah ini...dan dengan semua pengakuanmu ini aku ingin kau tau bahwa aku akan memaafkan semuanya, tapi jangan pernah melakukannya lagi Rafael..temukan cinta sejati..dan...jagalah kedua orangtua kita...sebenci apapun aku padamu kau adalah..adik kandungku sendiri..aku lelah berkonflik denganmu Rafael..''
Deg!!!
Rafael sungguh tak menyangka mendengar kata-kata Delvaro kepadanya..
''Apa kau...serius Delvaro...''
''Yah....''
Keduanya saling melemparkan senyuman....
*****************
Dayse menggeleng kesal melihat putri bungsunya yang terlihat selalu berpakaian tomboy...bukan berarti mereka keluarga mafia jadi anaknya juga seperti tomboy..
Will dan Dayse hanya punya dua anak, anak pertama laki-laki bernama Daniel, ia adalah seorang mafia pengganti dari ayahnya Will ia sering menghabiskan waktu di kapal dan hanya sesekali pulang sementara dirumah besar itu Dayse bersama anak gadisnya yang selalu bertingkah aneh, memakai pakaian laki-laki padahal dia sangat cantik..
''Vanesa..please...jangan perlakukan Mommy dan Daddy okey....kita akan kerumah kakek Arkana dan apa yang kau pakain itu...''jerit Dayse memijit pelipisnya kesal..
Vanesa mengeluh..
''Lebih baik aku ikut kakak saja...Mommy selalu mengaturku tentang pakaian aku kesal sekali padamu Momm...''
Dayse mendekat dan memberi peringatan keras..
''Cepat ganti bajumu....Miaaa.....cepat ganti baju Vanessa dan berhenti membuatku marah..''
Mia adalah asisten yang di tempatkan bersama Vanessa sekaligus membantunya mengembalikan dirinya pada pakaian yang sebenarnya..
Vanessa mengerang kesal..Mommy selalu mengatur...
**************************
Visual Vanessa di group yah...
__ADS_1
'