
Entah bagaimana....
Kedua matanya kembali terjebak dalam tatapan yang tidak di mengerti...wajah mereka begitu dekat saat ini.....
Dan Luke tak pernah merasakan ini sebelumnya...mengapa terasa berbeda....??mengapa perasaan ini sangat menyiksa dirinya,....?
Bukankah hatinya telah merelakan Lisa..mengapa sekarang malah merasa tak rela....??
Luke menjauhkan tangan Lisa dan membuat gadis itu terkejut dan menyadari kelancangannya..apalagi dada Luke terlihat memerah....
Luke berdehem dengan gugup.....
''Aku tidak apa-apa Lisa....aku akan ke kamarku untuk mengganti baju....kau bawa saja kopi ini....dan tolong jangan menggunakan garam lagi jika kau memang masih dendam kepadaku...''
''Hah......''
Lisa hanya membeku menatap kepergian Luke gadis itu menoleh dan menatap pada cangkir kopi yang ia buat....dan ia pun tergerak untuk mencicipi kopi buatannya...
Namun baru saja kopi itu mendarat di bibirnya...Lisa langsung memuntahkan semuanya dan merasa ngeri sendiri..betapa asinnya kopi buatannya...dan betapa panasnya, lidahnya sampai kebas karna tak kuat menahan panas...
''Astaga...apa yang aku lakukan.....aku membuat tuan Luke sengsara...''
Lisa baru saja ingin membereskan semuanya dan membeku melihat ponsel milik Luke yang tertinggal, pria itu terlalu buru-buru jadi melupakan ponselnya...??
__ADS_1
Lisa memungutnya....lalu menyimpannya di dalam saku...gadis itu lalu kembali ke dapur dan membereskan kekacauan yang ia buat, setelah itu ia pun mandi dan keluar dari sana...Lisa sedikit ragu mengantar sendiri ponsel milik Luke namun mau bagaimana lagi...mungkin saja ponsel ini memang sangat penting untuk dirinya...??
Sementara tuan Devan tidak berada di rumah jadi Lisa bisa mengembalikan ini dengan cepat lalu keluar dari sana..yah..
Lisa melangkah naik menuju tangga ke arah lantai dua ke pintu kamar Luke dan mengetuk...
namun tak ada jawaban hingga gadis itu memberanikan diri masuk, hanya berniat meletakan ponsel dengan cepat...perkiraan waktu hanya beberapa detik lalu ia keluar...
Pintu terbuka dan Lisa menatap sekeliling kamar yang sedikit redup lalu mengarahkan langkahnya pada meja di dekat televisi, namun baru saja sampai lampu seketika menyala dan menampakan Luke yang hanya menggunakan handuk di pinggangnya....sementara dada Luke memerah akibat tumpahan kopi panas..
Deg!!!!
Jantung Lisa berdebar bingung ia tak tau harus melakukan apa..dan hanya berdiri di tempatnya...sementara Luke membeku melihat tampilan Lisa yang segar dan....manis membuat hasratnya bangkit tak terkendali..rasanya sudah lama dia tidak melakukannya,....
Namun...ia sadar jika Lisa bukanlah sebuah pilihan...
Lisa melonggarkan tenggorokannya, ia jadi gugup sendiri...
''Aaaku...aaku mau minta maaf dan...''
Lisa memperlihatkan ponsel milik Luke yang tertinggal di taman....karna terlalu gugup Lisa menjatuhkannya ke lantai...
Dan Lisa kembali menunduk untuk mengambil ponsel itu namun ketiak ia berdiri...Lisa sudah sangat terkejut karna tubuh Luke yang kekar itu suda sangat dekat dengannya..
__ADS_1
Mata keduanya bertemu dengan panas...rasa gugup perlahan tapi pasti mulai menguar....
Luke mendekatkan wajahnya....dan menatap mata Lisa yang berbinar rapuh...
''Mengapa kau lancang mendekatiku padahal aku sudah memperingatkanmu Lisa...''
Kali ini Lisa menoleh....
''Aa..apa...''
Namun tatapan Lisa jatuh pada dada Luke yang terlihat akan melepuh...dan bergerak menyentuhnya....
Lisa menjauhkan tubuh Luke dan mengambil obat untuk di oleskan pada dada bidang Luke yang merah...
''Aku akan mengobatimu Luke...''
Luke mengepalkan tangannya ketika ia sudah tidak bisa menahan perasaannya dan juga......hasratnya....
Di raihnya Lisa ke dalam pelukannya hingga gadis itu terkejut....
''Kau...benar-benar keras kepala....''
Bibir Luke mendekat dan langsung mendarat mulus di bibir Lisa yang dingin.......
__ADS_1
Deg!!!!!!
Mata Lisa melebar terkejut......