Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kita Berbeda


__ADS_3

Nasya begitu gugup dan segera menarik dirinya..sedangkan Kiano hanya mampu terdiam ia juga terkejut karna ciuman tiba-tiba yang terjadi di antara mereka...


Hening....


Nasya membungkukan tubuhnya,


''Maafkan aku...tuan Kiano,...aku benar-benar minta maaf aku tidak sengaja...''


Kiano hanya terdiam..


''Bukan masalah..ciuman ini tak ada artinya bagiku Nasya jadi kau bisa tenang sekarang..lanjutkan pekerjaanmu dan....bersihkan dirimu...bajumu penuh dengan tanah..'' ucap Kiano lalu melangkah pergi..meninggalkan Nasya yang hanya mampu terdiam di tempatnya..


Hoh...astaga mengapa rasanya seperti ini....?? Nasya memegang dadanya yang berdebar,...tidak ia tak boleh merasakan ini semua..Nasya segera melangkah menuju rumah besar dan membersihkan dirinya..


Dan....Nasya akhirnya menempati sebuah kamar tamu yang berada di lantai dua lantai yang sama dengan kamar milik Kiano dan juga Kanay, dan sekali lagi Nasya menolak ketika ibu Genka memintanya menempati kamar milik putrinya Kanaya, ia tak ingin merebut posisi siapapun, dan untunglah ibu Genka mengerti keinginannya..


Setelah membersihkan diri..Nasya turun menuju taman ia suka berada disana...dan khusus malam ini ibu Genka memintanya menyiapkan beberapa bunga segar untuk besok karna kekasih tuan Kiano akan datang dari luar negri...


Dengan hati-hati Nasya mulai memetik bunga segar untuk di pakai besok, sementara itu sebuah mobil memasuki halaman rumah, dan seorang pria turun dari mobil...pria itu melihat keberadaan Nasya dan menghampirinya di taman...


''Ehm......''


Nasya menoleh dan membeku ketika melihat seorang pria tampan sedang menatapnya dengan dalam...gadis itu segera menegakan tubuhnya..dan menunduk sopan..


''Selamat malam...''


''Siapa kau...sepertinya aku baru melihatmu....apakah kau sepupu Kiano..''


''Sepupu...'' ulang Nasya merasa lucu..apakah pria ini tak bisa membedakan mana pelayan dan mana sepupu...?


''Maaf tapi tuan salah sangka aku adalah salah satu pekerja di rumah ini..namaku Nasya Flow...''


''Nasya Flow...''


''Yah....''


Pria itu mengangguk lalu mengulurkan tangannya...


''Namaku Brian....''


Pandangan Nasya turun lalu ia pun tersenyum sambil melepas sarung tangannya...hendak menggapai tangan sang pria namun...


Geraman halus Kiano membuatnya terkejut....tangan Brian masih tertahan di udara,....


''Bryan........apa yang membawamu kemari..''ucap Kiano sekaligus memutus kontak mata antara Nasya dan juga Bryan...


Nasya kembali memakai sarung tangannya dan melanjutkan pekerjaannya memetik bunga di taman itu...


''Kau datang tidak tepat waktu Kiano astaga.....''ucap Bryan dengan sedikit kecewa..ia ingin sekali bisa mengenal Nasya...


Kiano lalu duduk di bangku taman sementara matanya tak lepas dari sosok Nasya yang sedang serius dengan pekerjaannya..


''Jangan mengganggunya Bryan....''


''Aku tidak mengganggunya ya ampun....aku hanya menyukainya..dia cantik sekali, wajah dan tubuhnya terlihat mahal...dia tidak terlihat seperti pelayanmu yang lain...''

__ADS_1


''Sudahlah....aku sudah bilang bukan..jangan mengganggunya...''suara Kiano sedikit meninggi..


''Baiklah,....astaga kau bahkan sudah punya kekasih...besok Alda akan pulang..''


Kiano menganggukan kepalanya...


''Yah......''


''Pertunangan akan segera di lakukan kau....akan segera terikat...''


Kiano menghela nafas...entah mengapa pandangannya jatuh pada Nasya yang sedang mencium aroma bunga sembari tersenyum...dia sangat manis...hati Kiano berdebar-debar entah sejak kapan..mungkin sejak mereka tak sengaja berciuman tadi....??entahlah namun..sosok Nasya sudah mulai mengganggu pikirannya..


''Kiano...hey..mengapa kau malah melihat ke arah Nasya...'' ulang Bryan menggoda sahabatnya...


''Yah....aku sedang melihat bunga yang di petik Nasya,...bukankah Alda menyukai bunga....''


Kiano berhasil membungkus perasaannya dengan alasan yang masuk akal sehingga bisa mengubur kecurigaan Bryan..memang harus di akui di banding Alda..kecantikan Naysa jauh di atas rata-rata...hal itu membuat Kiano cukup terperngaruh...


''Yah...bunga yang cantik dari gadis yang cantik..aku rasa aku menyukai Nasya..''ucap Bryan dengan senyuman salah tingkah..


Sedangkan Kiano tidak mengatakan satu katapun....ia hanya dia sambil menatap Nasya yang semakin indah di matanya...mengapa ia melihat Nasya semakin cantik dan menarik...pria itu segera meraih ponselnya dan tak sengaja ponselnya memotret sosok Nasya yang sedang tersenyum...astaga dia sangat cantik...


''Baiklah Bryan bagaimana kalau kita minum-minum di luar...''


''Bagus...aku suka idenya...''


Keduanya lalu bangkit dan melangkah pergi meninggalkan Nasya seorang diri,....


Tengah malam....


Gadis itu segera bangkit dan mencuci wajahnya lalu melangkah menuju pintu...


Ceklek!!!!!


Pintu terbuka dan betapa terkejutnya Nasya ketika tubuhnya di dorong hingga membentur pintu di belakangnya...


Hening.....


Mata Nasya terbuka lebar ketika menyadari jika...Kiano yang sedang menatapnya tajam....pria ini mabuk dan kehilangan kendali pada dirinya...


''Tuan Kiano.....''


''Mengapa kau selalu datang di pikiranku....''


''Hah......''


''Mengapa.....? siapa kau...bahkan aku selalu membentengi diriku sendiri aku....sudah punya kekasih mengapa kau malah...tidak tau malu Nasya....''


Wajah Nasya memucat....ia sungguh tak mengerti mengapa tuan Kiano berbicara hal yang aneh kepadanya...


''Tuan mabuk....sebaiknya tuan kembali ke kamar...''


Nasya mendorong tubuh Kiano hingga keluar dari kamarnya dan melangkah menuju kamarnya sendiri...membuka pintu Nasya mencoba mendorong tubuh Kiano masuk namun yang terjadi adalah....Kiano malah menarik tubuhnya masuk ke dalam kamar..menutup pintu dan membenturkan tubuhnya di dinding kamarnya...


Nafas Nasya menjadi lebih cepat...ia tampak sangat ketakutan..

__ADS_1


''Tuan sadarlah....jangan begini....''


''Bagaimana cara aku menghabiskan waktu dengan kekasihku jika kau selalu ada di dalam ingatanku Nasya....''


Mata Nasya menjadi panas.....


''Apakah tuan pria seperti itu....? bukankah aku hanya seorang pelayan....apakah tuan biasa melakukannya dengan orang lain yang bukan kekasih...dan juga tanpa perasaan...aku, punya harga diri....kita bahkan tidak saling mengenal....''


Kiano mendekatkan wajahnya....


''Apakah kau tidak menyukaiku sedikitpun Nasya...''


''Tidak....aku cukup tau diri tuan,.....aku tak akan menempatkan diriku seperti cindirela....aku sangat tau dimana tempatku...jadi...tolonglah...jangan begini...''


Kiano mengangguk dan menjauhkan tubuhnya....


''Yah....aku mengerti sekarang....aku sangat mengerti....kita berbeda, aku punya kekasih yang lebih cantik di banding dirimu Nasya...ini hanyalah perasaan sesaatku aku yakin....''


Airmatanya menetes.....


''Yah.....kita berbeda...dan tak akan pernah bisa bersama...''


Nasya mendorong tubuh Kiano lalu melangkah keluar dari kamar dan berlari ke kamarnya..sementara Kiano membeku lalu memegang dadanya...mengapa hatinya bergetar....??


Mengapa....??


******************


Elif akhirnya keluar dari ruangan bersama dengan Talia di belakangnya...wajah Talia tampak syok dan lelah...setidaknya hal itulah yang menjadi penilaian para pegawai lainnya..di antara semuanya pegawai senior..Talia di kenal sebagai seseorang yang angkuh dan arogan...tak heran jika dia paling di segani...


Namun kali ini berbeda..tampaknya roda sedang berputar..dan masa berkuasanya Talia sudah lenyap..


''Lihatlah penjilat itu...aku senang melihat wajah tersiksanya..'' seru Lani dengan penuh senyuman puas..bagaimana tidak, dulu Talia pernah menyiksanya dengan membersihkan beberapa kamar sekaligus..


''Siapa wanita itu dia hebat sekali....'' ucap Mia memuji....


''Pegawai baru....dia adalah idolaku sekarang namanya adalah Elif...''


Lani dan Mia segera menghampiri Elif dan memeluknya dengan erat,..hingga Elif merasa bingung sendiri mereka tidak saling mengenal..


''Kau adalah pahlawan kami sekarang...'' jerit Lani bahagia...


''Aku akan mengabdikan diriku kepadamu nona Elif...''


Elif tertegun....namun ia tersenyum, menikmati puja puji teman barunya...


''Duduklah Elif....sarapan dan minum dulu....''ucap Lani dengan sangat sopan...


''Aku sangat lapar..'' balas Elif sembari makan dan minum...


Sementara itu...Reno melangkah mendekati ketiganya ia menatap Elif yang langsung menutup senyumnya...


''Elif....aku ingin bicara kepadamu sekarang...''ucap Reno dengan suara yang tegas..


Elif pun menganggukan kepalanya patuh....

__ADS_1


__ADS_2