Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Pulang


__ADS_3

Pagi ini Alea bangun dengan cepat..lebih cepat dari biasanya karna ia sangat malu, ketika bangun pagi ini mendapati senyum Darren yang aneh kepadanya...bahkan di bagian tubuhnya terdapat beberapa jejak bibirnya,...


Alea mulai menyiapkan sarapan dengan pikiran yang masih tertuju pada percintaan mereka tadi...betapa malu dirinya...


Yah...tapi setelah di pikir-pikir ini bukanlah kesalahannya kan...dia melakukannya karna dia di bawah pengaruh obat perangsang bukan..kalau tidak mana mungkin dia seberani itu...?


Alea mulai memotong wortel dengan tidak fokus, sementara pelayan menatapnya dengan pandangan bingung..


''Nyonya Alea...biarkan kami yang mengerjakan semuanya....nyonya tidak perlu...'


Alea menoleh...dan menyadari ia telah menghancurkan beberapa wortel dan membuat tak berbentuk..Alea menghela nafas..


''Menurutmu..wortel ini bisa di gunakan untuk apa...maksudku apakah bisa untuk sayur atau apapun itu...''


Pelayan pun bingung.....


''Mungkin bisa untuk omelete, karna ini terlalu hancur nyonya Alea...''


''Ehm...baiklah, buatkan omlete untukku...''


''Baiklah nyonya.....silahkan tunggu di ruang makan, aku akan mempersiapkan ini dengan cepat....''ucap pelayan menunduk hormat..


''Bagus,.....''


Alea lalu melangkah dari dapur untuk menuju ruang makan, namun langkahnya terhenti ketika melihat Darren masuk ke ruang makan,...Alea langsung menarik tubuhnya dan kembali ke dapur dan membuat pelayannya terkejut...


''Nyonya Alea....''


''Biarkan aku yang memasak..kalian saja yang melayani tuan Darren makan...''


''Hah...tapi nyonya.....''


''Lakukan saja perintahku....'' suara Alea meninggi dan membuat pelayannya menjadi takut..


''Baiklah nyonya Alea...'' Mereka pun pergi ke ruang makan untuk melaksanakan tugasnya...


*******


Darren menatap para pelayannya yang tampak takut kepadanya...pria itu mengerutkan dahinya...


dimana Alea..mengapa malah menyuruh pelayannya yang melayaninya makan...? biasanya Alea yang akan melayaninya....


''Stop...dimana nyonya kalian, mengapa kalian yang harus melayaniku makan...'' tatap Darren dengan suara yang meninggi di dalam ruangan...


Para pelayan saling menatap dengan ketakutan yang jelas di wajah mereka...


''Maafkan kami tuan...tapi nyonya sedang di dapur..dan menyuruh kami yang melayani tuan makan...''


Darren tertawa,.....


Alea sedang menghindarinya yah.....tanpa sadar dia pun tersenyum...lalu melonggarkan dasinya,


''Jadi bagaimana tuan....''


''Kalian pergilah dari rumah ini sebentar, kalian bisa belanja apapun hari ini...tak ada masak..kalian di liburkan...''ucap Darren dengan ramah....

__ADS_1


Pria itu lalu mengambil segenggam uang ratusan ribu dan menyerahkannya pada salah satu pelayan...mereka pun langsung tersenyum senang,,...


''Jadi kami bisa bersenang-senang hari ini...''


''Yah.....kembalilah sore hari...''


Para pelayan sangat bahagia mendapat kebahagiaan berbelanja sepuasnya dari tuan mereka....


''Terimakasih tuan Darren, anda baik sekali....'' ucap pelayan mereka dan kemudian mereka pun pergi....


Setelah pelayan itu pergi dengan diam-diam, maka Darren melepas dasinya..baiklah hari ini dia akan menghabiskan waktu bersama istrinya....


Darren bangkit berdiri lalu melangkah mendekati dapur dan menyandarkan tubuhnya disana..menatap tubuh Alea dari belakang menikmati pemandangan langka ketika Alea sedang memasak..


Darren berdiri masih berdiri disana dan menatap Alea sebelum ia mendekat....


Alea mulai membalikan omlete dan mengangkatnya di piring...baru saja ia ingin mengangkatnya...


Alea sedikit membeku menyadari Darren memeluk pinggangnya dan mengecup bahunya..


''Alea......''


''Hoh.....''


Alea menjadi gugup seketika ia berbalik dan membeku ketika Darren malah mendekat menjebak tubuhnya di antara meja, menciptakan kedekatan yang panas.....


''Alea......''


''Ehm.....kau sudah makan...mengapa malah ke dapur...''


Darren menaikan sudut bibirnya...dan mendekatkan wajahnya hingga wajah Alea memerah karna malu..


''Darren...''


''Mengapa kau..menghindariku...''


''Aku tidak........''


Darren kembali mengecup bibirnya..kali ini menarik tubuh Alea tenggelam dalam pelukan posesifnya...


''Katakan kalau kau sengaja menghindariku...''


''Darren....''rintih Alea mencoba melepaskan diri namun pelukan Darren semakin erat saja dan membuatnya tak bisa bergerak..


''Semalam kau sangat indah..kau memuaskan aku sayang..''


Alea memalingkan wajahnya, betapa malunya dia saat ini...


''Itu..karna...aku tidak sadar...''


''Aku menyukainya...'' bisik Darren lembut dan mulai mengecup leher jenjang Alea yang mulus dan membuat wanita itu mengerang...


''Darren....'' desah Alea mulai terangs*ng.....


Tubuh Alea tersudut di meja dan membuat Darren semakin menggila dengan menyentuhnya...

__ADS_1


Alea mengerang ketika, bibir Darren kembali ******* permukaan dadanya dan memberi hisapan kecil di gundukan kembarnya yang masih tertutup dres...


Panas...


Ketika jemari Darren mulai nakal dengan membuka kancing atasan Alea...dengan cepat....ketika ia ingin menciumnya...Alea mengerang..


''Darren cukup...bukankah semalam sudah...astaga kita di dapur sekarang..'' bisik Alea dengan nafas yang mulai terengah-engah,....


Namun Darren tak mendengarkannya..ia malah kembali melum** bibir Alea dan menyesapnya dengan kuat,.....ciuman panas yang menggetarkan membuat Alea mendesah....


''Darren...''


Alea pasrah ketika Darren kembali melepaskan pengait bra milik Alea dan kembali menikmati put*ng pa yu da ra Alea yang menegang..lidah menggilas dan menghis*p pa yu da ra Alea dengan penuh hasrat..bahkan pakaian mereka belum di lepas sepenuhnya..


Di tengah cumbuan panas di dapur itu tiba-tiba suara Alana melengking di ruang tamu..


''Mommy.....Mommy......Alana pulang....''


Hening....


Betapa terkejutnya Darren dan Alea, wajah mereka pucat pasi ketika gairah itu di putus tiba-tiba..''


Darren mengerang...


''Erland......dia benar-benar.....arrrggghhhtt..malangnya nasipku,.'' keluh Darren menjauh dari tubuh Alea sementara Alea memperbaiki penampilannya yang berantakan..ia terkekeh melihat bukti gairah Darren yang sudah mengeras,....


Alea mendekat, sementara jemarinya nakal menyentuh kej*ntanan Darren yang sudah mengeras dan mengusapnya...


''Masih ada waktu untuk mandi lagi sayang, aku harus menyambut anak-anak kita, aku selamat pagi ini....'' Alea sungguh senang...


Tak lupa Alea memberi lum*tn singkat namun panas di bibir Darren dan membuat pria itu menggertakan gigi...ia harus pasrah melihat Alea meninggalkan dapur dengan langkah yang santai...sementara ia sedang tersiksa....


***********


Tubuh Genka di seret keluar dari bagasi dan ia pun terbatuk-batuk karna sesak nafas,...menghirup udara di luar ruangan ternyata membuat Genka bersykur ia masih hidup....


Airmatanya menetes ketakutan, menyadari tubuhnya di pegang oleh dua pria berwajah batu yang sangat kuat...


''Lepaskan aku....siapa kalian........'' jerit Genka dengan suara gemetar,....


Dan suara langkah mendekat membuat Genka mengangkat wajahnya seketika dan menjadi gemetar..


''Kenan Renov...''


Kenan tertawa dingin.,...


''Kau benar-benar telah menyelidiki aku dengan baik Genka Rosalin...astaga.....aku pikir kau sangat lugu namun nyatanya...kau hanyalah adik tiri si bajingan Luke yang hanya menjual tubuhmu di Club malam...cih...kau sangat murahan..'' ucap Kenan mengepalkan tangannya..


Genka menundukan kepalanya menerima hinaan Kenan yang menyakitkan...dan meneteskan airmata...


Lalu Genka menaikan tatapannya dan menatap Kenan...


''Bunuh saja aku tuan Kenan...karna jika kau lengah maka aku yang akan membunuhmu...'' ucap Genka tajam...


Kenan tertawa dengan suara yang lantang, lalu mencengkram lengan Genka dengan kuat...

__ADS_1


''Baik kau menantangku...mari hadapi kematianmu Genka Rosalin.......'' geram Kenan tajam.....


Tubuh Genka harus pasrah di bawa masuk....


__ADS_2