Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Tak Terima


__ADS_3

Alana turun dari lift dan menuju tangga, ia ingin bicara pada Liam dan juga Nasya tentang masalah mereka berdua..dan ketika ia sampai di pintu..langkah Alana terhenti ketika melihat Liam sedang memeluk tubuh Naysa, karna itu langkah Alana terhenti...mungkin ia akan bicara nanti saja...ia tak ingin mengganggu keduanya..


Alana lalu memutuskan kembali ke kamarnya..besok pagi mereka akan bicara....


Alana melangkah kembali ke dalam ruang tamu dan mendekati lift...


''Alana....''


Itu adalah suara Liam...Alana menoleh...


''Aku ingin bicara....''


Alana mengangguk lalu keduanya duduk di teras samping rumah,...


''Dimana Naysa...''


''Menunggu di mobil......ia ingin menginap dirumah Granny Ana,..agar dia tenang...''


''Yah..baiklah...aku ikut saja...mungkin mereka perlu waktu untuk menenangkan diri,...Liam..aku ingin meminta sesuatu kepadamu,...''


''Katakan....''


''Nikahi Nasya dan buat dia bahagia..dia layak untuk mendapatkannya..''


''Alana...kau tau benar kalau aku....''


''Perasaanmu padaku adalah kesalahan Liam, aku sudah menikah dan aku mencintai suamiku....kau tak bisa merubah apapun...kita akan sama-sama tersakiti...''


Liam termenung...memikirkan kata-kata Alana dengan senyuman sedih...


''Kau tau kau adalah cinta pertamaku...''


''Aku bersyukur untuk itu Liam....dan aku bahagia, tapi...aku hanya menganggapmu seperti Kiano atau Alan....tidak lebih...''


Liam akhirnya mengangguk...


''Baiklah,....aku akan menyerah kalau kau bisa bahagia Alana, namun jika aku tau kau..tersiksa maka aku tak akan tinggal diam...''


Alana mengangguk...


''Kita masuk dalam keluarga yang sama...aku senang kita akan menjadi semakin deakt,...setidaknya aku tidak sendirian disini,....''


''Kau punya aku Alana....''ucap Liam dengan suara yang sedikit serak..


''Dan sebaliknya kau juga punya aku Liam...''


Keduanya saling melempar senyum...


''Oya...aku ingin memintamu untuk sementara ini kuci pintu kamarmu Alana...aku liat Liam belum menyerah...''


Deg!!!


Virginia menghela nafas...ia juga merasakaannya tatapan Rafael berbesa kepadanya...


''Aku akan meminta salah satu pelayan perempuan tidur di kamar denganku Liam...''


''Bagus....''


Liam berdiri lalu menatap Alana dengan pandangan yang dalam...


''Aku harus pergi Alana....''

__ADS_1


''Bibi...mulai sekarang latihlah dirimu untuk memanggil bibi padaku...''


Liam menganggukan kepalanya...


''Baiklah...bibi Alana, aku harus pergi...'' Liam tersenyum tulus lalu pergi dari sana meninggalkan Alana yang akhirnya bisa bernafas lega..ia sudah memberikan pengertian kepada Liam dan saat ini ia tinggal mengawasi Rafael benarkan Rafael masih belum menyerah kepadanya....??


Hati Alana menjadi cemas..


**********


Pagi harinya Alana sudah bangun pagi-pagi sekali lalu turun ke ruang makan untuk sarapan namun Mommy Aleysa rupanya sedang pergi ke rumah Kakek Arkana...


Alana lalu memulai sarapannya lalu bergerak keluar menuju taman....


Langkahnya terhenti ketika melihat Rafael sedang berlatih melangkah..hatinya sedikit sedih, biar bagaimanapun ia adalah penyebab Rafael cacat begini...Alana mendekat


''Yah.....terus tuan Rafael...anda pasti bisa...''ucap sang dokter tampak senang...


Alana ikut tersenyum ketika satu demi satu langkah sudah bisa di lewati oleh Rafael...ia pun tanpa sadar ikut menyemangati Rafael..dan ketika ia melangkah mendekati Rafael, tubuh pria itu goyah dan membuat Alana sontak menahan tubuh Rafael namun tentu saja tak bisa...tubuh Rafael jatuh dalam pelukannya namun terbawa hingga keduanya jatuh berguling-guling di rerumputan..


Deg!!!!!


Alana membeku ketika tubuh Rafael berada di atas tubuhnya....


Hening..ketika keduanya saling menatap...


''Alana....''


Desah Rafael dengan kerutan di dahinya.....


**********************


''Kanaya jangan pergi....''


Kanaya melirik sinis....


''Kau bukan siapa-siapaku Alan...menyingkirlah David sudah menunggu...''


Sesaat kemudian Alea ikut keluar dari kamar dan menatap Alan dengan rasa kesal...


''Ayo Kanaya....kita pergi sekarang....''


Alea menarik lengan Kanaya menuju lift sementara pelayannya mengikuti mereka sambil membawa koper,....


Alan mengerang...


''Mommy...Mom...tunggu....''


Ting!!!!


Pintu lift tertutup dan membuat Alan begitu putus asa...lalu melangkah menuju tangga dan turun dari sana..


Bagaimana Mommy bisa melepas Kanaya sendirian di Apartemen...bagaimana kalau ada orang jahat yang mengincarnya,...??


Alan menuruni tangga dengan cepat, meski ia sedikit kelelahan karna ia jarang menggunakan tangga dan sering menggunakan Lift, namun demi mencegah Kanaya pergi ia bahkan rela melakukan hal yang di luar akal..


Akhirnya setelah bersusah payah akhirnya Alan sampai di lantai bawah..dan disaat yang sama, pintu lift terbuka dan Alan tersungkur di lantai karna kelelahan..


Kanaya yang melihat Alan terjatuh ingin mendekatinya namun...Alea dengan cepat menarik tangannya...hingga memberi isyarat agar dia tidak terlena...


''Istirahat di kamar kalau kau lelah Alan..''ucap Alea dingin..

__ADS_1


''Mommy...apakah aku benar-benar putramu...'' teriak Alan protes..biasanya seorang ibu akan membela anaknya namun Mommy berbeda...


Alea hanya menatap dengan sinis...


''Putraku tidak mengecut sepertimu..kau membuat mommy kesal...ayo Kanaya bukankah David sudah menunggumu...minta dia menjagamu di apartement..''


''Baik Mommy aku akan menelfonnya...''


Alea menuntun Kanaya keluar dari ruang tamu meninggalkan Alan yang menatap gusar...membayangkan David dan Kanaya,,....


Tidak...persetan dengan harga diri dan ego, bagaimana bisa ia membiarkan mereka sekamar,...?? bagaimana kalau ternyata Kanaya sedang hamil....


''Oww...Shitt......"


Alan mencoba bangkit menguatkan dirinya, ketika ia mendengar mesin mobil mulai menyala...pria itu berlari dengan cepat karna ketakutan akan kehilangan Kanaya...


Sampai akhirnya ia melihat semua koper Kanaya sudah di masukan ke dalam bagasi mobil dan Kanaya hampir saja masuk...


''Mommy tidak.......'' teriak Alan dengan suara yang lantang...


Alea dan Kanaya menoleh...


''Ada apa lagi denganmu Alan, kau seperti anak kecil saja selalu berteriak...''


''Jangan pergi...aku mohon....'' ucap Alan mendekati keduanya dengan tekat yang kuat..


Alea menghela nafas..sementara Kanaya sedikit berharap..yah...ia sudah mencintai Alan dan berharap mungkin Alan akan mencegahnya...


''Mengapa kau ingin mencegah Kanaya pergi...''


''Aku khawatir padanya Mom...''


''Ada David yang menjaga..sudahlah minggir sana....kau membuang waktu Mommy dan Kanaya...''


Alea membuka pintu mobil dan Alan kali ini menarik tangan Kanaya sedikit menjauh dari mobil...


''Alan.....'' jerit Alea murka...


''Mommy.....biarkan Alea tinggal disini...''


''Apa alasannya..dia tidak akan menjadi menantu Mommy dan ini semua gara-gara kau Alan...'' seru Alea dengan gemas..


Alan merasa mungkin ini saatnya ia bisa gila jika di pisahkan dari Kanaya..entah apakah ini cinta atau tidak yang pasti ia takut kehilangan Kanaya dan tidak sanggup jauh dari gadisnya...


pria itu menatap Kanaya dan menggenggam jemarinya...


Sementara Alea tersenyum dengan mata berbinar,...


''Ada apa Alan....jangan mulai...''


''Aku mencintaimu Kanaya...''


Deg!!!


Mata Kanaya berkaca-kaca...


''Apa....''


''Yah...aku jatuh cinta padamu...jadi jangan pergi...dan menikahlah denganku Kanaya...''


Alea ikut tersenyum lega...

__ADS_1


__ADS_2