
Sampai di luar restoran Elif meronta mencoba melepaskan diri dari rengkuhan Liam keduanya saling menatap tajam...
''Lepaskan aku....''
''Kau benar-benar gadis liar Elif...yah...gadis liar,...beraninya kau mengatakan hal itu kepadaku...'' jerit Elif tidak terima, sekuat tenaga dia melepaskan diri dan akhrinya berhasil..
Sementara Liam hanya menatapnya dengan dingin...
''Aku kasihan kepadamu...''
Elif memalingkan wajahnya yang penuh airmata ia menguatkan diri tak ingin menangis di hadapan musuhnya bukan...?? itu adalah sebuah aib yang akan membuatnya kehilangan muka...tapi sekali lagi dirinya seorang wanita yang tak bisa menahan kesedihannya walau ia menguatan dirinya..
''Terserah kepadamu...''
Elif ingin melangkah melewati Liam namun pria itu menarik lengannya hingga keduanya bertatapan...
''Bukankah ini waktu yang pas Elif...aku bisa memanfaatkan pria itu untuk menghukummu..''
Elif tertawa dingin...
''Kau mau melaporkan aku ke polisi...kau mau membuatku di penjara...''
''Yah,....mengapa aku harus ragu....aku bahkan bisa....''
''Kau tak perlu repot karna aku sama sekali tidak takut sedikitpunn bahkan jika kau bertanya apakah aku menyesal melakukan itu jawabanku adalah tidak...aku bahkan akan melakukannya lagi dan lagi aku bahkan akan memberi bajingan itu pelajaran berharga agar dia tidak berani lagi melecehkan aku...''
Elif menghempaskan pegangan Liam dan melangkah menjauhi pria itu...sementara Liam hanya menatapnya tajam...
gadis itu benar-benar keras kepala dan menyebalkan...
***********
''Dia menembakku di lengan...aku tak akan pernah mengampuninya...'' ucap Jo dengan erangan yang menyakitkan....
Sedangkan Liam hanya tersenyum dingin....
''Jika kau berani membuat laporan polisi maka semua perusahaanmu akan aku hancurkan...kau tau siapa aku bukan....'' ancam Liam dengan senyuman kejam.
Jo mengerutkan kening...bukankah Liam dan juga Elif saling bermusuhan...? mengapa justru Liam membela Elif..ada apa...
''Mengapa kau mengancamku tuan...''
''Krna aku tidak suka berbasa-basi...jika kau berani memenjarakan Elif maka kau akan lenyap....''ucap Liam penuh peringatan..
Deg!!!
Jo membeku mendengar ucapan Liam yang begitu tajam...sementara ia langsung meninggalkan Jo yang menghela nafas...ia tak punya pilihan selain melepaskan Elif...walau lengannya akan cacat..
__ADS_1
Liam melangkah menuju mobil di ikuti seorang pengawalnya...
''Bagaimana Nasya sekarang..apakah tak ada kabar...''
''Kami masih terus mencari namun sampai saat ini memang kami masih belum menemukannya tuan,..namun kami menemukan ponsel yang di buang di pinggir jalan dan mobil milik nona Nasya yang ternyata sudah di jual....''
''Dijual...'' ulang Liam terkejut.
''Yah tuan..mungkin nona Nasya melakukannya untuk bertahan hidup...''
Liam mengepalkan tangannya....
''Ambil kembali mobil itu dan simpan saja...ketika dia kembali nanti dia bisa mengambil mobilnya kembali...dan aku ingin pencarian terus di lakukan,....''
''Baik tuan....''
Liam segera masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan restoran, sambil berkendara pria itu melihat ke sisi kiri dan kanan jalan dan ia kembali menemukan Elif sedang berjalan sepanjang trotoar dengan pandangan yang sendu...apakah gadis ini akan membuat masalah lagi sekarang...??
Liam segera menepikan mobilnya....
***********
''Astaga kau akan membuat aku bangkrut Nasya,...'' jerit seorang manager restoran kepada Nasya...
Baru hari ke 3 namun gadis ini sudah memecahkan beberapa piring mahal dan beberapa gelas yang langka...jika tuan Kiano tau maka habislah mereka semua, ia akan di pecat sebagai manager restoran ini..
Nasya bisa saja kembali ke keluarganya namun dia tak ingin menjadi beban, dia tak ingin menjadi sasaran kemarahan Granny Aleysa yang akan menjatuhkan vonis pembangkang padanya tidak..seberat apapun Nasya akan mencoba bertahan..
''Maafkan aku...aku tak akan mengulanginya lagi Manager...aku mohon maaf...'' airmatanya menetes...
''Minta maaf..kau pikir ini akan selesai dengan minta maaf...kau di pecat...sekarang kau keluar dari sini cepat..' bentak wanita dewasa berwajah culas itu dengan kasar
Wanita itu bahkan tidak segan mendorong tubuh Nasya hingga tubuh gadis itu terjatuh ke lantai..sementara beberapa teman kerjanya hanya menatap dengan ketakutan, sudah menjadi hal yang normal baginya melihat pemandangan kekerasan yang di lakukan oleh nona Elsa.
Nasya mengangkat wajahnya dengan ekspresi pucat...bagaimana mungkin ia di pecat...? tidak...kemana lagi Nasya akan mencari pekerjaan....? gadis itu segera bangkit dan memohon lagi meski tubuhnya sakit akibat dorongan kuat dari Manager..
''Aku mohon...jangan pecat aku Manager aku mohon...''
Elsa sang manager tak tahan lagi sejak kedatangan Nasya, para pengunjung memusatkan perhatian kepadanya beberapa di antara mereka hanya mau di layani oleh Nasya padahal sebelumnya mereka selalu mengidolakan dirinya dan bukan Nasya...sebenarnya dirinya sengaja membuat Nasya berkerja dengan keras agar bisa mencari alasan untuk memecatnya...rasa cemburu membakar Elsa dengan cepat...
Dengan bantuan seorang pekerjanya, Elsa menyeret tubuh Nasya keluar dari restoran dan mendorongnya...wanita itu bersedekap...
''Pergilah dan jangan kembali lagi...atau aku akan melaporkanmu pada polisi,,''
''Aku mohon Manager...''
Nasya mendekat namun dengan penuh kemarahan, wanita itu menampar wajah Nasya dengan begitu kuat...
__ADS_1
Plackk!!!!
Nasya terhempas hingga kembali terjatuh, namun di saat yang sama sebuah mobil mewah memasuki halaman restoran, dan seorang pria keluar dari sana..wajah sang Manager dan kaki tangannya menjadi pucat..
Sementara Nasya meringis kesakitan...
''Ada apa ini...'' teriak Kiano Renov dengan murka...
Elsa menjadi gugup dan mulai menjadi penjilat,ia mendekati Kiano dan membungkuk di hadapannya..
''Tuan Kiano....tidak ada yang terjadi...gadis ini telah melakukan kesalahan fatal dan aku menghukumnya...''
Nasya berdiri dan mendekat..mengabaikan tatapan Kiano yang dalam padanya...
''AKu sudah meminta maaf, aku juga sudah bilang potong saja gajiku tapi jangan pecat aku karna aku butuh hidup....aku sangat butuh pekerjaan ini...tapi kau sangat kejam....kau memperlakukanku seperti aku tak ada harganya.....isak Nasya dengan tangisan yang pecah...
Kiano menghela nafas..kini tatapannya menajam kepada Elsa...
''Itu karna kau terlalu bodoh Nasya....kau selalu melakukan kesalahan berulang kali...restoran ini bisa bangkrut karnamu..''
''Aku tak pernah bekerja seperti ini....aku memang belum terbiasa tapi aku akan mencoba...aku akan berusaha yang terbaik....aku butuh...''
''Hentikan sekarang juga....''
Kiano menatap Nasya dengan tajam....
''Jadi kau sangat membutuhkan pekerjaan namun pekerjaan ini tidak cocok denganmu....apakah itu maksudmu...''
Mata Kiano tidak lepas dari jemari Nasya yang melepuh dan lecet...pria itu terdiam dan menilai..
''Aku akan berusaha, aku tidak mengeluh tuan....aku hanya belum terbiasa karna itu...aku sedikit kaku...tapi aku...''
Kiano tersenyum...
''Baiklah....itu artinya tempatmu bukan disini...''
''Hah...''
Elsa dan yang lain hanya mengerutkan keningnya...
''Apa maksud tuan...''
''Masuk ke mobilku Nasya aku punya pekerjaan yang cocok untukmu...''ucap Kiano dengan senyuman tampannya..
Deg!!!!!!
Nasya membeku......
__ADS_1