
Mobil milik Alan meluncur dengan cepat menuju pantai Mutiara yang di katakan oleh sang Mommy, jantungnya berdegup kencang dan membuat Alan tak sabar..ia tak bisa menerima begitu saja keputusan Kanaya..bukan karna dia cemburu...yang benar saja..dia bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik, sexy dari Kanaya namun...bukankah ia harus meyakinkan sekali lagi pendengarannya..bahwa mereka sudah putus..bagaimana kalau Kanaya hamil anaknya..ia adalah pria pertama Kanaya dan bukankah dia harus mengingatkan Kanaya tentang itu semua..dan apakah pamannya David akan menerima Kanaya jika tau gadis itu sudah tidak suci lagi..
''Sialan...mengapa macet di hari jumat....'' teriak Alan membunyikan klakson pada mobil di depannya yang melaju sangat lambat..
Alan sungguh tak sabar ingin sampai di pantai...apakah mereka sudah memulai sesi fotonya...apakah Kanaya membiarkan David memeluknya..
''Sial sekali....mengapa aku malah memikirkanmu Kanaya..tidak,.....aku tidak mungkin jatuh cinta padamu tidak.....'' teriak Alan kesal dan memukul stir mobil dengan kuat..ia hanya ingin menegaskan hubungan mereka itu saja.....
Alan memijit pelipisnya sambil menginjak pedal gas untuk membuat mobilnya melaju kencang agar cepat sampai di pantai Mutiara yang ia tuju..
Sementara...
Kanaya menatap pantai di hadapannya yang begitu luas...dan berwarna biru, di sampingnya David yang sedang menatap ke arahnya...
''Apa kau yakin dia akan datang....''
Kanaya tersenyum..sebenarnya ia tak yakin...Kanaya pun menoleh pada David...
''Paman maafkan aku...seharusnya aku tidak melibatkanmu...padahal paman dan bibi Milea sudah berhubungan....''
''Kau adalah keponakanku sama seperti Alan...aku yakin benar kalau dia juga mencintaimu hanya saja dia tidak sadar.....''
''Aku sudah bilang pada Mommy...jika ini tak berhasil maka aku akan keluar negri untuk sekolah...''
''Mommy setuju...''
''Yah.....Mommy setuju dengan pilihanku dan menyerahkan semua padaku Paman...''
''Yah,...Mommy adalah sosok yang bijak dan lembut...tapi aku yakin Alan datang kemari Kanaya...''
''Entahlah...mungkin dia datang dan kami akan bertengkar seperti biasa...''
''Jangan berpikir seperti itu Kanaya...''
''Bagaimana kalau kita bertaruh...'' ucap David melirik Kanaya...''
''Bertaruh,....''
''Yah...jika Alan cemburu maka kita akan makan malam berempat bagaimana...''
''Jika kami bertengkar maka...aku akan memberi hadiah untuk paman dan bibi....''
''Aku tak sabar lagi....'' ucap David...
Kanaya hanya mengulum senyum...
''Apa kau mencintainya Kanaya.....''
__ADS_1
Kanaya menoleh dan tersenyum.......
''Entahlah...tapi aku merasa kesal dan rindu disaat yang sama..apakah itu bisa di sebut cinta....''
''Kau merindukannya saat ini Kanaya...''
Gadis itu tertegun...ia tak tau apa yang sedang terjadi kepadanya namun....ia ingin memberi Alan pelajaran....yah..ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri..apakah Alan benar-benar bisa tanpanya...
Mobil milik Alan mendekat dan hal itu membuat Kanaya dan David saling menatap...sementara beberapa pria yang menjadi anak buah David memulai drama mereka...
David menegakan tubuhnya dan mengulurkan tangan pada Kanaya yang tersenyum,...mereka berdua melangkah menuju tepi pantai dan kemudian David mendekatkann tangannya hendak menyentuh Kanaya..
Sementara...
Alan keluar dari mobil dengan langkah cepat, meski David adalah pamannya namun ia tak bisa mengabaikan kalau hatinya terasa panas saat ini...
''Hentikan.....'' teriak Alan dengan tiba-tiba..
Kanaya dan David menoleh dan begitu terkejut melihat kedatangan Alan yang tiba-tiba..
Alan bersedekap.....
''Apa yang kalian lakukan...''teriaknya dengan penuh kemarahan...
Deg!!!
Makan malam keluarga Damian Rule malam ini berbeda...semua anggota keluarga berkumpul di meja makan....
Delvaro duduk berdampingan dengan Alana, sementara di seberang meja terlihat Rafael yang sedang menatap kedua pasangan itu dengan tajam...
Damian dan Aleysa duduk bersama dan sedari tadi melihat betapa mesranya Delvaro dan Alana, bahkan putranya sudah mulai tersenyum...
Alana mengambil makanan untuk Delvaro dan melayani makannya dengan penuh senyum,...Aleysa melihat semua itu dan menjadi lega sekaligus merasa bersalah...ia tak bisa memberikan kasih sayang pada Delvaro seperti yang telah di lakukan oleh Alana sekarang...melihat Delvaro yang tersenyum tulus membuat hati Aleysa menjadi hangat...
''Kau tau makanan kesukaanku Alana...''
''Tentu saja aku istrimu...'' bisik Alana mengulum senyum,...
Delvaro mengusap kepala Alana dengan lembut,
''Baiklah...bagaimana kalau setelah ini kita berbelanja...'' ucap Delvaro yang membuat Alana mengangguk bahagia..
''Aku tak menolak...''
Rafael yang dari tadi melihat itu semua merasa tak tahan lagi..ia sungguh tak bisa membayangkan jika Delvaro bahagia di atas rasa sakitnya.. sementara Alana juga menatap Delvaro dengan penuh cinta...
''Delvaro bagaimana perusahaanmu..''
__ADS_1
Delvaro berdehem, senyumnya menguap seketika mendengar petanyaan Daddynya...
''Semua baik-baik saja Daddy..sebentar lagi kita akan membuka anak perusahaan di luar kota...aku dan kak Aura akan kesana..''
Damian menganggukan kepalanya...
''Baiklah...kapan kau akan berangkat...''
''Minggu depan Daddy...''
''Berapa lama....''
''Hanya 3 hari...'' jawab Delvaro singkat,....
Sementara Rafael tersenyum misterius,...
''Kau tidak membawa Alana..ajak dia biar kalian bisa berbulan madu sekalian...'' ucap Aleysa memotong pembicaraan...
Mendengar hal itu Delvaro langsung menggeleng dan kenyataan itu membuat Alana tak rela, yang dikatakan Mommy benar..dia ingin ikut disana...mengapa Delvaro malah melarangnya ikut...??
''Hanya 3 hari dan selama disana aku dan kak Aura akan terjun di lapangan...Alana akan kelelahan..aku tak ingin dia lelah...kami akan merencanakan punya anak Mom..'' ucap Delvaro tajam...
Aleysa terkejut namun langsung tersenyum haru....
''Baiklah...Mommy dan Rafael akan menjaga Alana sampai kau pulang sayang...'' bisik Aleysa dengan senyum tulus...
Sementara wajah Alana menjadi murung, mengapa dia tidak ikut saja...padahal dia bisa bersama kak Aura..lagi pula disana dia tak akan merepotkan siapapun...
Delvaro menatap tajam pada Rafael yang menikmati makanannya dalam diam..
''Alana akan menginap dirumah Granny Ana selama aku tak ada...aku tak akan mengulangi kesalahan yang sama bukan...'' Delvaro tersenyum dingin..
Disaat itulah Rafael mengangkat wajahnya ia mengerang kesal, jika Alana berada dirumah Granny maka Rafael tak akan bisa mendekatinya...lalu bagaimana bisa ia melancarkan aksinya...
''Itu lebih baik Kakak....''ucap Rafael lalu tersenyum ia menatap Alana yang akhinya juga tersenyum kepadanya...
Tatapan mata Alana, senyuman manisnya seolah menarik Rafael dengan kuat pada masa lalu mereka, tentu saja...Alana yang manis, Alana yang manja dan sangat bergantung padanya,..namun ironisnya Alana direbut dengan kejam oleh Delvaro...
Bukankah seharusnya Alana menjadi miliknya, bukan milik Delvaro...Rafael mengambil garpi dan pisau lalu menus*k potongan daging di piring dengan sedikit penekanan matanya bersinar tajam....
Ia akan segera membuat kejutan kecil dan tak sabar melihat pertengkaran di antara mereka...yah...Rafael tidak sabar lagi..
Rafael tersenyum sementara Alana mengerutkan kening....
Rafael sedang merencanakan sesuatu...???
__ADS_1