Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Akan Menjelaskan


__ADS_3

Hening ketika pria itu masih memegang tangan Alea dan menatap matanya dengan tajam..


''Aku adalah Aiden, kakakmu...'' ucap pria misterius,


Tanpa di duga, Aiden meraih tubuh Alea ke dalam pelukannya hingga tubuh keduanya berpelukan erat...Alea mengerutkan keningnya masih terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya dan juga perlakuan pria yang mengaku sebagai kakaknya yang memeluknya dengan erat.


''Kak Aiden...''ulang Alea dengan kata-kata yang menggantung..


''Benar aku...adalah kakakmu Alea, aku selamat dari kecelakaan itu dengan jatuh ke jurang dan beruntung seseorang menemukan aku dan menyelamatkanku..


Aiden tersenyum rasanya ia tak ingin melepaskan Alea saat ini. pria itu terpaksa melepaskan pelukannya karna Alea yang menginginkannya,


Alea menatap wajah pria itu sekali lagi untukl menemukan kemiripan di anatara mereka namun...apakah karna mereka sudah terpisah terlalu lama jadi Alea sudah tidak mengenalnya lagi...?


Yah..kecelakaan itu ketika ia berusia 5 tahun wajah kak Aiden juga pasti berubah seiring waktu bukan..? wajaR jika Alea tidak menemukan kemiripan di anatar mereka.


''Ehm...apakah kau benar-benar kakakku..'' tanya Alea yang meragu.


''Tanyalah tentang semuanya Alea aku...tau semuanya termasuk pertengkaran terakhir antara ibu dan ayah sebelum kecelakaan itu terjadi aku...ada disana..kita berdua melihatnya bukan...?


Deg!!!!!!


Mata Alea menjadi basah tanpa bisa ia cegah, bagaimana mungkin ia melupakan hari itu, yah....sekarang Alea yakin kalau pria ini adalah benar Aiden...


Airmata Alea menetes dengan begitu saja ketika menyadari di hadapannya adalah sosok Aiden kakak kandungnya..


''Kakak...kau adalah kakakku..kau benar-benar kakak...'' desahnya dengan suara yang bergetar..


Aiden menganggukan kepala, kali ini ia membiarkan Alea menghambur memeluknya..


''Kakak....ternyata kau masih hidup, ya Tuhan..terimakasih...'' jerit Alea dengan rasa sesak yang selama ini menumpuk di dadanya..


Selama ini..dia pikir dia hidup seorang diri, Alea pikir dia hanya sendirian di dunia yang kejam ini, namun ternyata kakaknya masih hidup...Alea tersenyum di dalam tangisnya,


Alea menangis di dalam pelukan kakaknya melepaskan semua rasa sedih dan sakitnya..


''Kakak...''


''Maafkan aku...aku datang sangat terlambat Alea...'' bisik pria yang begitu tampan itu kepadanya,


''Kakak....bagiku kau masih hidup saja aku sudah bahagia, aku benar-benar merindukanmu..''


''Aku lebih merindukanmu Alea, bahkan di setiap malam aku selalu memimpikan hari dimana kita bertemu


''Aku sangat bahagia kak Aiden...''


Aiden menaikan sudut bibirnya...


''Alea....kita akan selalu bersama sayang, kau bisa tinggal disini sementara denganku lalu....kita akan pergi bersama ke luar negri..''


Deg!!!!!


Ingatan Alea langsung tertuju pada Darren, apalagi mengingat ia sudah melebihi jhadwal kuliahnya, Darren akan marah jika ia pulang terlambat..tubuh Alea bergetar seketika.


''Kakak.....aku harus pulang...''


Aiden mengerutkan kening...


''Pulang..'' matanya melebar menolak, bagaimana mungkin mereka baru bertemu dan Alea sudah ingin pulang..lagipula ini adalah rumahnya..


''Alea.....''


''Kakak...aku lupa mengatakan bahwa aku sudah menikah sekarang, jadi mungkin aku akan.........''

__ADS_1


Wajah Aiden berubah tajam..


''Menikah....'' tatapannya mengeras..


Alea menganggukan kepala sedikit terkejut dengan reaksi kakaknya yang tidak senang..


''Yah..aaku lupa mengatakan kalau aku..sudah menikah..''


Aiden menggelengklan kepalanya..


''Dengan siapa kau menikah, kau tau benar aku tidak setuju jika pria yang....''


Alea mencium pipi Aiden hingga pria itu membeku.....


''Aku janji akan kembali besok..aku akan membolos kuliah kakak...''


Alea menggenggam jemari Aiden dengan erat....wajahnya sangat cerah karna ia sedang bahagia..Aiden terdiam sesaat.....


''Alea....''


''Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu besok..bagaimana...'' ucap Alea memohon...


Aiden akhirnya menurut dan melepaskan Alea...


''Aku ingin bertemu dengan suamimu Alea....''


''Jangan sekarang kakak...aku akan mempertemukan kalian nanti ini sedikit sulit..''


''Kau harus tau jika kau punya kakak, kau punya segalanya sekarang Alea...kakak bahkan bisa memberikan apapun yang kau mau..''


''Aku percaya itu....dan aku tidak akan pernah meragukannya, aku akan sering mengunjungimu...kakak.'' ucap Alea berjanji..


Gadis itu lalu melangkah keluar dan mencari Adam, sementara Aiden mengeraskan tatapannya sembari meraih ponselnya...


Aiden tersenyum, lalu perlahan ia melangkah menuju jendela dan menatap tubuh Alea yang memasuki mobil dan meninggalkan Mansionnya, pria itu menyipitkan matanya...


Alea.......


*******************************************


Alea tak berhenti mengutuki kebodohannya, ia pulang lebih dari 1 jam dan kenyataan itu membuatnya takut, apalagi melihat Darren sudah pulang, mobil di garasi, ya ampun Darren akan membunuhnya...


Alea melangkah sangat pelan hingga ia begitu terkejut ketika bahunya di sentuh seseorang dari belakang....ia menoleh dan mendapati sang ayah mertua Darius baru saja pulang sembari menenteng belanjaan..


''Ayah...''


''Mengapa kau berjalan mengendap-endap begitu..''tanya Darius lembut..


Hubungannya dengan ALea lebih akrab sekarang, seperti ayah dan anak.


''Aaaku pulang terlambat lagi, aku sangat takut jika Darren akan marah..''


Darius menatap mata Alea yang redup dan takut-takut, pria itu tertawa...mengapa ia malah merasa lucu dengan sikap Alea kali ini..


''Ayah tertawa...apakah ayah sedang bahagia saat ini..'' goda Alea yang sudah bisa bercanda dengan Darius..


Darius baru sadar dan berdehem...


''Ayah memang harus sering banyak tertawa agar ayah awet muda....''


Alea seketika berhenti dan mau tak mau Darius juga berhenti..


''Ada apa Alea...''

__ADS_1


Alea bersedekap...


''Bolehkah aku jujur...''


Darius mengangguk...


''Tentu saja Alea...kau mendapat pengecualian...''


Alea menganggauk,...


''Aku harus memberimu saran, kau harus sedikit merapikan janggutmu dan menghitamkannya lagi ayah..kau sangat tampan seperti masih berusia 40an..kau bahkan lebih tampan dari Darren..''


Darius dan Alea seketika tertawa dan keduanya terlalu tenggelam dalam canda dan tidak memperhatikan jika Darren sedang berdiri dan menatap keduanya dengan tajam.,...hingga Alea lebih dulu berbalik dan terkejut melihat tajamnya tatapan Darren hingga tawa Alea menguap seketika di ganti suara batuk...


Darius pun menyadari perubahan di wajah Alea dan menoleh, astaga wajah Darren seperti senar yang tegang dan akan putus sebentar lagi..


''Ehm...''


''Da..Darren.....''


''Bagus...kau pulang tanpa beban Alea..padahal aku menunggumu di depan kampus selama dua jam...''


Hening....


Alea memejamkan mata sambil memutar otak...


''Aku ada tugas belajar Darren jadi aku mampir ke perpustakaan....''


''Seharusnya kau menelfonku Alea...''


Alea menghela nafas, sesaat ia merasa bersalah...


''Maaf...Darren aku...''


''Kau benar-benar......''


Darius berdehem......


''Darren, tadi ayah pulang bersama Alea dia membatu ayah ke apotik untuk membeli beberapa vitamin, dia sangat perhatian pada ayahmu...''


Darius melirik ke arah Alea dan mengedipkan matanya....


''Cepat naik ke kamar sekarang Alea..'' ucap Darren penuh penekanan..


''Baikllah Darren...'' balas Alea...


Darren akhirnya menyerah, lalu melangkah meninggalkan mereka berdua...


Alea menoleh dan tak menyangka Darius membelanya...


''Ayah.....''


''Ayah akan melakukan seperti yang kau mau Alea...mewarnai rambut sepertinya ide bagus...''


Darius lalu melangkah menuju lift meninggalkan Alea yang tersenyum....


''Kau memang tampan Ayah Darius...'' ucap Alea sungguh-sungguh....


***************************************


Darius membuka ruang bawah tanah dan menemukan gaun Tiara berserakan di lantai rupanyaa Tiara sedang berendam di kolam kecil di ruang bawah tanah miliknya... segera Darius menutup pintu di belakangnya dan menghampiri ke arah kolam dan menemukan Tiara sedang berendam di dalam kolam dengan mata yang tertutup....


''Manisku...'' desah Darius segera mendekati Tiara......

__ADS_1


__ADS_2