
Alea mengangguk patuh ketika para desainer, dan anak buahnya masuk ke dalam kamar, mereka lalu meminta Alea bangun dan mempersiapkan diri untuk pernikahan yang akan segera di lakukan di jam 9 pagi, saat itulah Alea sadar..dia telah kehilangan hidupnya,...
Ingin menangis..ya namun jika ia melakukannya Darren akan sangat marah dan akibat kemarahannya maka ada orang lain yang akan terluka, Alea lalu bersikap pasrah menyerahkan hidup sepenuhnya pada Tuhannya dan menyerahkan nasibnya di depan walau, kata-kata Yuna terus saja menghantui pikirannya, untuk menggoyahkan hatinya sungguh Alea merasa hancur dan tak terbentuk, jika benar maka apa yang harus ia lakukan..? apakah perkataan Yuna tentang Darren yang akan menyiksanya di dalam pernikahan hanya ingin menakutinya ataukah memang gadis itu perduli kepadanya..?
Alea memejamkan matanya, ia berdiri seperti sebuah patung manekin yang hidup ketika tubuhnya di pakaikan gaun pengantin berwarna putih nan elegan, di lengkapi kalung berlian yang mengkilap di terpa cahaya, rambutnya di rapikan, wajahnya di poles sedemikian rupa hingga berulangkali Alea menatap wajahnya di cermin, ia cantik seperti seorang putri yang kaya raya..Alea berulangkali meyakinkan jika dia adalah AleaNora, gadis miskin yang menjadi cindirela dalam semalam, yang akan mampu membuat semua mata memandang iri kepadanya..
Yah...apakah bahagia atau kehancuran dalam pernikahan yang akan ia rasakan, Alea tak akan tau, dan Alea berulangkali mengingatkan hatinya agar kuat....
Ceklek!!!!
Seorang pelayan, yang di kenal Alea bernama Yuna mendekati Alea sekaligus mengejutkan semua orang...
''Nona Alea....saatnya memasuki ke ruangan pemberkatan pernikahan...''ucap pelayan Yuna itu menunduk hormat..
Ruangan menjadi hening....satu persatu meletakan alat rias mereka dan meninggalkan kamar itu dengan hati-hati sementara Alea menjadi semakin cemas, itu tergambar jelas di wajah cantiknya...
Yuna mendekati Alea dan tersenyum...
''Nona Akea cantik sekali...''
Alea tersenyum....
''Aku selalu memikirkan perkataanmu Yuna..katakan kepadaku, apa rencanamu untuk membawaku pergi...''
Yuna menoleh dan tersenyum dingin...
''Jadi anda berubah pikiran dan ingin pergi....''
Alea menganggukan kepala, ia sudah berpikir berkali-kali dan keputusan terakhirnya adalah pergi jauh dari Darren, ia tak akan pernah menggadaikan hidupnya selamanya dalam genggaman Darren...
''Aku menunggu kabar darimu setelah lusa....''ucap Alea lalu melangkah melewati Yuna yang akhirnya tersenyum menang, Pelayan itu menoleh dan tersenyum dingin ke arah Alea....
Kena kau nona Alea.....aku berhasil....Yuna tersenyum lepas...
__ADS_1
**************************************************
Alea berdiri dan di dampingi oleh Darius yang mengantarnya ke altar ke hadapan putranya yang menunggu dengan senyuman cerah di wajahnya, ada banyak sekali tamu undangan yang hadir namun sungguh ironis, dari sekian banyak tamu yang ada, Alea tidak mengenalnya...
Alea seperti berada di padang gurun yang sepi dan mengerikan.,...
''Apa kau sudah siap AleaNora..''sapa Darius lembut ketika Alea mengalungkan tangannya di lengan pria matang yang masih tampak gagah itu...
Alea menoleh,..ia merasa tidak enak..tuan Darius pasti mengira ia yang telah mengadukannya ke Darren, Alea dengar Darren menghukum tuan Darius malam itu dengan menaiki tangga...Alea sungguh merasa bersalah...
''Mengapa wajahmu seperti itu Alea...'' bisik Darius dengan senyuman sinis...
Mata Alea berkaca-kaca....
''Aku minta maaf tentang malam itu tuan Darius, namun aku berani bersumpah aku tidak mengatakan apapun pada Darren soal yang terjadi di lift...''bisik Alea ingin menangis..
Namun Darius berdehem memberi isyarat kalau Alea tidak boleh sampai menangis atau Darren akan marah, semua orang akan bergosip tentang keluarga mereka...
''Aku pikir kau hanyalah seorang gadis biasa Alea...aku pikir kau...hanyalah gadis yang polos,..namun aku baru menyadari bahwa kau sangat licik..'' bisik Darisu tak mampu menyembunyikan kekesalannya..
''Tuan Darius...''
''Aku akan mengatakannya dengan jujur Alea.....aku sama sekali tidak menyukaimu sedikitpun bisakah kau...mengerti, sebaiknya kau berpikir untuk pergi secara diam-diam atau sesuatu yang buruk akan terjadi kepadamu...''
Jemari Alea gemetar, ia masih menatap Darius yang tampak tenang...
''Tuan Darius..kau pikir aku ingin pernikahan ini..tidak..aku sama sekali tidak ingin...aku sudah berusaha melarikan diri tapi Darren memaksaku...aku...''
''Kendalikan dirimu Alea,....kau akan membuat semua orang curiga dengan ekspresi wajahmu....''desis Darius menekan..
Alea menghela nafas....mengapa keluarga ini terasa mengerikan...?? mengapa mereka sangat jahat...??
''Tapi....''
__ADS_1
''Alea....dengarkan aku, dan kau harus ingat semua perkataanku dengan baik-baik karna aku tidak akan mengulanginya Alea... aku sama sekali tidak menyukaimu sedikitpun walau kau bersikap baik kepadaku...tidak akan pernah ALea...jika kau memilih bertahan maka kau akan merasakan akibatnya dan aku pikir kau akan sangat menyesal karna tidak mengikuti nashatku...sesuatu yang buruk akan menimpamu sayang...''
''Tuan Darius.....''
''KIta hampir sampai sayang...bisakah kau tersenyum agar Darren tidak curiga...''bisik Darius dengan tegas,...
Alea mengangguk dan berusaha menguatkan hatinya yang sudah hancur lebur...sungguh ia tidak merasa aman apalagi nayman berada disini..apakah ada cela untuknya pergi...atau..bisakah dia berharap pada Yuna...??
Darren tersenyum sembari mengulurkan tangannya menyamput jemari Alea, saat itulah Darren menatap sang ayah...
''Apa kau sedang mengancam ALea ayah...''
Mendengar hal itu Darius dan ALea sama-sama terkejut, Darius tersenyum dengan tatapan sedih...
''Walau aku adalah ayah yang buruk namun, jangan pernah lupa bahwa ayah adalah orangtuamu, tak ada orang tua yang mau menghancurkan anaknya...apalagi menantunya..bukan begitu Alea...?
Haruskah Alea jujur saja dan membiarkan Darren mengahajar mulut Darius yang menipu..seandainya saja dia seberani itu...Alea menghela nafas..ia hanyalah seorang gadis 17 tahun yang menyedihkan...mereka punya hubungan darah, dan dirinya hanyalah orang lain yang tak akan pernah di anggap, ALea bahkan tidak berani mengakuinya...
''Tuan Darius hanya menguatkan aku...kau tau jika aku kehilangan orangtuaku, aku sangat sedih dan tuan Darius menguatkan aku...''ucap Alea berusaha tersenyum...
Darren akhirnya mengalah, meski ia masih curiga...
''Baguslah..aku tak ingin pestaku kacau atau kalian semua akan merasakan akibatnya...''
Darius tersenyum lega, lalu meninggalkan mereka dengan Pendeta yang mengambil alih acara...
Sumpah dan janji mengalir dari bibir Darren dan juga Alea, mereka akhirnya dinyatakan sah menjadi sepasang suami istri...
Risuh tepuk tangan langsung mendominasi ruangan, ada banyak tamu..ada banyak wanita yang patah hati karna tidak mampu bersanding dengan seorang Darren Hugo yang kaya raya....
Darren tersenyum puas, ia tak perduli pada semua tamu karna pikirannya tertuju hanya kepada Alea seorang...
Pria itu tersenyum puas, menarik Alea untuk tenggelam dalam pelukannya mereka saling menatap.......
__ADS_1
''Apa kau siap untuk malam pertama...''
Alea menghela nafas.........jantungnya berdebar kencang.