
Alea mengerutkan dahi ketika menyadari dokter Greysa yang menariknya ke ruangan ini..keduanya bertatapan dengan tajam...
''Dokter Greysa...''
Alea begitu terkejut melihat sang dokter yang dulu memeriksa DNA nya dengan kak Aiden, berdiri dengan wajah yang pucat, bahkan Alea bisa melihat betapa sang dokter ini begitu ketakutan ketika menatapnya...
''Dokter Greysa...apa yang terjadi mengapa kau sangat pucat...''
Dokter Grey mencoba bersikap tenang dengan mendekati Alea,
''Nyonya Alea....''
Mata sang dokter menjadi panas, masih di ingatnya jika selama beberapa bulan ini setelah memalsukan hasil tes DNA atas permintaan tuan Kenan, hidupnya jauh dari kata tenang, ia selalu di hantui rasa bersalah yang besar, dan tentu saja hidup di bawah tekanan seorang Kenan Renov yang begitu kejam, di dekat rumahnya setiap malam selalu saja ada mata-mata yang mengawasi gerak-geriknya, Grey sungguh tidak tahan lagi..
Beruntung saat ini ibu dan anak-anaknya sudah di luar negri dan berada di tempat yang aman, jadi ia tak perlu lagi ketakutan, meski ketika ia memutuskan untuk mengatakan kebenaranya, nyawanya terancam namun, ia tentu tak ingin membiarkan wanita muda ini tertipu selamanya bukan...?
''Ada apa dokter, wajahmu terlihat sangat tertekan..apa yang terjadi...''
''Nyonya Alea...''
Dokter Grey lalu menuliskan sebuah alamat dan nomor ponsel lalu di letakannya di dalam genggaman Alea, hingga Alea menjadi bingung sendiri..
''Apa ini dokter...''
''Aku menunggumu besok, datanglah ke alamat ini sendirian nyonya Alea, jangan beritahu apapun termasuk kepada tuan Aiden...''
''Aku sama sekali tidak mengerti...''
''Aku akan mengatakan sebuah kebenaran kepadamu nyonya Ana..namun, kau harus menemuiku...''
Alea mengerutkan kening,
''Kebenaran apa dokter, jangan membuatku penasaran....katakan saja disini...''
Dokter Grey menggeleng seperti ingin menangis,
''Tempat ini tidak aman nyonya Alea, jika kau penasaran maka temui saja aku besok, aku akan menceritakan segalanya....''ucap Dokter Grey sambil berbisik...
Alea menjadi takut sekali, dan ia pun menganggukan kepala...
''Aku akan menemuimu dokter...''
''Baiklah....bagus nyonya Alea, kita akan bicara besok..aku hanya ingin mengatakan satu hal kepadamu...''
Hening.....
Alea menatap sang dokter debaran jantung yang tak tenang, mengapa ia malah menjadi takut sekarang...
''Katakan dokter aku akan mendengarmu...''
''Tuan Aiden, jangan pernah percaya kepadanya....dia tidak sebaik yang terlihat...''ucap Dokter Greysa sangat pelan..
Deg!!!!!
Alea menghela nafas...
*******************************
__ADS_1
Alea duduk di kursi penunggu ketika Aiden melangkah mendekatinya, menarik tubuh Alea berdiri dan menelitinya dengan tajam,
Keduanya bertatapan....Alea begitu terkejut melihat reaksi di wajah kak Aiden yang berbeda..
''Kau dari mana saja Alea, aku mencarimu kemanapun, aku hampir gila menyadari kau tidak ada...''
Deg!!!!!
Jantung Alea berdesir pelan, ingatan tentang semua perkataan dokter Greysa mulai muncul seperti sebuah alarm bahaya dan mulai mengingatkannya...
Untuk beberapa saat Alea merasa bingung, harus memberi alasan apa..jika ia salah bicara maka pria ini akan sangat marah kepadanya..
Aiden terlihat begitu marah...hingga Alea menghela nafas, berusaha menetralisir debaran di dadanya...
Alea mengangkat wajahnya menatap mata itu yang terlihat menyimpan sesuatu...
''Maaf..kakak, aku mengalami sedikit pusing dan mual jadi aku.....''
Aiden menoleh tajam, seiring jantungnya yang berdebar-debar....
pandangannya meredup, padahal ia sangat marah tadi karna Alea hilang tiba-tiba, bahkan Aiden sudah mencarinya ke segala arah namun ia tak juga menemukan Alea..
pria itu segera menarik Alea di dalam pelukannya, dan mengusap punggungnya dengan lembut seperti seorang pasangan yang khawatir pada kekasihnya....
Kau harus menjaga jarak dengan Aiden, dia pria yang sangat kejam nyonya Alea...dia pria yang jahat....
Deg!!!!
Alea menjauhkan tubuhnya sembari mulai berakting memegang pelipisnya,
Alea menghindar dari sentuhan Aiden walau dengan cara yang halus agar pria ini tidak akan curiga...sungguh Alea begitu gemetar, apa yang sebenarnya ingin di sampaikan dokter Grey...apakah hasil tes DNA itu....tidak mungkin, Darren juga telah melakukan tes DNA ulang dan hasilnya mereka memang saudara..
Lalu apa yang terjadi, apa yang ingin di katakan dokter Grey kepadanya...
''Alea....saatnya kamu untuk masuk.''ucap Aiden menembus lamunan Alea,
Alea tak sanggup menolak ketika Aiden membantunya berdiri dan menuntunnya masuk ke dalam ruangan dokter...
********************************
''Apa tuan suaminya....'' tanya sang Dokter basa-basi..
Alea dan Aiden sontak saling menoleh,
''Kami......''
''Aku adalah kakaknya dokter, suaminya sedang berada di luar negri,...'' Aiden menjawabnya dengan tegas.
Dokter tampak terkejut...namun segera meminta maaf,...
''Kalian tampak serasi seperti suami istri jadi aku pikir...''
''Kami saudara kandung, jadi mungkin bagi dokter kami terlihat mirip..'' ucap Alea mencoba mencairkan suasana..
Dokter hanya menatap mereka secara bergantian dan menghela nafas, menutup pembicaraan soal silsilah keluarga,...
''Silahkan nyonya naik ke ranjang, saya akan membuka perbannya...''
__ADS_1
Alea lalu melakukan seperti yang inginkan dokter dengan berbaring di ranjang sementara Aiden mengikutinya dan tak melepaskan pegangannya sedikitpun dari Alea...
Ketika Alea menjerit karna kesakitan, Aiden setia memberikan lengannya untuk di cakar oleh Alea sebagai pengalihan rasa sakitnya, bahkan bekas tancapan kuku-kuku Alea membekas hingga mengeluarkan darah..
Aiden tetap bergeming, ia tak bisa melihat wajah Alea yang begitu kesakitan dan menangis keras, ketika lukanya di beri obat...
Dokter segera mengganti perban yang baru dan melilitkannya dengan erat,
''Lukanya sudah mulai mengering nyonya, berlatihlah untuk berjalan normal dan jangan terlena dengan rasa sakit atau lututmu akan menjadi kaku...''
Alea yang sudah lemas karna rasa nyeri di lututnya hanya menganggukan kepala dengan patuh..
''Aku mengerti dokter....terimakasih..''
''Baiklah,...waktu kontrol berikutnya adalah seminggu dari sekarang, pastikan nyonya datang bersama suami nyonya..karna saya ingin bicara kepadanya...''
Mendengar kata suami membuat wajah Aiden mengeras....tatapannya berbuah menjadi dingin...
''Baiklah dokter terimakasih...'' ucap Alea..
Keduanya melangkah keluar dan sang dokter hanya menggeleng...
''Itu pasti selingkuhannya, tidak mungkin tatapan seorang kakak se intim itu...'' Dokter hanya menggeleng...
*****************************
Alea turun dari mobil, ia menatap sekali lagi alamat yang di berikan sang dokter,..Alea menjadi puas setelah menyadari jika memang benar alamat ini yang di maksud sang dokter.
Ponsel milikknya sudah di matikan Alea agar tidak seorang pun yang bisa melacak keberadaannya, ia sungguh tak dapat tertidur semalam karna rasa penasaran yang begitu besar..
Restoran privat ini terletak di dekat pantai, Ana melangkah mengikuti seorang pelayan, menaiki tangga dan akhirnya ia bisa melihat sang dokter tengah menunggunya dengan sebuah koper besar,..
''Dokter Greysa...'' sapa Alea dengan sopan..
''Silahkan duduk nyonya Alea..''
''Baiklah....''
Alea pun duduk dan keduanya saling menatap....
''Dokter,...aku tak dapat tertidur semalam...aku ingin tau apa yang akan dokter katakan kepadaku..''
''Sebelumnya aku minta maaf nyonya Alea, aku baru bisa memberitahumu sekarang....''
Alea merasa takut entah mengapa...
''Katakan saja dokter apa maksud dokter..''
Dokter Grey menatap Alea dengan serius...
''Maaf aku harus jujur mengatakan bahwa tuan Aiden bukanlah kakak kandungmu, namanya bahkan adalah tuan Kenan Renov....aku telah memalsukan DNA kalian, atas perintah tuan Kenan...aku sungguh menyesal nyonya Alea.'' ucap Dokter Grey dengan airmata yang menggenang..
Kepala Alea seakan berputar karna berita yang sanggup menjungkir balikan dunianya...Alea merasa sesak nafas untuk beberapa saat...hingga airmatanya menetes tanpa sadar...
Alea membeku dengan wajah yang begitu syok....
''Apa....''
__ADS_1