
Alea masih membeku di tempat duduk ketika melihat cincin berlian yang sangat indah itu di hadapannya. mengapa hatinya sedikit risih, di pandanginya sekelilingnya dan menyadari di ruangan ini hanya ada pasangan kekasih atau suami istri disini..apakah perasaannya terlalu berlebihan jika menilai sikap kak Aiden sangat aneh...?
''Alea.....''
''Yah....''
''Maukah kau memakai cincin ini....'' tatap Aiden dengan nada penekanan disana.
Alea menurunkan pandangan menatap cincin berlian itu di hadapannya dengan senyuman...kakaknya hanya ingin membahagiakannya, mengapa ia malah mengijinkan pikiran aneh datang kepadanya..jika kak Aiden tau isi pikirannya maka dia pasti akan kecewa akan marah, tes DNA itu jelas membuktikan mereka saudara..jadi tidak ada alasan dia tidak percaya.
Alea mengulurkan tangannya,dan membiarkan Aiden memasukan cincin di dalam jemarinya..
''Cantik sekali..betapa aku sudah menyimpan cincin ini untukmu,....aku senang cincin ini begitu pas...di tanganmu..''
Alea menganggukan kepalanya..
''Ini indah sekali kakak.....aku akan memakainya di samping cincin pernikahannku...''ucap Alea senang..
Sampai tidak memperhatikan wajah Aiden yang tampak tidak terima..
Aiden hanya pasrah ketika cincin itu di tempatkan di jari tengah milik Alea..
''Terimakasih kakak....''
''Tentu saja sayang...'' balas Aiden lalu menuangkan minuman ke dalam gelas...
Sementara pelayan mulai berdatangan dan meletakan makanan di atas meja, terlalu banyak menu makanan hingga membuat Alea bingung dengan semua menu yang ada.
''Kakak ini terlalu banyak untuk kita...''
''Terlalu sedikit menurutku sayang, kau bisa mencicipnya sedikit lalu membuangnya..''ucap Aiden yang mampu membungkam mulut Alea untuk berkata-kata.
Alea lalu meraih gelas dan meneguk minuman dingin itu di tangannya dan meneguk minuman yang terasa pahit itu sampai habis...
Gleg!!!
Alea menatap minuman aneh itu dan kemudian menatap mata Aiden yang tajam...
''Alea...apa yang terjadi....''
''Tidak...aku baik-baik saja kak Aiden,....''
__ADS_1
''Kalau begitu kita makan saja....'' ucap Aiden dengan senyum.
Mereka pun makan dalam diam...Aiden terus menatap Alea dengan tajam hingga membuat Alea sedikit malu..
''Alea....apakah kau akan melukis kita...''
''Hm,.....apakah kakak ingin di lukis sekarang...''tanya Alea..
Aiden menganggukan kepala....
''Setelah makan kita akan melakukan foto berdua lalu pulang kerumah dan aku akan membiarkanmu melukis..bagaimana...''
''Aku akan melakukan yang terbaik kakak....''
Aiden mengangguk.....
Setelah makan bersama, Aiden mengajak Alea untuk berfoto di sebuah studio khusus miliknya..
Pengarah gaya lalu menyarankan Alea dan Aiden untuk bergaya, dengan mereka berdiri dan Aiden memeluk Alea dari belakang...meski foto mereka lebih tepat untuk foto ala prewed namun sekali lagi Alea tidak berpikir yang aneh,..ada banyak foto yang di dapat dengan angle yang indah.
Setelah mereka selesai melakukan foto, Alea lalu di bawa pulang kerumah,
''Kau tau kakak...bahkan pria itu pikir kita adalah sepasang kekasih...'' Alea tertawa dengan keras hingga duduk di sofa ia masih tertawa...
Aiden mengangguk dengan senyum,....
''Aku bisa melihat wajah pucatnya ketika aku bilang kau...adalah adikku..'' ucap Aiden dengan tawa yang lepas.
''Dia pucat sekali kakak...'' tawa Alea merasa sangat geli...
Tawa mereka begitu hangat hingga menarik perhatian seseorang yaitu Adam yang mengintip dari belakang, pria itu menyipitkan matanya dengan pikirannya sendiri...jemarinya terkepal cemburu, seharusnya dia yang berada disana, karna dari awal Alea adalah milikknya. tuan Kenan menginginkannya dengann serakah.
^^^***^^^
Aiden lalu membiarkan Alea masuk ke kamarnya untuk melukis sembari ia bangkit berdiri dan melangkah menuju ruang kerjanya,...Aiden duduk di hadapan sebuah layar tv berukuran besar dan mengawasi Alea yang sedang berkonsentrasi untuk melukis...
Pandangan Aiden menjadi hangat..ketika ia melihat sosok Alea sedang mengayunkan jemarinya di atas kanvas....betapa cantiknya Alea, duduk tegap dengan tubuh yang tampak pas..Aiden menghela nafasnya, membayangkan jika wanita itu begitu ia cintai Aiden tak berhenti untuk mengawasi Alea walau sedetik..tentu saja, ia sudah mencintai Alea ketika pertama kali menatap fotonya. seolah tak bosan menatap layar tv Aiden tersenyum sendiri melihat Alea yang sedang serius.
Akhirnya setelah menunggu beberapa jam ia menyadari Alea tampak sudah selesai melukis dan merenggangkan tubuhnya di kursi...Aiden tersenyum dan meraih sebuah remot countrol dan menekan disana...tampak di layar tv, ada kabut tipis yang keluar dari sudut kamar Alea dan membuat wanita itu tampak mulai menguap beberapa kali...
Aiden tak mampu menahan senyum di wajahnya....ia lalu bangkit dari sana..mendekati pintu dan membukanya...langkah kakinya mengarah pada kamar Alea dan berhenti sebentar, sembari menghitung mundur Aiden lalu membuka pintu kamar. pria itu langsung menatap pada sosok Alea yang duduk di atas ranjang sembari memegang pelipisnya...
__ADS_1
Aiden pun masuk dan tak lupa menutup pintu di belakangnya...begitu melihat Aiden, Alea pun tersenyum dan berusaha berdiri.....
''Darren.....kau datang....'' desah Alea dengan mata yang berbinar...
Aiden tersenyum dingin....
*****************************************
Darius membuka pintu sebuah rumah besar di hadapannya, rumah ini terletak di pinggiran kota dengan penjagaan yang ketat, ada pagar tinggi yang membentengi sekeliling rumah yang tidak memungkinkan siapapun dari luart bisa melihat ke dalam.
Darius dan Tiara masuk bersama seorang pelayan perempuan yang akan menemani Tiara dan menjaga Tiara karna tentu saja, Darius tidak bisa menemani Tiara 24 jam, ia harus bekerja dan kembali ke rumah atau anak-anaknya akan curiga.
''Semua kebutuhanmu ada disini Tiara...katakan apapun yang kau inginkan aku akan melakukannya untukmu...''ucap Darius dengan sangat lembut.
Tiara hanya menganggukan kepalanya, ia terus menatap Darius yang memberi perhatian penuh kepadanya..pria itu bahkan tidak segan mengatur sendiri bantal untuk tidurnya, selimut, juga mengatur suhu ruangan agar Tiara merasa nyaman..
Darius mendekat mendudukan tubuh Tiara di atas ranjang sambil pria itu menarik kursi dan duduk di hadapan Tiara...keduanya saling menatap..
''Apa kau masih mual....''
Tiara menggeleng......
''Bagus.....lalu apa yang kau inginkan Tiara..seperti makanan, atau sesuatu....''
''Bisakah kau mengabulkan keinginanku.''
''Katakan saja Tiara aku akan melakukan apapun,....''
''Aku ingin dirimu Darius....''
Deg!!!
Darius membeku menatap wajah Tiara yang bening dan penuh harap kepadanya...
''Tiara..apa maksudmu....''
''Tak bisakah aku bersama denganmu....tak bisakah aku berada disisihmu Darius...aku sudah lelah...aku sangat lelah menghadapi ini sendirian...aku ingin kau....tidak meninggalkan aku Darius...bisakah...bisakah kau melakukannya...''tatap Tiara dengan putus asa..
Darius tersenyum, walau ia tidak yakin..namun ia akhirnya mengangguk....
''Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri Tiara...percayalah..kau punya aku sekarang...'' ucap Darius membelai rambut Tiara dan ia pun menjadi nyaman...
__ADS_1