
Alea membeku melihat tatapan Darren dan juga kakaknya Aiden yang berbeda kepadanya terutama untuk Aiden, Alea merasa ada sesuatu yang aneh dari pria ini. jemari Alea bergetar dan di sembunyikannya di belakang punggungnya tanda ia sangat gugup...
''Sayang,...kemarilah...'' bisik Darren dengan rindu.
Alea tersenyum dan melangkah mendekati Darren membiarkan suaminya memeluknya dengan erat namun dari sudut matanya Alea bisa menangkap sinar mata kakaknya yang berbeda,..
Mengapa harus berbeda..bukankah mereka saudara kandung, di banding tersenyum kak Aiden lebih suka memasang tatapan membunuh yang kentara..walau itu hanya sepersekian detik di liat oleh Alea. pria itu segera merubah ekspresinya dalam hitungan menit..
Darren tak henti-hentinya memluk Alea seolah setahun mereka tidak bertemu, menghirup aroma tubuh Alea yang memabukan membuat Darren ingin cepat pulang...
''Apa kau senang bersama kakakmu..'' ucap Darren pelan..
''Apa...''
Darren meraih tubuh Alea dan menatap matanya dengan tajam menyelidiki ke dalam mata Alea yang bening...
''Ada apa...''
''Aku hanya merindukanmu saja...ini pertama kalinya aku tidak tidur dirumah jadi aku merasa berbeda,...''ucap Alea sembari tersenyum dan menghapus keraguan suaminya..
Aiden tak berhenti menatap sosok Alea yang terlihat sangat manis hari ini, dia memakai dres bunga-bunga berwarna, dan memancarkan kecantikan kulitnya. Aiden sungguh tak tahan....
''Jadi kau akan pulang sekarang adikku..''tatap Aiden mengulurkan tangan meminta Alea mendekat..
Alea meragu menatap lengan besar Aiden sekali lagi, mengapa lengan itu terlihat lebih besar, mengapa ia tidak juga menyadarinya...ia dan kak Aiden struktur tulangnya kecil, jadi tak mungkin kak Aiden tak mungkin tumbuh sebesar kak Aiden sekarang..
Alea memejamkan matanya, mengapa pikirannya menjadi kacau...Alea mengangkat wajahnya sekali lagi dan menatap seorang Aiden yang sedang tersenyum kepadanya,....
Apakah dia benar kakakku...?
''Sayang..berpamitlah kepada kakakmu sayang, kita akan pulang sekarang..''ucap Darren menyentuh bahu Alea dan menariknya dari kesadarannya..
Alea mengangguk lalu mendekat...tak butuh waktu lama, pria itu segera meraihnya dalam pekukan dan mendekapnya dengan erat...
''Aku akan merindukanmu sayang...''bisik Aiden dengan pelan..
Alea merasa gemetar...ia lantas menatap mata Aiden dan baru sadar sekarang...warna mata kak Aiden berbeda..karna warna mata mereka sama berwarna hitam pekat sedangkan kak Aiden sekarang bola matanya berwarna coklat terang...
Alea seketika melepaskan pelukan....dan tersenyum..
''Aku harus pulang kakak....''ucapnya berusaha menahan getaran di dadanya...ia ketakutan..
Aiden mengangguk lalu mendekat menangkap tatapan takut yang terlihat di wajah Alea dan tersenyum....
''Pulanglah sayang dan berbahagialah dengan suamimu...kita akan bertemu lagi nanti..''
''Yah..tentu saja...''jawab Alea dengan canggung...
Alea lalu berbalik dan menatap Darren dengan perasaan lega luar biasa. untunglah Darren menjemputnya tepat waktu karna Alea tidak sanggup lagi berlama-lama dengan Aiden disini, aura kejamnya terlalu menguat dan membuat Alea takut.
__ADS_1
''Kita pergi sekarang sayang...''
''Tentu sayangku, apa kau sudah tidak sabar memelukku..'' goda Darren dengan suara yang lembut...
Alea tersenyum...
''Ayo...''
Darren lalu pamit kepada Aiden dan melangkah...Aiden pun tak melepaskan kesempatan..ia segera merangkul punggung Alea mendekat dan melangkah bersamanya..hingga Alea benar-benar yakin, sesuatu terjadi..
Mereka akhirnya sampai di mobil dan Aiden mau tak mau harus melepaskan Alea...
Alea tersenyum dan menunduk ke arah sang kakak....
''Aku harus pergi kakak dan jaga dirimu..'' ucap Alea pelan..
Hal yang sama di katakan Darren ia berpamitan dengan ramah..lalu merekapun masuk ke dalam mobil.
Wajah Kenan berubah....
Alea...mengapa dia harus pulang...padahal Kenan masih mau bersamanya, sial....Alea baru saja pergi dan ia sudah rindu setengah mati..
Kenan masih berdiri dan mengawasi mobil Darren yang menjauh, sementara seorang anak buahnya mendekatinya dan menundukan kepala dengan penuh hormat..
''Tuan Kenan...semua berjalan sesuai yang tuan inginkan..''
''Apa kau sudah membungkamnya..''
''Hahahaha.....tentu saja, siapa yang bisa melawan aku...tidak akan pernah terjadi, Alea harus menjadi milikku seorang...''
Kenan tertawa dengan suara yang lantang hingga terdengar mengerikan, beberapa pelayan langsung masuk dan menghindar ketika mereka mendegar tawa yang begitu mengerikan dari sang tuan...
Tak ada yang bisa memisahkannya dari Alea...
***********************************
Mengapa kau hanya diam sepanjang jalan sayang, sebelum pergi kau tampak bersemangad..'' bisik Darren sembari mengusap rambut Alea dengan lembut..
Alea tersenyum.....
''Aku merindukanmu...ternyata walau aku dirumah kakak, tapi tempat ternyaman adalah rumah kita dan tidur di dalam pelukanmu tak akan bisa tergantikan..''
Darren hanya tersenyum..
''Aku minta maaf karna aku meragukan Aiden kakakmu, mulai sekarang aku membebaskanmu pergi dengannya atau menginap di rumahnya..''
''Mungkin aku tidak akan menginap disana lagi..''suara Alea keluar begitu saja.
''Mengapa...'' Darren tentu terkejut dengan ucapan Alea yang aneh..mereka bahkan terlibat pertengkaran karna Alea yang membela kakaknya, namun semua itu berubah dalam semalam..
__ADS_1
Alea tersenyum....
''Aku sadar aku adalah seorang istri sekarang, tempatku di sisih suamiku...aku rasa cukup bagiku untuk menginap disana...aku ingin kakak bisa menjalin hubungan dengan seseorang dan mungkin akan menikah suatu saat nanti..''
''Kau sudah dewasa sayang,..'' bisik Darren mengecup punggung tangan Alea penuh rindu,.
''Bagaimana kabar Ayah dan Erland, aku rindu memasak untuk mereka...'' ucap Alea antusias..
Darren tersenyum....
''Aya sudah dua hari tidak pulang dia bilang ada urusan di luar sedangkan Erland..dia sedang sibuk sebagai dosen..dia merindukan sarapan buatanmu..''
''Apakah ayah sedang mengurus Tiara yah...'' bisik Alea pelan..
''Tiara....ada apa dengan Tiara...''
Alea mengangkat wajahnya dan menatap Darren...
''Tiara sedang hamil, dan aku meminta ayah...''
Mobil berhenti seketika dan Darren sangat terkejut...
''Tiara hamil...''ulangnya tajam....
************************************
Darius tidur dengan tidak nyenyak berulangkali ia bolak-balik dengan gelisah,sial...ia sudah tidak bercinta selama seminggu lebih dan rasanya tubuhnya sangat menyakitkan..
Ia harus bagaimana...?
Tiara yang tertidur di sampingnya menjadi terbangun ia pun menatap Darius yang sedang merintih..
''Ada apa denganmu...''
Darius menoleh dan menghela nafas, apalagi melihat Tiara yang memakai baju hamil dengan kancing yang terbuka di bagian dada...gairahnya bangkit seketika...
''Aku merasa panas, mungkin aku harus mandi...''
Darius bangkit dari ranjang namun, jemarinya tertahan oleh pegangan Tiara kepadanya..
''Darius...''
''Yah...''
''Kau boleh menyentuhku asal hati-hati agar tidak menyentuh anak kita..''
Deg!!!
Kata-kata Tiara yang tulus sungguh mennyentuh hati Darius yang paling dalam, senyumnya mengembang di sudut bibirnya..ia mendekat...
__ADS_1
Segera melum** bibir Tiara yang terbuka dan dengan cepat menurunkan gaun Tiara saat itu juga...pa yu da ra Tiara yang lebih berisi segera di his*pnya dengan penuh hasrat yang membara...
Darius terbakar..