
Mobil milik Kiano akhirnya meninggalkan halaman Restoran, sepanjang jalan hanya di isi oleh keheningan yang mencekam, sementara itu..Nasya melirik Kiano yang sedang fokus menyetiir..dari samping tampak pria ini sangat tampan dan juga baik..
''Ehm...tuan...kita akan kemana..''
Kiano menoleh,....
''Apakah kau takut...''
Nasya tersenyum...
'' Sedikit...aku sangat butuh pekerjaan tuan Kiano jadi jika....''
''Aku ingin kau membantu ibuku....dia butuh seseorang untuk mengurus bunga-bunganya..''
''Hah...''
Kiano tersenyum..
''Aku mendirikan sebuah toko bunga untuk ibuku untuk mengisi kebosanannya...dan ketika melihatmu aku pikir kau cocok membantu ibuku..''ucap Kiano tersenyum..
''Baiklah.....aku senang sekali..terimakasih tuan..''
''Namaku Kiano Renov, dan siapa namamu..''
Nasya menghela nafas..sebelum menjawab..
''Aku adalah Nasya Flow..''
''Nasya Flow....''ulang Kiano dengan ramah..
Nasya tersenyum lagi...
''Yah....Nasya flower..aku adlah gadis yang merawat bunga sekarang..''
''Hahaha...kau benar sekali'' ucap Nasya menundukan kepalanya dengan penuh hormat..
Sementara Kiano menjadi lega, asisten yang biasa membantu sang ibu Genka telah pergi dan ia terpaksa harus mencari ganti dan ketika melihat Nasya entah mengapa hatinya menjadi tertarik...Nasya terlalu cantik untuk bekerja di restoran..dia terlalu lembut untuk mencuci piring disana....hatinya melunak ketika melihat airmata gadis ini jatuh demi memohon pekerjaan...
''Tapi..tuan Kiano ijinkan aku bertanya...''
''Katakan....''
''Bagaimana caranya aku bekerja, apartemenku jauh dan aku...''
'Kau bisa tinggal di toko atau kau bisa tinggal dirumah kami..''
''Hah....''
Kiano menutup pembicaraan ketika mobil miliknya memasuki sebuah area pertokoan yang mewah...sementara Nasya hanya mampu trdiam melihat semuanya..ada banyak bunga mahal dan indah..dia tau sedikit tentang bunga karna Granny Aleysa dan bibi Aura menyukai bunga...jadi bunga-bunga mahal ini selalu ada di ruang tamu dan kamar mereka masing-masing bahkan kamarnya...
''Turunlah aku akan mengenalkanmu pada ibuku..'ucap Kiano dengan ramah..
__ADS_1
Nasya pun menganggukan kepalanya lalu segera turun dari mobil. ia melangkah hati-hati di belakang Kiano...ketika pria itu melangkah masuk..
Nasya memejamkan mata ketika keharuman segar bunga di ruangan ini menyambutnya seolah bernostalgia...ia menyukai bunga..
''Ibu...'' suara Kiano terdengar lembut,..
Nasya membeku melihat seorang wanita yang sangat cantik berdiri di hadapannya...walau usianya tak muda lagi namun jelas..kecantikannya bahkan tidak pudar oleh waktu..
Genka Renov memeluk sang putra dengan erat....
''Dari mana saja kau Kiano...''bisik Genka mengusap punggung Kiano dengan erat..
Sepasang ibu dan anak yang manis, dan hangat hal itu membuat Nasya sedikit melamun...jika ibunya Rahel masih hidup mungkin saja dia akan merasakan kasih sayang seorang ibu...namun semua itu tak akan ia rasakan....dan Nasya harus menyadarkan dirinya kalau...dia tak akan pernah bisa merasakan ini semua....
''Nasya Flow....''
Suara Kiano menembus kesadarannya dan menariknya kembali...tatapan Nasya membentur dengan tatapan hangat milik ibu Kiano..
dengan gugup Nasya segera menundukan kepalanya..
''Nyonya....''
Genka pun tertarik melihat sosok Nasya yang sangat manis...
''Apakah dia kekasihmu Kiano..'' ucap Genka tanpa sadar, sementara Kiano segera memeluk ibunya...
''Ibu..dia bukanlah Alicia kekasihku, dia Nasya Flow..dia adalah calon pegawai ibu...sekarang, aku memintany agar menemani ibu di sini agar ibu tidak kesepian...''
Genka menatap mata Nasya yang bening dan tersenyum..
Nasya menganggukan kepala...
''Semoga nyonya bisa menerimaku disini untuk membantumu nyonya...aku hanya ingin nyonya tau kalau aku akan bekerja keras...aku tak akan menghianati nyonya, dengan melakukan hal yang jahat...aku akan....''
''Ibu...panggil saja aku ibu....itu akan membuat ibu lebih baik dan mengenang putri ibu sayang...''
Nasya menoleh pada Kiano dan pria itu tersenyum memberi persetujuan...
''Baiklah ibu..terimakasih atas segalanya..''ucap Nasya menundukan kepalanya..
Sementara Kiano melirik jam tangannya...
''Aku harus kembali ke perusaan atau ayah akan marah..''
''Pergilah sayang..'' balas Genka tersenyum...
Nasya pun terpana bagaimana ketika Kenan memperlakukan ibunya dengan begitu baik dan sopan..sungguh pria yang langka yang tak pernah di temui Nasya selama ini...
Kiano mendekati Nasya...
''Jaga ibuku Nasya,...aku harap kau betah bekerja di samping ibu...''
__ADS_1
''Tentu saja tuan Kiano...''
Kiano pun tersenyum lalu melangkah pergi meninggalkan keduanya di dalam butik kemduian Genka mengajak Nasya berkeliling dan memperkenalkan semua jenis bunga...dan di luar dugaan Genka kalau ternyata Nasya banyak tau sola bunga dan menghafal dengan benar nama-nama bunga yang ada di toko mereka...
Genka pun tak ragu untuk memuji gadis itu dan membuat mereka semakin dekat...
***************
Liam melompat turun dari dalam mobil ketika melihat Elif melangkah menuju sebuah jembatan panjang dan mulai menaiki pagar..
Apa yang dia lakukan...wanita bodoh ini, sangat merepotkan...dengan setengah berlari, Liam mendekati Elif yang sedang membungkukan badan seolah sedang mempersiapkan diri untuk melompat...
Namun dengan cepat Liam mencengkram ujung baju Elif dan menariknya turun dari atas pagar pembatas yang di naikinya...
''Apa yang kau lakukan...Elif, jangan bodoh...''
''Aaaarrgghhhh....Liam, lepaskan aku...lepas....''
Brugghhhh!!!
Tubuh Elif di paksa terbanting di aspal karna terlalu kuat meronta...
keduanya bertatapn tajam...
'Kau....apa yang kau lakukan, lepaskan aku....'' jerit Elif masih saja menyerang Liam, namun berhasil lolos...hal itulah yang membuat sanggup Elif sangat marah dan tersinggung.....
''Apa kau sudah gila ingin bunuh diri..mengapa sebodoh ini..mengapa kau sebebal ini...''
''Aku tak mengerti apa maksudmu Liam, lepaskan aku ya ampun...kau sangat menyebalkan....''
Liam kemudian menegakan tubuhnya dan menarik Elif bersamanya..
''Elif....''
''Aku tidak bunuh diri...mengapa kau malah mengatakan hal sesuai dengan pikiranmu sendiri.....'' Elif terus meronta..
Namun Liam bahkan tidak mau melepasnya atau pun mendengar alasannya..ia kembali mendekatkan tubuhnya hingga mengikis jarak di antara mereka...
''Apa maumu sebenarnya..apakah kau sengaja melakukan ini agar aku luluh padamu dan menyerahkan kembali kekayaanmu Elif...''ucap Liam dengan wajah penuh cela..
''Untuk apa kau mengikutiku juga Liam...apakah sebenarnya kau menyukaiku...'' tantang Elif tajam...
Wajah Liam mengeras....ia tertawa dengan rasa kesal yang kentara....
'' Elif....satu-satunya yang aku rasakan kepadamu adalah kebencian dan aku pikir kau harus membayar semua yang telah kau lakukan padaku dan aku pikir itu adil....''
Ellif begitu terkejut ketika Liam menariknya menuju mobil dan memasukannya ke dalam sana sementara itu......pria itu ikut masuk ke dalam mobil....
''Liam....turunkan aku...'' triak Elif dengan suara yang lantang...
Liam menaikan sudut bibirnya...sembari mendekatkan wajahnya..
__ADS_1
''Dalam mimpimu Elif..kau harus membayar semua yang telah kau lakukan kepadaku..''
''Tidak...apa maksudmu Liam...'' jerit Elif putus asa...