
Alea sadar ketika suara pintu terbuka dan Darren masuk, namun ia tak bergeming tak sedikitpun beranjak dari ranjang atau sekedar berbalik untuk menatap suaminya, Darren berdehem dan mendekati Alea berdiri menatapnya...
''Aku tau kau tidak tidur sayang, bagaimana kalau kita bicara..''
Alea menyipitkan matanya dengan dingin, lalu bangun dari sana dan menatap Darren, ia lalu ia berdiri dan melangkah ke sofa dan duduk disana, sementar Darren mengikutinya dan duduk di hadapannya..
''Alea..aku minta maaf soal apa yang terjadi hari ini Alea...aku hanya tidak..''
Kali ini Alea mengangkat wajahnya dan menatap Darren dengan tatapan yang hampa, bagaimana mungkin Darren dengan mudahnya meminta maaf setelah dengan mudah melupakan hubungan mereka dalam sekejap ketika Tiara mempengaruhinya..? bagaimana bisa Darren menyakitinya tadi lalu berbalik dalam sekejap seolah ia tidak pernah menyakiti hati Alea...
''Apakah itu artinya kau tau aku tidak bersalah..lalu hari ini kau meminta maaf dan besok kau akan menyakitiku lagi dan kembali meminta maaf....bagaimana bisa kau melakukan itu kepadaku Darren......'' Alea menoleh dengan mata berkaca-kaca.
Darren mengepalkan tangannya...
''Alea...kau sudah mulai menantangku yah...''
''Apakah aku pernah melakukannya....tatap Alea dengan hancur, lalu aapa yang harus aku lakukan jika kau mengatakan kau hanya menganggapku pelampiasan dendammu..''
Darren memejamkan matanya dengan gusar lalu menatap Alea...
''Yah..karna itu aku datang dan meminta maaf walaupun sebenarnya aku tak pantas melakukannya Alea..kau adalah...''
''Yah...aku adalah pemuasmu, aku...hanyalah alat balas dendam bagimu bukan..kau hanya butuh aku di tempat tidur, aku..hanya menjadi pelayan di matamu...suara Alea tercekat di tenggorokannya dengan kesakitan yang terlihat di wajahnya...katakan saja semuanya, aku telah menyiapkan diriku sejak kita menikah....'' airmata Alea menetes di wajahnya...
Darren kehilangan kesabaran, ia meraih tubuh Alea berdiri dan keduanya saling menatap tajam..
''Bukankah kau harus bersyukur dari sekian banyak wanita..aku memilihmu untuk menjadi istriku..'' suara Darren meninggi di kamar yang kedap suara itu...Darren tak bisa menyembunyikan amarahnya.
Hati Alea hancur mendengar kata-kata tajam dari Darren untuknya....ayah, jika saja ayah tidak berkhianat jika saja ayah setia..mungkin saat ini hidupnya tidak sesuram ini.....jerit Alea dalam hatinya...kini ia terjerat tanpa tau cara untuk terlepas.
__ADS_1
Alea menatap Darren yang terlihat begitu dingin dan angkuh...
''Bersyukur.....? yah...aku bersyukur karna dengan kau menikahiku, aku tidak akan tinggal di jalanan, aku tidak di jual oleh tante Meri dan menjadi pelacur di tempat lain...yah...aku sangat bersykur Darren, jadi bisakah kau menjanjikan satu hal untukku agar hatiku tidak terlena untuk mencintaimu..'' jerit Alea dengan suara yang bergetar...
Deg!!!!!
Darren tertegun.......
''Apa maksudmu.....Alea..'' ia mendekat...
''Jangan pernah bersikap lunak padaku Darren, jangan pernah bersikap seolah kau menyukaiku sebagai sorang istri....aku lebih bahagia kau membentakku, kau menyakitiku kau....bersikap keras kepadaku karna aku tau itu jujur dari hatimu Darren......isak Alea dengan kesedihan yang terpancar di matanya...asal jangan pernah bersikap lunak atau memberi perhatian, karna itu akan sangat menyakitkan untukku karna aku tau..kau hanya sedang membohongiku dan akan sangat menyakitkan....'' jerit Alea tegas.,....
Darren menggertakan gigi, bukankah ia sudah mencoba sabar terhadap Alea..bukankah ia sudah meminta maaf, tapi lihatlah Alea sekarang,..dia bersikap keras dan mulai membantah dan melawan. karna itu Darren tak akan menahan perasaanya lagi..
''Baiklah...mari kita bersikap dengan jujur Alea...aku menikahimu untuk menjadikanmu pelayan di tempat tidurku selamanya, aku bisa melakukan apapun kepadamu bukan..? selama ini aku sudah terlalu baik dan memberimu kelonggaran maka saat ini,...kau tak akan pernah mendapatkan itu lagi,...apa kau mengerti...'' teriak Darren dengan keras...
Alea menghela nafas...ia mengangguk dalam diam, memilih diam ketika pria itu mulai membuka jassnya, itu sudah menunjukan kalau Darren akan kembali melakukan kekerasan kepadanya hingga tubuh Alea kembali bergetar,...
Alea menganggukan kepala di sela airmatanya ia menyentuh ujung gaunnya dengan jemari yang bergetar...ia sama sekali tak bersuara ketika Darren kembali meraih tubuhnya secara kasar dan menciuminya seolah menghukum..
''Jangan bersikap seperti patung Alea..atau aku akan semakin menyiksamu..'' ancam Darren sungguh-sungguh..
''Yah...baiklah..'' jawab Alea gemetar...
Airmata Alea menetes di dalam diamnya ketika Darren memasukinya dengan sangat kasar bahkan ketika dirinya belum siap untuk menerima tubuh Darren menyatu dengannya, sehingga penyatuan itu terasa menyakitkan ketika Darren tak perduli airmata yang jatuh...
Hati Alea sungguh hancur dan tak mampu bertahan, dan ketia penyatuan itu selesai, Darren meninggalkan dirinya dalam kesendirian entah kemana...hingga Alea di biarkan sendiri di kamar yang sunyi itu, airmata Alea menetes hingga ia tertidur disana, sembari memeluk lukanya yang mengangga....
Alea yang tersakiti...
__ADS_1
*********************************************
Pintu terkunci dan Tiara menatap Darius dengan tatapan peringatan...
''Darius...apa yang kau lakukan, Darren akan melihat kita dia akan menyadari kalau kau mengurungku disini...''desah Tiara bergerak mundur menjauhi Darius yang mendekatinya..
Mereka memang sering melakukannya di rumah ini namun ketika Darren dan Erland tak ada di rumah ini, apa yang di lakukan pria tua ini kan sangat merugikan dirinya...
Darius bahkan tidak perduli dengan peringatan Tiara, ia semakin mendekati wanita yang selalu memakain gaun terbuka dan tentu saja itu membuat hasrat Darius lebih cepat naik ketika mereka menatap, ketertarikan se*sual antara mereka cukup kuat dan Darius tak ingin kehilangan kesempatan....
''Satu hal yang harus kau tau sayang, kalau kedua putraku tak pernah mendatangi ruang kerjaku jadi kita akan aman.,...''
Tiara ingin menghindar namun dengan mudah Darius menangkap tubuh sintalnya dan membantingnya di sofa santai dan empuk di ruangannya,...tubuh Tiara berada di bawah dan itu memudahkan Darius untuk menyerangnya dengan membabi buta, gaun yang di pakai Tiara juga dengan mudah di singkapkan Darius dan membuat wanita itu menjerit...
''Darius hentikan......''
Srraaakkk........
Terlambat bagi Tiara ketika tubuh atasnya terbuka bebas di hadapan Darius hingga pria itu menatapnya dengan rasa haus dan lapar...
''Kau seperti biasa sayang..kau sangat indah...'' Darius meleparkan kemejanya sembarangan di lantai dan sekaligus memperlihatkan tubuhnya yang masih kekar sekita dadanya di tumbuhi bulu lebat...Darius sedang terbakar....
Dan bukankah tugas Tiara untuk mendinginkannya..??
Tiara memekik ketika Darius menundukan wajahnya dan mulai menciumi leher jenjangnya..dan memberi kecupan seringan bulu....
Tiara mengerang.....
''Darius hentikan.....'' desahnya dengan nafas yang mulai tak teratur...
__ADS_1
Darius selalu bisa membuatnya melayang...