Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Ancaman Sandra


__ADS_3

Genka terdiam dengan permintaan Kenan yang mengejutkan hingga ia perlu beberapa saat untuk mencerna kata-kata Kenan kepadanya...


Sementara Alana merasa ini pembicaraan seirus jadi ia akan masuk ke kamar saja...


''Ayah..bibi, aku akan ke kamar lebih dahulu sambil menelp Mommy dan Daddy...''ucap Alana tersenyum,..


Kenan menatap sang putri dan bersyukur karna Alana adalah anak yang pengertian...dan ia sangat mengerti dengan keadaan Kenan..


namun Kenan sedikit terkejut ketika Genka ikut berdiri dan mengikuti langkah Alana....


''Genka kau mau kemana....''


''Mengikuti Alana...'' ucap Genka dengan polos..


Kenan memijit pelipisnya...


''Kau duduk kembali karna aku ingin bicara kepadamu...''


Genka kembali gugup....dan menjatuhkan dirinya duduk kembali dengan pandangan tersiksa..mengapa tuan Kenan terlihat serius...


''Bibi tinggalah sebentar setelah bicara dengan ayah kita akan bermain lagi..bagaimana..''


''Baiklah Alana....'' balas Genka menyerah..


Alana melangkah pergi dan tersenyum kecil, semoga saja...ayah menyatakan cinta dan mereka menikah, aku akan punya ibu baru...yesss...


Alana melompat dengan lincah....lalu melangkah memasuki rumah, dan menuju lift...pintu lift terbuka dan ia membeku melihat Dani pelayan ayah turun dari lift, mengapa pelayan pria bisa naik ke lantai atas...bukankah hanya ada kamar di atas sana...??


''Nona Alana..silahkan masuk..'' ucap Dani dengan senyuman cerah...


''Baiklah paman Dani..''


Alana langsung masuk ke dalam lift..sementara Dani tersenyum..tugasnya selesai memuaskan sang nyonya,....

__ADS_1


*******


Hening lagi........


Mengapa gugup begini...? Genka merasa tuan Kenan menatapnya terlalu tajam dan membuatnya bahkan tidak bisa bernafas dengan baik...


''Genka..''


''Yah.........''


Kenan menajamkan tatapannya..


''Apakah kau takut padaku...''


Genka mengangkat wajahnya dan terdiam, mengapa aneh begini...?


''Ya dan tidak....''


''Mengapa begitu....''


Deg!!!!


Kenan membeku...


''Baiklah...aku tau jika selama ini aku hanya memberimu rasa sakit Genka...Kenan menghela nafas, dan memajukan tubuhnya...Genka....jangan pergi..bisakah kau tetap tinggal bersamaku bahkan setelah Alana pergi...'' ucap Kenan masih berusaha membujuk..


Deg!!!!!


Genka tersenyum dingin...


''Mengapa...aku harus tinggal tuan Kenan..bukankah tuan punya nyonya Sandra kalian akan menikah jadi untuk apa...aku disini..lagi pula aku.........''


''Aku tidak akan menikahinya Genka...''

__ADS_1


''Hah.........''


''Bagaimana bisa.....''


Kenan mengusap wajahnya dengan kasar...lalu kembali menajamkan tatapannya...


''Aku merasa dia bukanlah jodohku yang sebenarnya...''


Genka menatap mata Kenan yang serius..astaga jangan bilang kalau tuan Kenan......


Genka segera berdiri dan memegang perutnya...dan sontak Kenan menjadi terkejut,...


''Ada apa.....''


''Mungkin aku terlalu banyak duduk jadi perutku sedikit kram..bisakah aku naik ke kamar, bagaimana kalau kita bicara nanti saja...''


Kenan mengangguk dengan cepat..


''Baiklah...aku akan mengantar...''


''Tidak usah tuan, kau akan mengejutkan semua orang....'' ucap Genka tersenyum....


Genka berhasil pergi dan Kenan hanya memapu menghela nafas...anaknya, apakah dia baik-baik saja....?


Kenan menoleh namun Genka sudah menghilang.....


Genka menuju lift dan hendak masuk...namun di saat yang sama Sandra berada disana, melihat Genka membuat dadanya terbakar...ia sangat marah dan meraih tubuh Genka masuk dan menekan lift hingga tertutup...


Wanita menekan Genka dan membenturkannya dengan keras ke pintu lift...mata Sandra membara....


''Pelac*r sialan....jadi kau selama ini adalah simpanan calon suamiku.....'' suara Sandra meninggi di dalam ruangan itu hingga Genka gemetar...


''Nyonya Sandra,.....''

__ADS_1


''Aku akan membunuhmu j*lang.....'' teriak Sandra terbakar amarah.....


__ADS_2