
Alana tak mampu menahan rasa marahnya, ada apa dengan Rafael mengapa mengatakan hal ini kepadanya, mengapa dia terlihat seperti sedang menghasut Alana, jadi ia memutuskan untuk mengabaikan ucapan Rafael..
Alana memejamkan matanya,....ia menggeleng pelan...
''Aku harus pergi...''
Alana melangkah namun Rafael menarik tangannya hingga mereka saling menatap tajam..
''Alana......''
''Apalagi Rafael........''
''Apa reaksimu...kau tidak marah karna Delvaro..dia..''
Alana menaikan sudut bibirnya dengan sinis..
''Apa sebenarnya yang kau inginkan Rafael, walaupun saat ini hubunganmu dengann Delvaro tidak baik-baik saja tapi bukan berarti kau bisa menghancurkannya....''
''Dari awal kau adalah milikku Alana, tapi dengan tega dia merampas dirimu dengan kejam dari sisihku...''
''Bukankah...kau lebih dahulu merebut tunangannya..'' airmata Alana menetes..
Rafael membeku..terpengaruh dengan perkataan Alana yang tajam,..
''Alana....''
''Apakah aku salah Rafael..kau bahkan tidur dengan kekasihnya..''
Rafael terdiam....
''Kau tidak tau apapun Alana, kau bahkan tidak tau kalau wanita itu lebih dahulu merayuku..''
Alana menggeleng..ia mendekati Rafael dan tersenyum dingin...
''Aku bahkan masih ingat pertama kali kita bertemu Rafael..kau..tidur dengan para model dari perusahaanmu...kau pikir aku akan percaya kepadamu dan mengabaikan suamiku..''
Rafael tersenyum dingin lalu mengeluarkan beberapa bukti foto ketika Delvaro tampak memeluk tubuh seorang wanita...dan tak lain wanita itu adalah mantan kekasihnya Letisia...
Mata Alana melebar meski ia tak bicara apappun atau menunjukan perasaannya ke permukaan, semua yang terlihat di gambar itu adalah menyakitkan..
Delvaro....apakah benar menipunya...?? dan mengapa ini begitu menyakitkan baginya..??
Alana melonggarkan tenggorokannya dalam-dalam, menatap Rafael dengan tajam..
''Kau mau membuatku cemburu...''
''Aku sedang membuka matamu...jika aku saja seperti itu maka Delvaro bukanlah malaikat Alana...''
Deg!!!!
''Aku tak percaya..aku lebih memilih suamiku...''
Rafael menganggukan kepalanya dengan sedikit kesal karna Alana bahkan tidak menujukan wajah marah...pria itu kemudian mengeluarkan sesuatu dari sakunya..
__ADS_1
Hotel X
Alana membeku....
''Apa ini.....''
''Mereka sedang berada disana sekarang....aku yakin kau tidak membiarkan dirimu bodoh bukan...''
Alana terdiam....ia hanya memandang alamat hotel yang diberikan Rafael kepadanya dan menatap pria yang tampak kecewa itu pergi...
Alana memejamkan matanya....dia berharap sekali kalau semua itu tidak benar, bahwa Rafael akan setia kepadanya...
Alana lalu melangkah menuju mobil dan berlalu dari sana...
**********
Hotel X
Alana keluar dengan cepat, dan melangkah menuju lift...jantungnya berdegup kencang, mengapa ia merasa takut sekarang...apa yang akan terjadi di ruangan 101? apakah mereka tidur bersama..apakah mereka melakukannya...?
Mata Alana menjadi panas dan menanti dengan cemas di dalam lift...ia sungguh tak kuat jika Delvaro benar-benar menghianatinya disaat ia sudah mencintai...
Ting!!!!
Pintu lift terbuka dan Alana keluar dari sana dan melangkah mendekati sebuah kamar yang bertuliskan 101....dengan penuh rasa cemas, Alana mulai mengetuk...dan...menunggu...
Masih mengetuk, Alana di buat sangat cemas karna mereka bahkan belum membukakan pintu kepadanya...
Dan..mengintip..ia sungguh terkejut ketika melihat Delvaro dan seorang wanita yang berlari mendekatinya...
Mata Alana begitu cemas,....hatinya seperti di remas ketika menyadari Delvaro sudah pulang dan memilih merahasiakan ini darinya, hatinya sungguh sakit sekali...
''Delvaro....''
''Lepaskan aku Letistia, mengapa kau tau kamar ini..''
Letisia mencoba memeluk Delvaro namun pria itu mendorongnya jauh...sampai tubuh Letisia terjatuh...dengan airmata yang tumpah..
Betapa marahnya Delvaro saat ini...ia tak akan lagi membuka pintu hatinya untuk wanita ini tak akan pernah..baginya Alana adalah wanita yang tidak terganti dan Delvaro akan melakukan apapun untuk Alana...
''Aku tau dari seseorang...Delvaro, tak mengapa jika aku jadi yang kedua,..aku sanagt menyesal dan ingin kembali...tak bisakah kau menerimaku...''
Letisia sungguh menyesal..betapa ia mencintai Delvaro, selama ini dia hidup di dalam penyesalan yang dalam sehingga ia benar-benar akan melakukan apapun untuk mendapatkan Delvaro kembali..
Mendengar ucapan Letisia yang tak masuk akal membuat Delvaro meradang..ia mendekat dan menatap Letisia..dengan tatapan membunuh..
''Aku sudah menikah dan aku mencintai istriku...aku pikir kau sudah meremehkan siapa aku.,...Delvaro mencengkram leher Letisia dan membuat wanita itu mengerang kesakitan..sementara Alana tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya...Delvaro mencintainya...''
''Delvaro ini sakit...'' jerit Letisia dengan keras..
''Kau pikir kau bisa membodohiku Letisia..siapa yang menyuruhmu melakukannya siapa...''
''Delvaro......''
__ADS_1
''Katakan atau kau...mati....''
Letisia menjerit dengan sangat keras dan memohon ampun kepada Delvaro...
''Tak ada yang menyuruhku..aku sendiri yang memilih melakukannya...aku ingin kau kembali...''
''Jika sekali lagi kau mendekati untuk mencoba merayuku maka aku tak akan melepaskan dirimu...aku akan menghancurkanmu dan membuatmu membayar semua yang telah kau lakukan ini,....''
Tubuh Letisia di hempas,.....hingga ia terjatuh ke lantai...
''Pergi dari kamarku sekarang juga...''
Letisia begitu ketakutan hingga ia akhirnya bangkit perlahan dan meninggalkan Delvaro sendirian,...pria itu tampak menelfon dan beberapa saat kemudian terlihat beberapa orang masuk ke dalam kamar Hotel..mereka datang dengan membawa banyak barang..mengapa Delvaro mengundang mereka...??
Alana sungguh penasaran kemudian turun dari ketinggian lantai 25, dan menunggu di lobby Hotel ia ingin sekali mengetahui apa yang di rencanakan oleh Delvaro...
Setelah menunggu hampir 1 jam, Alana kemudian berdiri dan mendekati rombongan pria dan wanita dari kamar Hotel yang di tempati Delvaro..
''Maaf..bisakah aku bertanya...''
Mereka mengangguk walau dengan wajah yang bingung...
''Boleh nona...''
''Untuk apa kalian ke kamar 101..''
''Maaf kami tak bisa memberitahu...''
''Aku manager Hotel ini....aku liat kalian membawa banyak barang jadi...''
''Hanya beberapa dekorasi nona, tuan Delvaro meminta kami menghias kamar pengantin..''
''Kamar pengantin..''ulang Alana dengan mata yang melebar tak percaya..
''Apakah dia akan menikah lagi...''
''Untuk istrinya nona, tuan Delvaro sudah menikah....''sambung salah satu wanita yang melirik Alana dengan sinis..
Alana hanya mampu terdiam,....mengapa hatinya berdebar lagi...??
**********
Kanaya membuka mata tengah malam dan terkejut buukan main ketika Alan sedang memeluknya dengan posesif sementara jemarinya naik dan meremas pa yu da ra Kanaya...
gadis itu merintih namun Alan menciuminya dan memintanya untuk tenang..
''Alan....''
''Ssst....bagaimana kalau Mommy datang sayang, jadi bisakah kau tenang..'' bisik Alan sembari menurunkan gaun tidur Kanaya berikut branya dan mendekatkan bibirnya..
Panas.....yo...
Alan segera menjilati.........
__ADS_1