
Malam ini adalah resepsi pernikahan Alana Delvaro..semua keluarga berbahagia semua berdansa dan ikut larut dalam suasana pesta...di antara mereka Liam dan Nasya juga Alan dan Kanaya..David juga tampak hadir di temani Miley...
Alan sedari tadi menatap dalam kepada Kanaya..malam ini Kanaya sangat anggun dalam balutan gaun indah berwarna emas, tanpa lengan..kulit mulusnya tampak indah..dia sedang berbicara dengan Miley dan juga Nasya yang merupakan saudara dari Delvaro Rule..
Sialan...aura Kanaya bersinar..mata birunya begitu membius dan menghipnotis siapapun yang melihatnya..
Alan meneguk minuman yang di bawa pelayan...darahnya berdesir menyadari sudah lama dia tidak bercinta dengan Kanaya dan ada rasa rindu yang mulai menyelinap masuk dan menggelitiknya...
Alan melonggarkan tenggorakannya..sembari terus mencuri pandang pada Kanaya....
Alana lalu mendekati Kanaya dan Miley juga Nasya...
''Alana cantik sekali..''ucap Kanaya dengan mata berbinar..
Nasya juga Miley mengangguk...
''Bibi,...selamat datang di keluarga besar Rule dan Arkana...sebenarnya paman Rafael ingin ikut tapi...susah baginya duduk di kursi roda...''
Alana menoleh...apakah karna penembakan itu, Alana menghela nafas..itu artinya dia menembak Rafael dan dia juga yang menyebabkan Rafael...
''Apakah Rafael baik-baik saja....''
''Dia lumpuh akibat tembakan orang yang tidak bertanggung jawab...''ucap Nasya masih dengan kemarahan..
''Lumpuh...'' jerit Alana melebarkan matanya tak percaya...
Wajah Alana begitu pucat...sementara Mile dan Nasya saling menatap, gawat seharusnya Nasya tidak mengatakan kondisi Rafael atau Delvaro akan marah..Miley mengirim sinyal tajam pada Nasya..
''Eehm...dia masih dalam perawatan Alana...dia akan sembuh..''
Alana membeku....bagaimana bisa ia tenang ketika tembakan itu melukai Rafael...rasa bersalah merasuki dada Alana...ia bahkan hampir menangis...
Miley langsung menyentuh bahu Alana dan menatapnya dengan wajah cemas...
Delvaro akan murka jika Alana menangisi adiknya...
''Alana..please...jangan menangis..ini malam pernikahanmu..Delvaro akan cemburu..''bisik Miley dengan wajah yang cemas luar biasa..
Alana mengangkat wajahnya...
''Rafael adalah mantan kekasihku Miley...dan dia lumpuh jadi aku...''
''Kau akan melihatnya nanti masih banyak waktu..tapi Alana,..jangan membuat Delvaro marah...kau belum tau siapa sepupuku kalau dia marah dan cemburu..''
Deg!!!
Alana menegakan tubuhnya..yang dikatakan Miley benar..dia tak boleh menangis di malam pernikahannya ada banyak keluarga jadi dia tidak ingin membuat mereka curiga..setelah menikah mereka akan ke luar negri tepatnya ke dalam keluarga besar para mafia dan disitu ia akan melihat langsung kondisi Rafael..jadi Alana haus tenang....dan menguasai diri...
__ADS_1
''Baiklah aku mengerti..Miley..terimakasih..''ucap Alana dengan senyuman..
Sementara...Kanaya hanya sedih melihat Alana..entah mengapa dia melihat wajah Alana sedikit berbeda...seperti menyimpan suatu beban...
namun mungkin hanya perasaannya saja...
''Eehmm...mengapa para wanita berkumpul disini....kita harus berdansa bukan...'' David memecah kesunyian dan saat itulah mata Kanaya berbinar-binar..
Melihat David tentu saja membuatnya tersenyum...aura David sangat positif dan menyenangkan sehingga siapapun yang dekat dengannya akan bahagia..
Dan disaat yang sama Alan menangkap mata kasmaran Kanaya yang menatap David dengan perasaan berbunga...pria itu mengepalkan tangannya..ia mendapatkan cela...untuk menghukum Kanaya..
''Aku ingin berdansa dengan....pengantin yang cantik..bolehkah...''ucap David mengulurkan tangan pada Alana..
''Paman....'' bisik Alana lalu mengangguk..
Sementara Miley dan Kanaya menatap kagum pada kelembutan David yang membius...kedua gadis tanpa sadar menatap ke arah David dengan tatapan yang sama..tatapan kerinduan...
Deg!!!!
Alan menegakan tubuhnya lalu mendekati para gadis yang sedang bercerita..lalu mengalungkan tangannya di pinggang Kanaya...gadis itu mengangkat wajahnya...
''Alan...''
''Bagaimana kalau kita berdanda sayang...'' bisik Alana penuh penekanan..
Kanaya meringis namun ia tau itu percuma..Alan tak bisa di bantah,....
Dengan berat hati Kanaya mengikuti ucapan Alan..mereka pun berdansa...pria itu tersenyum menatap keseluruhan Kanaya yang menggoda..
''Apakah jadwal haidmu baik-baik saja..''
Kanaya membuang muka...
''Mengapa kau bertanya....''
''Jika kau sudah selesai maka kita bisa....''
Kanaya menatap Alan dengan kesal...lalu berdehem..
''Aku terlambat bulan ini..aku mungkin lelah dengan peekerjaan di kantor yang kau berikan..kau menyiksaku saja..'' keluh Kanaya lemah..
''Jadi kau belum datang bulan ...''
Kanaya menggeleng...
''Bulan ini belum...mengapa bertanya Alan...''
__ADS_1
Alan tersenyum lalu merapatkan tubuh Kanaya menempel di tubuhnya dan tersenyum..
''Mengapa kau masih saja menatap pamanku seperti gadis bodoh yang sedang jatuh cinta...''
''Kak David...''
''Panggil dia paman...dia akan menjadi pamanmu..dia bukan kakakmu Kanaya..''
''Tapi dia masih muda..''
''Lalu kenapa kalau masih muda...kau akan mendapat hukuman dariku karna sudah berani mengabaikan perintahku..''
''Yah...itu tidak adil Alan...'' jerit Kanaya protes..
Alan merasa gemas dengan rintihan Kanaya..ingin sekali dia mencium tunangannnya namun itu tak bisa ia lakukan..orangtua mereka lengkap dan Daddy akan menembaknya jika ia melakukannya..
''Ikut aku sebentar....aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu..''
Alan lalu menggenggam jemarinya,...namun Kanaya menggeleng...
''Ini pesta Alana..aku tak mau kau merusak dandananku Alan....'' bisik Kanaya seolah tau isi kepala Alan..
''Astaga kau membuatku gila,...aku sudah..''
''Tetap tidak bisa..astaga apakah kau baik-baik saja....aku mau menemui Ibu...dia memanggilku.'' bisik Kanaya lalu melangkah meninggalkan Alan yang hanya bisa gigit jari..
Awas kau Kanaya...jika waktunya tiba, Alan akan berjanji membuat gadis itu tak bisa berjalan karna percintaan mereka...
********
''Selamat cucuku Delvaro...''ucap Arkana menepuk pundak Delvaro..
''Kakek......aku senang sekali...''
Arkana mengangguk...lalu menatap ke arah Alana yang sedang membaur dengan orangtua Delvaro terkhusus Aleysa..putrinya..
''Suatu saat..Alana akan menjadi jembatan kau dan Mommymu..percayalah.''
Delvaro meneguk minumannya dia selalu percaya kata-kata kakeknya Arkana namun kali ini dia sedikit ragu...hubungannya dengan Mommy Aleysa sedingin es..bahkan setiap kali mereka bertemu akan selalu ada pertengkaran..kata kakek wajah mereka sangat mirip karna itu Delvaro dan Alyesa tak pernah bisa akur..apalagi semenjak kematian Rahel saudar kembar Rafael...Mommy semakin membencinya..
''Aku akan percaya pada kakek meski..kali ini aku sedikit pasrah..''ucap Delvaro terlihat sedikit sedih...
Sebagai seorang anak...ia selalu merindukan kasih sayang Aleysa namun hal itu sangat sulit..Mommy bahkan tak sanggup melihat bayangannya,...hal itu juga yang membuat Delvaro keluar dari rumah,.....
Sementara itu Alana tersenyum ketika Aleysa menggenggam jemarinya...
''Kau sangat cantik...yah...kau adalah menantuku yang paling cantik...Rafael pasti akan senang bertemu denganmu..''ucap Aleysa dengan senyuman misterius...
__ADS_1
Alana sedikit terkejut...mengapa Mommy Aleysa justru menyebut Rafaelll? padahal dia istri Delvaro...??
Alana menyimpan sejuta tanya di dalam hatinya....