Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Tinggal


__ADS_3

Rafael muncul dengan kursi rodanya,...wajahnya tampak segar. ia tampan dan terlihat semakan dewasa...tatapannya begitu tajam kepada Alana hingga Alana semakin merasa bersalah...


''Apa kabar kakak iparku...''


Deg!!!!


Alana menoleh kepada Delvaro yang menggenggam jemarinya...hati Alana menjadi nyeri entah mengapa ia berdiri di antara dua pria yang menjadi mantan kekasih dan suaminya dan ironisnya mereka berdua adalah saudara kandung...


Jantung Alana berdebar keras..matanya berkaca-kaca...melihat Rafael duduk di kursi roda membuat hatinya menjadi nyeri,..ia yang menembak Rafael..dengan jemarinya dengan kesadaran penuh ia melepaskan peluru yang akhirnya melukai Rafael....bagi Alana ini tak mudah..melihat kondisi Rafael yang tak berdaya...bahkan tubuh Alana melemah..beruntung Delvaro menggenggam tangannya dan membuat keduanya menatap..


Semua akan baik-baik saja Alana..kau harus ingat kau adalah istriku...


Delvaro mengirim isyarat dan membuat Alana mengerti,...dan menguatkan hatinya meski ini tak mudah...setiap menatap mata Rafael membuat hatinya berdebar dan goyah..


''Apa kabar adikku.....aku senang kau sehat dan baik-baik saja..''ucap Delvaro menatap Rafael dengan tatapan tajam..


Rafael mendekat...


''Aku selalu mendapatkan kekuatan baru di setiap harinya kakak....apalagi dengan kedatangan kalian...aku pikir aku lebih bersemangad.'' Rafael menoleh pada Alana yang seolah menghindarinya..


Aleysa tersenyum lalu mendekati Alana, dan menyentuh bahunya...


''Alana sayang Mommy senang sekali kau dan Delvaro akan tinggal sementara di rumah ini...kamar Delvaro ada di atas,...sejak dia pergi Mommy selalu membersihkannya dan berharap suatu saat dia pulang..''


Mendengar kebohongan yang di ucapkan oleh Aleysa membuat Delvaro tak tahan...ia lalu menrik Alana dan mendekati sang Mommy...sinar mata mereka sama-sama tajam..


''Aku datang karna Kakek bilang harus menyapa semua orang...kami akan pulang dan tinggal dirumah sendiri...''


Aleysa bersedekap menantang...


''Aku ibu yang melahirkanmu Delvaro...aku memintamu tinggal jadi...beraninya kau membantah permintaanku...''


''Mommy....'' suara Delvaro meninggi..


''Kami akan tinggal Mom....''ucap Alana yang langsung di sambut tatapan tajam Delvaro...


Pria itu sangat marah karna Alana mengambil keputusannya sendiri,..ALana orang baru dalam kehidupannya dan ia sama sekali tak tau apa yang terjadi disini namun Alana berani mengambil keputusannya...

__ADS_1


Delvaro ingin membantah namun Alana menggenggam jemarinya sementara sebelah tangannya menyentuh dada Delvaro di depan mata Rafael hingga pria itu mengepalkan tangan tidak terima..


''Aku menantu pertama di keluarga ini..jadi...aku ingin mengenal orangtuamu dan saudara-saudaramu sayang...'' bisik Alana dengan mata yang berbinar...


Delvaro hanya bisa terdiam ketika kata-kata Alana membuatnya kehilangan kata untuk menjawab...ALana adalah wanita yang tidak menolak untuk tinggal bersama kedua orangtuanya.


Letisia berbeda...ketika mereka bertunangan, ia sudah merencanakan tinggal sendiri jauh dari keluarga Delvaro...


Aleysa begitu senang ketika Alana mampu membungkam seorang Delvaro...sikap Delvaro sangat keras dan Alana adalah pengendalinya..


''Terimakasih Alana,....terimakasih...Mommy senang sekali...'' jerit Aleysa begitu bahagia..


Wanita itu kemudian menatap sang putra Rafael yang terlihat terluka ketika menatap kemasraan Delvaro dan juga Alana,...hati Aleysa begitu nyeri meski Delvaro juga putra kandungnya namun...cinta dan kasihnya tetap lebih besar pada Rafael dan hatinya tidak mengijinkan sedikitpun jika Rafael sampai terluka apalagi karna cinta..


Lagi pula..sejak awal, Alana adalah milik Rafael dan Delvaro yang merebutnya bukan..hanya karna balas dendam bodohnya..Aleysa akan menempatkan semuanya seperti yang seharusnya...Rafael harus mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya sejak awal.


Sedangkan....


Damian dan Arkana serta Alex hanya mampu saling menatap dengan kelegaan mereka berharap ini adalah awalnya hubungan Aleysa dan putranya mencair....


*******


Hening...


''Delvaro....''


Pria itu membuka jassnya dan meleparkannya sembarangan.....


''Mengapa kau melakukan sesuatu di luar persetujuanku...mengapa kau melakukannya Alana...''


Delvaro menoleh dengan gusar...Alana menghela nafas..


''Bukankah hal yang wajar jika kita tinggal disini sementara waktu...apakah kau adalah anak angkat dirumah ini...''


''Apa maksudmu Alana...'' teriak Delvaro mendekat dan meraih tubuh Alana...


''Aku tidak tau apa yang terjadi antara kau dan Mommy...mengapa kalian saling menyimpan dendam padahal kalian berdua terikat...tanpa Mommy kau tidak mungkin ada Delvaro,....sikapmu terlalu berlebihan pada wanita yang melahirkanmu...''

__ADS_1


''Kau sama sekali tidak tau apapun yang terjadi padaku selama ini..kau tidak berhak menghakimiku sebagai anak yang jahat...kau tidak bisa melakukannya Alana...''


Mata Alana menjadi panas...ia jelas melihat luka besar yang menganga di mata Delvaro...dan merasa nyeri di dalam dadanya...


''Kau terluka..Mommy melukaimu...karna itu kau membencinya...''


Delvaro menjauhkan tubuhnya..tak ingin lagi membuka kisah masa lalunya yang menyakitkan..tidak..tidak seorangpun dia ijinkan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi..tidak....


''Diam...aku tak akan menjelaskan apapun kepadamu Alana...kau ingat perjanjian kita....aku ingin melukai Rafael aku ingin melihatnya hancur...dan setelah itu pernikahan kita selesai...jadi jangan mencoba masuk ke dalam kehidupanku...''


Alana menggeleng ia mendekat...


''Aku istrimu Delvaro...''


''Istri....tidak ada seorang istri yang tidak mencintainya sementara dalam kasus kita berbeda Alana..kita tidak saling mencintai..kau sendiri yang menawarkan perjanjian ini....jangan mencoba memberi perhatian kepada Rafael juga aku tidak akan membiarkannya...''


''Delvaro...''


Delvaro tertawa kejam,......


''3 bulan dari sekarang...aku memberi kita berdua waktu 3 bulan untuk menghancurkan keluarga ini setelah itu..kau bebas dariku Alana...''


Alana mengerang...ia meraih lengan Delvaro ketika pria itu melangkah sampai ke pintu...dan menarik kemejanya dan membuat pria itu berbalik...


''3 bulan....aku tidak pernah memberi waktu 3 bulan...''


''Akulah yang memutuskan waktu itu Alana....aku muak berada di rumah ini..jadi selam 3 bulan Rafael harus hancur...apa kau mengerti...''


Delvaro keluar dari kamar dan membuat Alana membeku...memegangi dadanya yang nyeri...sikap Delvaro berubah dalam sekejap ketika ia memutuskan menerima ajakan Mommy Aleysa untuk tinggal..


Astaga...apakah dia sudah membuat kesalahan besar....??tapi Alana hanya penasaran apa yang sebenarnya terjadi..mengapa Delvaro sangat membenci rumah ini terutama Mommy Aleysa...bukankah setiap anak lelaki akan sayang pada ibunya..mengapa dalam kasus Delvaro berbeda...??


Airmata Alana menetes di sudut wajahnya...jemarinya terkepal dengan kuat...ia harus tau apa yang sebenarnya terjadi....melihat kemarahan Delvaro membuat hatinya sakit sekali bukan marah..tapi ia seperti bisa merasakan kesakitan Delvaro...


**********


Delvaro turun dari Lift dan sedikit terkejut melihat sang Mommy Aleysa menatapnya tajam,..

__ADS_1


Deg!!!


__ADS_2