
Alea menggeleng tak ingin percaya, air matanya menetes begitu saja, mengapa harus ada rahasia di antara mereka, mengapa...?
"Darren...apa yang sebenarnya terjadi hum...mengapa kau membuatku takut...." ucap Alea masih mengharapkan agar suaminya bisa jujur kepadanya...
Darren tak bergeming.....namun ia malah menatap Alea dengan pandangan yang dalam sambil mengulurkan tangannya agar Alea mendekat..dan ketika tubuh Alea mendekat kepadanya, Darren meraihnya di dalam pelukannya...
Hening...
Ketika airmata Alea menetes, ia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi kepadanya mengapa ia merasakan ini mengapa hatinya di liputi ketakutan..
''Darren...apa yang sesungguhnya akan terjadi...mengapa kau merahasiakan semuanya dariku...jangan membuatku terus bertanya lagi dan katakan dengan jujur...'' rintih Alea mulai terisak di dalam pelukannya...
Darren memejamkan matanya semakin mempererat pelukannya ia hanya terdiam, sembari mengelus punggung Alea dengan lembut..
''Semua akan baik-baik saja...hanya itu yang aku bisa katakan kepadamu...semua akan baik-baik saja..''bisik Darren mencoba tenang ketika matanya berkaca-kaca..menahan perasaannya.
Alea sungguh di landa frustasi dan terus bertanya-tanya apa yang terjadi....namun Darren sama sekali tak bisa di bujuk kali ini, dia terlihat sangat menjaga kata-katanya...
Bahkan Kenan juga merahasiakan apa yang di bicarakan olehnya dan Darren,....
*************
Pagi ini ada yang berbeda......
Darren sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit untuk melakukan terapi pada kakinya..ia menunggu Alea sampai bangun, dan ketika ia terbangun, Darren tersenyum kepadanya...
''Darren....''
Alea bergerak bangun dari ranjang dengan mata yang masih sayup, namun ia mendekati Darren yang sudah berada di kursi roda dengan seorang pelayan pria berjass..
''Sayang...bukankah hari ini tak ada jadwal terapi...''
Darren tersenyum dan mendekati Alea dan meraih jemari Alea dan menggenggamnya...ia tersenyum,
''Alea.....aku akan pergi ke luar negri...''
Deg!!!!
Alea pikir ini hanyalah mimpi karna itu Alea mencubit tangannya sendiri dan mengerang karna rasa sakit, ia mengangkat wajah dan menemukan Darren benar-benar akan pergi....Alea tersenyum...
''Kau sedang bercanda denganku yah.....''ucap Alea dengan lirikan menggoda..
Namun Darren hanya menggeleng, sekali lagi meraih tubuh Alea dan memeluknya dengan erat...
''Aku harus pergi demi kesembuhanku.....Alea, aku janji tidak lama...''
Deg!!!
__ADS_1
Alea benar-benar membeku di tempatnya, melihat sinar mata Darren yang begitu dingin...matanya menjadi panas kembali ia sungguh tak percaya Darren mampu melakukan ini kepadanya, mereka bahkan suami istri bukan...?
Mengapa Darren melakukan ini....?
''Darren...apa maksudmu...kau mau pergi kemana, mengapa tidak membawaku, aku istrimu Darren...kau bahkan tidak melibatkan aku....'' jerit Alea dengan gemetar....
Darren hanya menghela nafas....
''Alea.....kau harus tetap disini bersama anak-anak, ada Kenan yang bersama denganmu...ada Kenan yang akan menjagamu..''ucap Darren dengan tegas...
Darren terlihat berbeda ketika bicara ia tidak tersentuh dengan airmata Alea hingga wanita itu menjadi bingung sendiri, apa yang sebenarnya terjadi....?
''Darren.....''
''Bisakah kau tidak cengeng Alea....aku pergi demi kesembuhan dan mengapa kau malah merengek...''
''Yah...aku memang cengeng aku tidak perduli, kau mau pergi dan aku sama sekali tidak tau apapun Darren, adilkah untukku...''
Darren memalingkan wajahnya...
Tangisan Alea pecah.....sambil sesegukan Alea menjatuhkan dirinya di hadapan Darren, dengan airmata yang tumpah...
''Darren.....mengapa kau melakukan ini, mengenai anak-anak aku bisa menitipkan mereka,...sementara aku menemanimu,setidaknya aku bersamamu dan menemanimu Darren....''
''Tidak....cukup Alea kau benar-benar membuatku gila, mengapa kau sangat keras kepala, tak bisakah kau menjadi istri yang penurut kali ini...? tak bisakah kau mendengar kata-kataku....''
Alea bangkit dan menuju lemari lalu membukanya meraih koper dan meraih beberapa pakaiannya...dan memasukannya dengan cepat....
Namun Darren mengepalkan tangannya...
''Alea cukup....apa yang kau lakukan...''
Alea menoleh dengan tajam...
''Aku istrimu yang sah...kau suamiku, aku memutuskan akan ikut denganmu Darren...'' ucap Alea tegas...
Darren mengeraskan rahangnya, ia menatapa pelayannya...
''Kita pergi sekarang....''ucap Darren dengan nada paling dingin, ia bahkan tdiak menoleh ke arah Alea....
Alea tentu saja tak menyangka jika Darren akan benar-benar meninggalkannya....Darren keluar dengan cepat memasuki lift...dan Alea berlarik keluar dari kamar namun ketika dia sampai di pintu kamar...pintu lift tertutup...
''Darren...tunggu....'' jerit Alea terputus ketika Darren sudah turun menggunakan lift..
Alea mengerang namun ia tak putus asa..wanita itu lalu turun menggunakan tangga meski ia berkali-kali jatuh di pertengahan tangga, airmata Alea sudah menetes....namun sekali lagi ia jauh dari kata menyerah...Alea sampai di lantai dua dan merasa sesak nafas...
Wanita itu tersungkur ketika kedua lututnya gemetar namun sekali lagi Alea masih berusaha mengumpulkan tenaganya,...setelah ia merasa cukup, Alea kembali menuruni tangga dengan cepat kali ini...menuju lantai 1.....
__ADS_1
Setelah menuruni satu persatu tangga, akhirnya Alea sampai di lantai bawah namun, Darren sudah keluar dari ruang tamu dan menuju mobil...Alea terus berlari dan sampai di depan pintu,...
Dari jauh ia melihat Darren dan Kenan berbicara dengan serius...dan Alea mendekat namun Darren tampak dingin...
Darren dan Kenan menghentikan pembicaraan mereka ketika Alea sampai...
''Kenan...aku mohon, bujuk Darren agar jangan pergi setidaknya dia harus membawaku,....''
Kenan menoleh tajam...
''Alea...cukup, kau hanya akan memberatkan Darren...''ucap Kenan dengan pandangan tajam...
Alea juga terkejut karna sikap Kenan menjadi lebih tegas kepadanya,....
''Kenan....''
Kenan menoleh....ia mendekat...
''Bukankah kau ibu dua anak...apakah kau pantas bersikap ini...apakah kau pantas Alea...''
Alea mengepalkan tangannya ia sangat marah, dan melangkah menubruk tubuh Kenan dan mendekati Darren..
Oh..ya ampun..mengapa Darren bersikap dingin kepadanya...
''Darren...apakah aku berbuat kesalahan...katakan apa kesalahanku.....mengapa kau bersikap seperti ini Darren...'' jerit Alea dengan frustasi...
Alea berusaha memeluk tubuh Darren namun Darren hanya diam saja seperti patung...lalu meraih kedua lengan Alea dan menatapnya tajam...
''Alea kau menghalangi jalanku....'' desis Darren dengan sinar mata tajam...
Alea menggeleng..ketika Kenan menarik tubuhnya menjauh dari Darren dan pria itu segera masuk ke dalam mobil...dan pintu mobil di tutup..
Alea mulai mengerutkan kening.....ketika mobil itu mulai bergerak pelan meninggalkan halaman rumah...
Tidak...tidak....tidak...
Alea melepaskan pegangan Kenan dan mulai berlari mengejar mobil Darren yang mulai menjauh...
''Darren.....Darren..tidak.....Darren..........''
Kenan menangkap tubuh Alea dan mendekapnya keras, wanita itu menjerit sekuat tenaga dan meronta...
''Lepaskan aku Kenan...lepas...'' tangis Alea kencang sambil meronta....
''Alea tenanglah....'' bisik Kenan memeluk tubuhnya dengan erat....
''Tidak......Darren, jangan tinggalkan aku.......'' isak Alea begitu hancur....
__ADS_1
Deg!!!!!