
Hening....
Genka memegang kepalanya yang terasa nyeri hingga ia menatap ke arah Devan dengan wajah yang pucat...
''Mengapa kau diam Genka...apakah kau berpikir bahwa Kenan benar-benar mencintaimu..kau berpikir seperti itu Genka....''
Tawa Devan menggema di dalam mobil hingga Genka hanya mampu memejamkan matanya..
Seharusnya dia tidak terlalu bodoh untuk mengerti bahwa Kenan pasti menginginkan sesuatu untuknya...tidak mungkin Kenan begitu saja menyatakan cinta...
Hoh....mengapa dia begitu bodoh dengan percaya...
Genka merasa seluruh tubuhnya melemah saat ini..ketika mendengar ucapan Devan yang mampu menghancurkan hatinya...
Genka terdiam di tempat duduknya airmatanya menetes ia sangat pasrah akan hidupnya,...terserah Devan..ia sudah tidak menginginkan kehidupan ini lagi....untuk pertama kalinya Genka benar-benar menyerah...
Devan semakin cepat menancap gas melewati sebuah lorong panjang menuju luar kota..ia menuju bandara kecil, saat ini juga ia akan membawa Genka pergi jauh dari kota ini..Devan tersenyum menang..
Namun begitu melewati lorong panjang yang gelap...Devan begitu terkejut ketika melihat ada banyak mobil yang menghalangi jalan mereka..mobil itu bahkan menutup seluruh badan jalan dan bersamaan dengan itu...ada banyak pria berjas hitam dan memegang senjata dan menatap ke arahnya dengan sangat tajam...dan pemandangan itu tak luput dari sosok Genka yang juga tak kalah terkejutnya...
__ADS_1
''Siapa mereka...'' ucap Genka kepada Devan yang mau tak mau mengambil senjatanya dari dasboar mobil dan keluar dari sana..
''Kau juga keluar Genka..ini akan sangat menarik,...''ucap Devan memberi perintah..
Genka lalu keluar dari dalam mobil dengan wajahnya yang pucat,...sementara...ia melihat sosok Kenan berada jauh di depannya dan sedang memegang pistol...Kenan terlihat sangat marah..untuk beberapa saat keduanya saling menatap tajam...
''Kenan Renov...'' ucap Devan dengan senyuman sinis..
Tak menunggu..langkah Kenan mendekat dengan tatapan dingin yang menusuk, sementara anak buahnya sudah berjaga di belakangnya...Kenan sungguh marah mengapa pria ini berani membawa calon istrinya..ketika sampai di dkat Devan..
Kenan langsung mengarahkan senjata dan mengarahkan kepada kepala Devan tanpa ragu hingga membuat tubuh Genka ngilu...
Namun Devan tertawa tak kalah lantang hingga Kenan semakin meradang...
''Calon istri...apa kau tidak sedang bercanda denganku...akulah yang akan menikahi Genka...akulah yang akan menjadi suaminya...''
''Suami...astaga..kau pikir aku akan membiarkannya...dia milikku bukan milikmu Devan...''
''Kau tau aku.....''tanya Devan sedikit terkejut...
__ADS_1
Kenan mendekat....
''Siapapun yang menjadi musuhku aku sangat mengebnal mereka termasuk kaki tangan Luke...dan kau adalah salah satu kaki tangannya dan aku...tak akan mengampuni kesalahanmu...''
''Benarkah...bagaimana dengan Genka...bukankah dia adalah musuhmu...dia kaki tangan luke bahkan adik tirinya...bagaimana kau memandang ini Kenan...hah....apakah kau menunggu dia melahirkan anakmu lalu setelah itu kau akan menyingkirkannya...'' lantang Devan dengan keras..
Genka menggeleng...ketika menatap sorot mata Kenan yang tidak terbaca dan menjadi takut sendiri...apakah memang itu adalah rencana Kenan....akan menghancurkan dirinya setelah Genka melahirkan anaknya,...
Kenan menatap Genka yang ketakutan lalu menatap Devan...
Bughhh!!!!
Tubuh Devan jatuh terkapar di aspal setelah Kenan menghantam kepalanya dengan gagang pistol pria itu pingsan di tempat....
Dan kini pandangan mata Kenan beralih kepada Genka yang bergerak mundur....
''Apakah itu semua benar tuan Kenan....'' ucap Genka seakan hancur seketika..
Kenan mengepalkan tangannya..........
__ADS_1