Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Alea Juga Milikku


__ADS_3

Mereka bertiga sama-sama masuk ke dalam ruangan dokter dengan tatapan yang tegang, Dokter Greysa menatap ke arah Aiden dan sedikit mengangguk dan itu cukup menjelaskan kalau semua yang terjadi sudah sesuai dengan keinginannya, dan itu artinya Aiden adalah pemenangnya. Aiden hanya menaikan sudut bibirnya penuh rasa senang. itu artinya sekarang Alea juga adalah miliknya dan Darren tak akan pernah bisa memisahkan mereka.


''Silahkan tuan dan nyonya untuk duduk.''ucap sang dokter dengan ramah.


Mereka bertiga lalu mengambil tempat duduk sejajar dengan posisi mengapit Alex di tengah. sedangkan dokter Greysa hanya menatap sosok Alea dengan sedikit ngeri. tentu ia bisa melihat tatapan kedua pria ini kepada Alea. tubuh dokter Greysa bahkan merinding dan sedikit iba, apa yang akan terjadi dengan masa depan Alea, tes DNA ini adalah awal dari kehancuran Alea. tentu saja dari sekali lihat saja Aiden dan Alea tak mirip namun pria ini sedang memaksakan kehendaknya, dokter Greysa tak mampu berbuat apapun karna nasib keluarganya bergantung pada hasil tes DNA ini, tuan Aiden sangat kejam.


Hening.......


Ketika Alea tampak tak sabar dan menatap mata sang dokter dengan sedikit tajam...


hal yang sama juga di perlihatkan Darren, dia sungguh merasa gugup dengan hasil tes DNA ini, namun hal berbeda di tunjukan Aiden dia tampak santai, tentu saja..dia sudah lebih tau hasilnya..


''Jadi....hari ini adalah hari diman hasil tes DNA antara Tuan Aidenora dan Nyonya Aleanora dilakukan, dokter kemudian memperlihatkan sebuah amplop yang masih tersegel kepada mereka...Kita akan melihat hasilnya karna sample ini di kirim dari pusat jadi aku bahkan tidak tau hasilnya...''ucap sang dokter Greysa dengan sedikit gugup...


''Aku mengerti dokter Grey, aku tidak sabar lagi untuk mengetahui hasilnya...''ucap Alea dengan mata berbinar.


Dokter Grey menatap ke arah Aiden dan juga Darren untuk meminta persetujuan dan mereka pun menganggukan kepalanya..


Dokter Grey lalu membuka ampop itu, mengeluarkan isinya dan mulai membaca..ia terlihat tersenyum sembaro menatap Alea dan juga Aiden...lalu meletakan hasil tes DNA itu ke atas meja dan menatap mereka bertiga...


''Jadi setelah kami mengambil sample rambut, struktur gigi, dan juga air li*r, antara tuan Aidenora dan juga nyonya Aleanora dan memeriksanya di lab, hali yang di dapat hari ini adalah...


Tuan Aiden dan Nyonya Aleanora memiliki kecocokan DNA mencapai 99,9%, jadi dapat di pastikan bahwa memang benar kalau mereka adalah saudara kandung.


Deg!!!!


''Apa.......'' ulang Alea seperti butuh di yakinkan sekali lagi kalau apa yang ia dengar adalah kenyataan..


Dokter Grey tersenyum lembut....


''Itu artinya kau dan tuan Aiden memang saudara kandung dan kalian memiliki kesamaan DNA nyonya Alea...''


Aiden menoleh dan menatap Alea dengan tatapan haru...


''Sekarang kau yakin kalau aku memang kakakmu...''

__ADS_1


''Tentu saja..dari awal aku sudah merasa bahwa kau adalah kakakku, perasaan ini sangat kuat ketika aku memelukmu kak...'' airmata penuh haru itu menetes di wajahnya...


Aiden menatap ke arah dokter Grey....


''Terimakasih atas kerja kerasmu dokter...''


''Tentu saja tuan Aiden, ini adalah tugasku...'' balas Dokter Grey dengan ramah.


Mereka pun akhirnya bangkit dari tempat duduk, dan keluar dari ruangan dokter Greysa dengan senyuman bahagia...walau hanya Darren yang tampak lemah ketika ia melangkah keluar dari ruangan...


tentu saja Darren sangat terkejut dengan hasil tes DNA yang keluar hari ini, ia menoleh dan menatap ke arah Aiden yang tampak menerima pelukan Alea dengan penuh kebahagaiaan, tidak mungkin.....


Aiden dan Alea adalah saudara kandung...? tidak...mengapa hati kecil Darren sama sekali tidak mempercayainya,...mengapa ini terasa sangat aneh...? selama ini Darren sangat mempercayai instingnya, ia tak pernah salah jika mencurigai seseorang...mengapa sekarang jutru mereka adalah saudara...? Darren menatap ke arah dokter Grey..yang ikut tersenyum..


Semua menunjukan reaksi natural..dan Darren benar-benar merasa patah hati enath mengapa, perlahan tapi pasti sebuah ketakutan besar mucul di dalam dirinya...


Alea.......apa yang akan terjadi kepada hubungan mereka....?? Darren mengusap kasar wajahnya..


Sementara Alea menatap Aiden dengan senyuman yang tergambar jelas di wajahnya...


Aiden membuka tangannya dan menatap Alea dengan tatapan bahagia...


''Kau juga merasakan perasaan ini bukan..? kau merasakan perasaan bahagia dan lega sepertiku Alea..''


''Tentu saja kak...''


Alea menghambur ke pelukan Aiden dengan erat, dan tak ada yang bisa mencegah mereka termasuk Darren yang hanya menatap pasrah meski wajah tidak rela itu begitu terlihat.


Aiden tersenyum semakin merapatkan pelukanya kepada Alea dengan posesif...


''Mulai sekarang kau punya aku Alea,...kau punya seseorang yang bahkan rela mati untuk dirimu..'' bisik Aiden dengan ketegasan yang sempurna..


''Aku bahagia sekali...kakak...aku merindukanmu dan mencintaimu..''isak Alea dengan airmata yang berguguran di wajahnya..


Saat itulah tatapan Aiden dan Darren bertemu dengan penuh dendam yang tergambar jelas di wajah keduanya..

__ADS_1


Aiden tersenyum kepada Darren yang terlihat tidak senang atas hasil yang telah di bacakan..


''Bukankah kau harus memanggilku kakak ipar bukan...'' desah Aiden dengan senyuman kemenangan...


Darren mengangguk mengakui kekalahan...


''Kakak ipar...tentu saja, kau adalah kakak Alea jadi..tak ada alasan bagiku untuk tidak mengakuinya bukan...''


''Bagus Darren, aku hanya ingin kau tau jika Alea sekarang adala milikku juga jadi...jangan memilikinya dengan serakah....apa kau mengerti...''


''Aku mengerrti, dan kau harus ingat juga kalau aku adalah suaminya,...aku berhak atas Alea...''


Alea yang mendengar hal itu lalu melepaskan pelukannya....ia menatap keduanya dengan tatapan tajam,...


''Bisakah kalian berdua berhenti memperebutkan aku...? aku adalah istrimu Darren tapi jangan lupa kalau aku dan kak Aiden adalah saudara kandung...bisakah kau menerimanya...aku mencintai kalian berdua,....''


Darren mengangguk dengan berat hati,....


''Tentu saja...aku akan menerimanya Alea sayang...apalagi...''


Aiden tersenyum sembari memeluk punggung Alea di hadapan Darren...


''Kalau begitu..kau harus menepati janjimu Darren...''


''Janji apa...''


''Aku dan Alea akan pergi berdua untuk mengenang masa lalu kami, apakah kau mengijinkannya...'' ucap Aiden menaikan alisnya...


Alea menatap Darren dengan penuh harap, ia juga ingin menghabiskan waktu berdua dengan kak Aiden, mungkin mereka akan mengunjungi makam...dan tempat kecelakaan waktu itu..


Ada banyak yang ingin di lakukan Alea bersama Aiden..


''Bisakah kau mengijinkan kami pergi Darren...'' kali ini suara lembut Alea menembus jantung Darren dan menggetarkannya...


Sial...bagaimana dia harus bersikap sekarang....jelas ia masih tidak rela....tapi tak bisa berbuat apapun.......

__ADS_1


''Aku.......''


__ADS_2